Topbar widget area empty.
Rantauprapat Bunyikan Tanda Bahaya Rantauprapat Bunyikan Tanda Bahaya Tampilan penuh

Rantauprapat Bunyikan Tanda Bahaya

Bunyikan Tanda Bahaya adalah gerakan sejumlah komunitas dan aktivis peduli perempuan dan anak agar pemerintah dan masyarakat menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jumlahnya kian hari kian banyak, tercatat ada 35 korban setiap harinya di Indonesia. Januari s.d. Maret 2016 ada 645 kasus kekerasan seksual terhadap anak menurut Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sehingga Indonesia sedang darurat kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.

Ada tiga seruan yang ingin dicapai gerakan ini yaitu:

  1. Lelaki stop perkosaan
  2. Pendidikan seksualitas berkeadilan gender minimal 1 jam/minggu di setiap sekolah (SD/SMP/SMA)
  3. Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Aksi dilakukan di sejumlah kota di Indonesia yaitu Jakarta, Jogja, Dumai, Cilacap, Luwuk Banggai, Wonosari, Cirebon, Depok dan Rantauprapat. Aksi bunyikan tanda bahasa darurat kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan tidak hanya dilakukan komunitas dan aktivis perempuan dan anak tetapi juga melibatkan anak band, teater dan siapapun dengan memainkan gitar, perkusi, atau alat apapun atau dengan orasi dengan poster di penggir jalan, taman kantor pemerintah atau di manapun setiap hari Rabu.

Aksi bunyikan tanda bahaya di Rantauprapat pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2016 dilakukan oleh Penikmat Musik Rumahan (PMR Band) dengan membagikan selebaran berisi seruan untuk ikut aksi tanda bahaya dan menghentikan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Pembagian flyer dilakukan di jalan Sirandorung simpang Perdamean Rantauprapat pada sore hari. Aksi kemudian dilanjutkan dengan pembagian flyer dan pemasangan pita hitam pada sejumlah pengunjung di sebuah kedai minuman di jalan WR. Supratman Rantauprapat. Aksi setiap Rabu ini akan terus dilakukan secara bergantian oleh berbagai komunitas dan aktivis di Rantauprapat dan tempat lainnya di Labuhanbatu.

seventen

Di Jakarta Aksi bertajuk Panggung Rabu #SisterInDanger Bunyikan Tanda Bahaya digelar oleh Simponi, Aliansi Remaja Independen (ARI), Rumah Faye, PKBI, dan KAP di depan Gedung DPR RI. Dalam aksi ini berbagai spanduk seruan digelar, orasi dan musik oleh Simponi.

13173533_1045728112141775_3074206949249204766_o

Aksi di Dumai dilakukan oleh Sanggar Laksemana Melayu dengan menggelar musik melayu dan tarian Zapin.

13221760_287649338240297_8450619703259559508_n

Aksi di Luwuk Banggai Sulawesi Tengah dilakukan dengan oleh BPKel Oi Srikandi dengan orasi dan menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals.

13226977_1630940270564891_4892104541165065436_n

Aksi di Cilacap dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Cilacap Peduli Anak dan Perempuan dengan membentangkan poster anti kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Aksi ini akan dilanjutkan pada sabtu malam di Car Free Night Cilacap.

13082702_1608786466105950_2924488673271813246_n

Aksi di Jogja bertajuk Nongsi (Nongkrong Aksi) #1 Nada Bicara Rannisakustik, Cegah dan Tangani Kekerasan Seksual, di Plengkung Gading jam 18.00-19.00 WIB. Bagaimana dengan kotamu? Untuk informasi dan bergabung dalam gerakan ini dapat menghubungi 081287338314. Mari kita lindungi perempuan dan anak.



Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

8 + 9 =