Listen First; Hari Anti Narkoba Internasional 2016 Listen First; Hari Anti Narkoba Internasional 2016 - Terkait Tampilan penuh

Listen First; Hari Anti Narkoba Internasional 2016

Listen First : Listening to Children and Youth is The First Step To Help Them Grow Healthy and Safe.” “Dengarkan Dahulu: Mendengarkan Suara Hati Anak-Anak dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba” adalah tema Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2016 yang digagas United Nations Office on Drugs Crime (UNODC) yang jatuh setiap tanggal 26 Juni.

Secara nasional peringatan HANI akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla di Lapangan Parkir, Jalan Cengkeh, Taman Sari, Kota Tua, Jakarta Barat, pada hari Minggu 26 Juni 2016. Acara peringatan HANI diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dikepalai Komisaris Jenderal Budi Waseso.

Peringatan HANI juga akan dilaksanakan di Rantauprapat oleh sejumlah komunitas yang dimotori BPK Oi Labuhanbatu. Acara dilakukan secara sederhana di Kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Simpang 6 Rantauprapat dengan menggelar diskusi dan pembagian stiker STOP Narkoba. Zuliandi Simatupang SH, Ketua Oi Labuhanbatu mengajak seluruh masyarakat untuk mendengarkan terlebih dahulu permasalahan remaja agar dapat menjauhkan mereka dari Narkoba.

stop

Badan Narkotika Nasional melalui Humas mengeluarkan rilis B/PR- 44/VI/2016/HUMAS terkait peringatan HANI. Berikut rilis yang kami ambil dari bnn.go.id

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadi isu yang strategis bagi masyarakat dunia. Kejahatan narkotika merupakan kejahatan serius, terorganisir, dan bersifat lintas negara yang dapat menimpa seluruh lapisan masyarakat sehingga menimbulkan kerugian sangat besar, terutama dari segi kesehatan, sosial-ekonomi, dan keamanan. Fatalnya, kejahatan ini dapat menyebabkan hilangnya generasi bangsa (lost generation), cikal bakal penerus pembangunan.

Masyarakat dunia tak hentinya melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyalahgunaan dan memberantas peredaran gelap narkotika. Kebijakan dan program guna membersihkan dunia dari candu narkotika juga telah disepakati bersama dalam forum pertemuan yang digagas oleh UNODC (United Nations Office on Drugs Crime). Namun ancaman Narkotika tak dapat sepenuhnya teratasi, bahkan kian menjadi pelik bagi negara-negara di dunia.

Sebagai wujud keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap ancaman narkotika tersebut, tanggal 26 Juni ditetapkan sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) atau The International Day Against Drug Abuse and Illicit Trafficking. Hari ini diperingati sebagai kesepakatan bagi negara-negara anggota untuk mewujudkan masyarakat dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Indonesia memaknai HANI sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa narkotika masih menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Jumlah korban yang terus bertambah dan sindikat yang kian cerdik mencari cara memasok narkotika mengharuskan kita untuk selalu WASPADA dan dengan gigih MENOLAK narkotika beredar di ranah ibu pertiwi.

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector dalam penanganan permasalahan narkotika di Indonesia telah melakukan berbagai upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Khususnya pada jelang HANI 2016, BNN bersama BNN Provinsi (BNNP) dan BNN Kabupaten/Kota (BNNK/Kota) menggandeng elemen masyarakat melaksanakan serangkaian kegiatan kampanye “STOPnarkoba!” serta Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di bidang P4GN pada berbagai acara sosial yang bersentuhan dengan masyarakat.

Sedangkan pada puncak acara HANI, UNODC menggagas acara Peringatan HANI dengan tema “Listen First : Listening to Children and Youth is The First Step To Help Them Grow Healthy and Safe” – “Dengarkan Dahulu : Mendengarkan Suara Hati Anak-Anak dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba”.

Tema tersebut menunjukkan bahwa startegi yang terbaik adalah pencegahan dengan sasaran prioritas anak-anak dan pemuda.

Puncak acara Peringatan HANI 2016 akan dilaksanakan di Lapangan Parkir, Jl. Cengkeh Kel. Taman Sari, Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (26/6). Dalam acara tersebut, direncakan Presiden Joko Widodo akan memberikan penghargaan P4GN kepada penggiat Anti Narkoba yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba. Selain itu, BNN juga akan membuka stand pameran informasi bahaya Narkoba serta bazar sembako murah yang didukung oleh para stakeholder yang peduli akan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.#STOPnarkoba

(sumber: BNN)



Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]