• Beranda  /
  • Profesi   /
  • Lebih Dekat dengan Budhita Sang Penulis Skenario

Lebih Dekat dengan Budhita Sang Penulis Skenario

Rubrik People kali adalah seorang perempuan,  Budhita Arini, yang menggeluti dunia penulisan skenario (script writer) dan tinggal di Bekasi.  Sudah 10 tahun ia menekuninya dan banyak sudah scenario film dan situasi komedi (sitkom) yang dihasilkannya antara lain Bajaj Bajuri, Patriot, Pondok Pak Cus dan Super Didi. Budhita akan berbagi pengalamannya buat pembaca Apajake.com agar kita mengenal dunia ini dan terpanggil menggelutinya. Wawancara dilakukan via whatsapp pada hari Minggu, 5 Juni 2016.

Apajake: Sebetulnya apa yang dimaksud dengan skenario?
Budhita: Skenario itu blueprint-nya sebuah produksi visual audio seperti film, sinetron, iklan tv, iklan radio, drama radio juga. Di dalamnya ada penokohan, alur cerita, dramatisasi. Yang aku tekuni sekarang skenario untuk serial tv khususnya sitkom, dan film.

Apajake: Artinya sebuah produksi audio visual butuh skenario.
Budhita: Butuh banget. Guide-nya syuting itu skenario.

Apajake: Kenapa tertarik menggeluti dunia ini?
Budhita: Awal terjun ke dunia penulisan skenario karena patah arang sebagai wartawan. Pernah jadi wartawan politik tapi gak nyaman dengan nara sumber-nara sumbernya. Niat berhenti jadi wartawan. Lalu cari kerjaan yang basisnya tulis menulis. Waktu itu ada teman menyarankan jadi penulis skenario karena saat itu lagi menggeliat bangun profesi ini. Lalu bergabunglah aku dengan komunitas mailing list Layar Kata Network, sebagai peserta pasif. Tapi dari situ dapat info ada lomba sinopsis untuk Bajaj Bajuri. Aku kirim dua sinopsis dan salah satunya masuk 5 besar. Karena itu aku direkrut ke tim penulis Bajaj Bajuri. Dan sejak itu aku terjun bebas jadi penulis skenario

Apajake: Sudah berapa banyak skenario yang dijadikan film dan sitkom?
Budhita: Kalau ditanya berapa banyak,  banyak banget. Puluhan FTV, belasan serial, tiga film (tapi dua film di bawah nama headwriter)

Apajake: Diantara yang sedemikian banyak, mana yang paling berkesan atau paling sukses di pasar?
Budhita: Banyak yang ninggalin kesan mendalam. Antara lain FTV Pangeran Katropolitan karena FTV pertamaku yg masuk rating 10 besar, Angel’s Diary karena serial yang berani beda di antara gempuran sinetron senada stripping, serial Patrot karena perlu militansi yang tinggi sekali, juga Super Didi di mana timnya sangat kekeluargaan bahkan sampai sekarang ketika filmnya sudah lama turun dari layar bioskop.

Apajake: Menurut mbak Dita apakah profesi ini menjanjikan?
Budhita: Masih menjanjikan. Masih banyak program tv bermunculan yang butuh penulis skenario. Produksi film Indonesia juga lagi banyak.

Apajake: Untuk memasuki dunia ini apakah ada pendidikan khusus atau memang harus memiliki kemampuan menulis terlebih dahulu, misalnya menulis buku, novel, dan lain sebagainya?
Budhita: Ada lembaga-lembaga yang ngasih pendidikan penulisan naskah, baik setingkat S1 kayak di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) maupun tingkat kursus atau seminar. Buku-buku juga banyak. Di toko buku bisa dicari degan kata kunci penulis skenario. Tapi yang paling penting kalau mau jadi penulis skenario adalah berani. Berani menyelesaikan skenarionya. Dan berani kerjasama dengan tim produksi yang terdiri dari produser, sutradara dan kru-krunya. Karena “pengen” jadi penulis aja gak cukup.

Apajake: Apakah ada festival khusus penulis skenario di luar festival film/sinetron
Budhita: Kemendikbud rutin mengadakan lomba skenario. Tapi saya belum pernah ikutan.

Apajake: Bagaimana dengan novel yang diangkat menjadi film. Seperti apa prosesnya?
Budhita: Bahasa novel dan bahasa film beda. Adaptasi novel jadi film biasanya sudah pakai persetujuan penulis novel, kalau novelnya akan ada sedikit/agak banyak perubahan. Persetujuannya biasanya antara penulis novel dengan produser. Sedangkan penulis naskah bertanggung jawab menghidupkan isi novel sesuai bahasa film.

Apajake: Bagaimana saran agar kaum muda di daerah seperti Labuhanbatu bisa menjadi penulis skenario?
Budhita: Kalau untuk jadi profesi, mungkin bisa cari kerjasama dengan pihak stasiun setempat. Tawarkan naskah radio. Itu utk radio Kalau utk TV nasional, aku masih menganggap idealnya tinggal di Jakarta, karena TV nasional di Jakarta semua. Tapi kalau berani bikin terobosan, buat produksi sederhana sendiri, tampilkan di YouTube dan umumkan ke banyak orang. Kalau bagus, Siapa tau ada headwriter atau produser tertarik ngajak kerjasama.

Apajake:  Bagaimana pendapat Mbak Dita tentang Indonesia Movie Awards (AMA) 2016 yang baru saja digelar?
Budhita: Semua award atau festival aku anggap bentuk apresiasi utk pekerja-pekerjanya. Sekaligus salah satu ajang promosi ke masyarakat biar masyarakat tahu kalau Indonesia punya film-film bagus dan pekerja-pekerja film yang cemerlang

Apajake: Ceritakan sedikit tentang film Super Didi yang dibintangi Vino G Bastian?
Budhita: Super Didi itu film keluarga, potret kondisi sebagian keluarga perkotaan jaman sekarang. Tapi meski potret jaman sekarang, nilai-nilainya universal dan gak lekang waktu.

Apajake: Terimakasih atas sharing ilmu dan pengalamannya?
Budhita: Terimakasih kembali. Senang bisa berbagi.



Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

tujuhbelas + 11 =