Pembukaan Musda VI MUI Kabupaten Labuhanbatu Pembukaan Musda VI MUI Kabupaten Labuhanbatu Tampilan penuh

Pembukaan Musda VI MUI Kabupaten Labuhanbatu

Majelis Ulama Ulama Kabupaten Labuhanbtu menyelenggarakan Musyawarah Daerah VI bertempat di Wisma Deli Rantauprapat pada tanggal 29-30 Jumadil Akhir 1437 H bertepatan dengan 8-9 April 2016. Pembukaan dilaksanakan pada jam 20.30 yang dipandu oleh H. Darmansyah S S. Ag dengan rangkaian acara: Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Hari Mulya (Juara 1 Remaja MTQ Labuhanbatu 2016), Sambutan Ketua Panitia oleh Drs. H. Pamimpin Nasution, Kata Sambutan Ketua MUI Labuhanbatu (Drs. Usman Ahmad, MM), Kakan Kemenag Labuhanbatu (Drs. H. Dahman Hasibuan, MA) dan Wakil Ketua MUI Sumatera Utara (H. Maratua Simanjuntak, Ph.D).

Ketua Panitia, H. Pamimpin Nasution, menyampaikan bahwa jumlah peserta Musda VI berjumlah 60 orang yang berasal dari Pengurus MUI Labuhanbatu, Utusan MUI Kecamatan se-Labuhanbatu dan Ormas Islam. Disampaikan juga agenda Musda yang akan menyusun Garis-Garis Besar Program (GBP) MUI Labuhanbatu 2016-2021, Pemilihan Pengurus Periode 2016-2021, dan Muzakarah. Dua tema Muzakarah yang diangkat adalah  Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tunai dalam Meningkatkan Ekonomi Umat oleh H. Maratua Simanjuntak, Ph. D dan Perbankan Syariah oleh Direktur Bank Syariah Mandiri Sumatera Utara.

Drs. H. Usman Ahmad, Ketua MUI Labuhanbatu, memulai sambutan dengan keprihatinannya terhadap kondisi akhlak bangsa yang semakin menurun dan berkurangnya keberkahan ilmu. Sebagai bakti dan penghormatan terhadap para ulama yang pernah memimpin dan berjuang untuk MUI Labuhanbatu beliau meminta peserta dan undangan untuk berdoa dan membacakan Al-Fatihah. Selanjutnya beliau menyinggung keterpurukan ekonomi umat sehingga MUI Labuhanbatu perlu mengangkat masalah ini sebagai tema Muzakarah.  Sebagai penutup beliau mengajak seluruh peserta Musda untuk bermusyawarah dengan hati yang bersih dan pikiran yang bening.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya peran Ulama dan Majelis Ulama Indonesia. Ulama memiliki posisi yang tinggi di masyarakat sehingga dapat menjadi teladan dan aktif berperan. MUI adalah induk ormas Islam dan sebagai kumpulan ulama untuk mewujudkan umat yang berkualitas menuju baldatun thoyibatun wa robbun gofur.

Ketua MUI Sumatera Utara dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua (H. Maratua Simanjuntak), mengingatkan kembali kepada seluruh peserta akan Visi dan Misi Majelis Ulama Indonesia. Selanjutnya disampaikan khittah pengabdian Majelis Ulama Indonesia yang dirumuskan dalalam lima fungsi dan peran utama MUI yaitu:

  • Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya)
  • Sebagai pemberi fatwa (mufti)
  • Sebagai pembimbing dan pelayan umat (Ri’ayat wa khadim al ummah)
  • Sebagai gerakan Islah wa al Tajdid
  • Sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar

Mewakili Bupati Labuhanbatu, H. Ali Usman (Sekda) menyampaikan tentang tiga masalah strategis nasional yang perlu diperhatikan ulama yaitu Korupsi, Terorisme dan Narkoba. Ulama perlu berperan aktif menjaga moral bangsa agar dekadensi moral yang kini terjadi dapat diatasi sehingga Labuhanbatu yang baldatun thoyibatun wa robbun gofur dapat terwujud. Usai sambutan, beliau secara resmi membuka Musda VI.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah undangan antara lain Kasdim 0209 Labuhanbatu, Kasat Linmas Polres Labuhanbatu, Kakan Kesbanglinmas Labuhanbatu, Ormas Islam, Kepemudaan Islam, dan Perguruan Tinggi. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Muzakarah I dengan tema Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tunai dalam Meningkatkan Ekonomi Umat oleh H. Maratua Simanjuntak, Ph. D.



Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

sembilanbelas − 3 =