Kartika dan Musik Melayu Kartika Sari - Terkait Tampilan penuh

Kartika dan Musik Melayu

Tak akan melayu hilang di bumi – Hang Tuah

Apajake.com kali ini mengangkat tema budaya melayu di tengah budaya popular dan berbincang dengan seorang perempuan yang menggeluti musik melayu khususnya Lagu dan Syair Melayu. Berikut wawancara Apajake.com dengan Kartika Sari yang akrab disapa Tika via whatsapp pada 17 Juli 2016:

Apajake: Bisa ceritakan sejak kapan menekuni musik melayu?
Kartika: Tika menekuni musik melayu sejak tahun 2006, ketika itu masih duduk di bangku kuliah pada Akademi Kesenian Melayu Riau Pekanbaru. Sebelumnya hanya suka mendengarkan dan menyanyikan tetapi belum menekuninya.

Apajake: Berarti sudah 10 Tahun. Kenapa memilih musik melayu bahkan mendalaminya di Perguruan Tinggi?
Kartika: Alasan saya memilih melayu karena dari kecil sudah biasa mendengarkan lagu-lagu melayu. Sebenarnya saya dulunya seorang qoriah sekitar di tahun 1998. Sering ikuti perlombaan berbagai cabang dalam seni Alqur’an, baik itu dari baca tilawah, murattal, syarhil qur’an dan fahmil qur’an. Ketika hijrah dari Sibolga ke Pekanbaru saya mulai sering nyanyi di panggung-panggung, baik itu dangdut, pop dan lagu melayu. Ketika itu orang-orang kurang banyak yang mau menyanyikan lagu melayu. Karena mungkin kurang spesifik dan terkesan kampung dan tertinggal. Nah, dari situlah saya cari peluang untuk menekuni lagu melayu untuk dinyanyikan dalam berbagai acara. Alhamdulillah banyak respon yang baik dari orang-orang dalam berbagai instansi.

Apajake: Sebagai penyanyi solo atau memiliki grup?
Kartika: Selalunya saya bernyanyi solo. Dan terkadang bernyanyi dengan grup juga yaitu grup orkes melayu.

Apajake: Dimana saja tampil menyanyikan lagu melayu?
Kartika: Pada acara-acara pernikahan, khitanan, dan instansi. Kami juga tampil di TVRI Riau, seperti acara Rona Melayu. Saya juga pernah kerjasama dengan TVRI Riau untuk menyanyikan 2 buah lagu melayu dalam acara tayangan Dendang Sumatera yang ditayangkan di TVRI se sumatera.

Apajake: Sudahkah memiliki album?
Kartika: Album pribadi belum punya, sudah direncakan dan insya Allah secepatnya. Album rame-rame bersama kawan ada tetapi lagu Hari Raya.

Apajake: Pernah ikut festival atau lomba lagu melayu dan sejenisnya?
Kartika: Sudah. Dan sering mengikuti lomba Lagu Melayu dan lomba Baca Syair Melayu.

Apajake: Pernahkah tampil di negara jiran?
Kartika: Pernah tampil di Sri Menanti Negeri Sembilan Malaysia dalam acara Berkampung Ladang Alam Warisan dan Silaturahmi Pejabat Tinggi Malaysia di Bota Kiri Malaysia.

Apajake: Bagaimana perkembangan lagu dan musik melayu saat ini?
Kartika: Menurut Tika perkembangan musik lagu melayu kurang begitu pesat dikarenakan kurang diminati oleh sebagian masyarakat. Mungkin karena banyak tidak bisa memainkan alat musiknya seperti accordion, biola, gambus, saxophone, dll. Dan tidak begitu pas pada cengkok dalam menyanyikan lagu melayunya.

Apajake: Ditengah derasnya budaya popular bahkan budaya luar dan global, apa yang harus dilakukan agar musik melayu diminati dan berkembang?
Kartika: Salah satunya mungkin dengan sering mengadakan lomba-lomba lagu dan musik melayu. Kemudian menambah lebih banyak lagi sanggar-sanggar yang didalamnya mempelajari budaya melayu. Atau juga dengan memperkenalkan melayu pada luar daerah atau global melalui seminar-seminar budaya melayu.

Apajake: Itu juga yang menyebabkan Tika ikut Kelas Inspirasi Labuhanbatu 2?
Kartika: Iya, betul sekali. Mencoba memperkenalkan melayu juga pada sekolah-sekolah terbelakang. Karena menurut Tika, Labubanbatu juga salah satu daerah yang kuat akan budaya melayu.

Apajake: Kabarnya pernah tinggal di Rantauprapat?
Kartika: Kurang lebih satu tahun. Waktu itu Tika bekerja di Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Labuhanbatu sebagai pegawai honor.

Apajake: Apa pesan untuk generasi muda agar mencintai lagu dan musik melayu?
Kartika: Pesan kepada generasi muda jangan takut untuk mempelajari dan berkecimpung di dunia melayu karena kesulitannya atau terkesan tua dan tidak terlihat keren seiring perkembangan zaman. Tapi cintailah budaya melayu dengan segenap hati, bila perlu jadikan icon Indonesia pada negara-negara lain sebagai budaya yang beradab.

Kartika1

Nama : Kartika Sari Simbolon. A. Md.sn, S.Pd
Tempat/tgl lahir: Sibolga, 8 april 1983
Pendidikan: Akademi Kesenian Melayu Riau Jurusan Seni Musik
Profesi: Guru dan Penyanyi



Red/TP 

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]

Tinggalkan komentar

sepuluh + dua =