Topbar widget area empty.
Guru Dalam Kehidupan Kita Illustrasi Hari Guru Tampilan penuh

Guru Dalam Kehidupan Kita

Rantauprapat – Manusia adalah makhluk sosial, kita tumbuh dan berkembang dalam suatu proses pembelajaran. Berbeda halnya dengan Lebah yang sudah tahu apa yang harus dilakukannya, manusia adalah insan yang bebas, melakukan pilihan-pilhan dalam dalam perjalanan hidupnya, manusia membutuhkan guru.

Orang Tua

Guru pertama, ruang kelasnya adalah keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Orang tua memiliki pengaruh mendasar dalam pembentukan karakter dan memiliki pengaruh penting seumur hidaup manusia itu sendiri bahkan jika anak sudah menjadi orang tua juga.

Sekolah

Dalam ruang kelas terbatas, guru sekolah memberi kita wawasan dan pengetahuan sebagai bekal bagi kita untuk memahami dunia tempat kita tinggal. Dalam proses ini wawasan dan pengetahuan memberi pengaruh terbesar dalam hidup kita, bukan berarti kita melupakan figur dan jasa guru. Lingkungan sekolah dan pertemanan juga sangat berpengaruh. Proses pembelajaran formal ini membutuhkan puluhan tahun dan memberi status pelajar bagi kita.

Agama

Kesadaran akan makhluk yang ber Tuhan. Siklus kehidupan yang pada akhirnya berakhir dan memasuki tahapan dunia lain. Moralitas dan pengetahuan tentang makhluk dan Tuhan. Guru yang berperan disini adalah orang tua, ustadz, ulama, guru agama baik formal maupun informal.

Profesi

Karir dan pekerjaan, ekonomi dan sosial, kehidupan nyata. Walau tak lagi pelajar, tetap saja kita masih perlu belajar dan mencari guru yang bisa membantu, mendorong untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Guru bisa dalam berbagai bentuk, pengalaman orang lain, kejadian dan peristiwa, tanda-tanda alam. Seringkali pada akhirnya pengalaman hidup kita menjadi guru yang baik.

Dapatkah anda menyebut guru-guru lain yang berpengaruh dalam hidup anda?

Apa-apa yang didapat dalam proses pembelajaran sangatlah penting, sudah sepatutnya rasa hormat dan terima kasih ditujukan kepada para guru

Sang Guru

Guru yang didapatkan dari suatu perjodohan, ruang kelas meliputi fisik dan ruhani, jarak dan waktu yang tak berbatas, kehidupan dunia dan akhirat.

Cermin bagi murid, memberi tanda akan perilaku dan amal. Sejauh mana kita mengenali diri kita sendiri.

Penuntun, Pembimbing, Pemimpin. Memberi arah dalam perjalanan hidup. Mengikat diri akan adab ber-Tuhan.

Penolong. Perjalanan menuju akhirat, perjalanan menghadap Tuhan. Penolong bagi ummat untuk sampai ke tujuan.

Bagaimana mencari Sang Guru?

“Tuntunan Mencari Al Ulama Warotsatul Anbiya” sebuah buku terbitan Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis yang ditulis oleh Saidi Syekh H.A.D. Syarif Alam dan disunting oleh Saidi Syekh H. Ghazali An Naqsyabandi menerangkan 17 sifat keutamaan Sang Guru yaitu: Lelaki yang merdeka, Tabliq, Taqwa, Qana’ah, Wara’, Ikhlas, Tawadhu’, Sabar, Ridha, Syukur, Dzikir, Khusyu’, Cinta kepada Allah, Tawakkal, Mengetahui ilmu Allah, Mempunyai ijazah yang bersisilah serta Mempunyai pendirian yang teguh, yang tidak goyah dan memberi syafaat (pertolongan/bantuan).



Selamat Hari Guru Nasional

Rama Hartian
Ditulis oleh Rama Hartian

Admin @Apajake.id

( 4 Followers )
X

Follow Rama Hartian

E-mail :*

Tinggalkan komentar

sembilanbelas − enam =