Topbar widget area empty.
Oi Labuhanbatu Rayakan 17 Tahun Oi & 71 Tahun RI Napak Tilas 17 Tahun Oi Tampilan penuh

Oi Labuhanbatu Rayakan 17 Tahun Oi & 71 Tahun RI

Dalam rangka memperingati 17 Tahun Ormas Oi dan 71 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, BPK Oi Kabupaten Labuhanbatu melakukan Penanaman Pohon dan Refleksi Kemerdekaan di Tugu Juang 45 pada hari Minggu tanggal 21 Agustus 2016. Pohon yang ditanam sebanyak 71 seperti Ketapang, Mahoni, dan Mangga.

14055519_10205523335001509_1118363851_n

Deddy Anwar Pohan, SE selaku Ketua Panitia mengatakan tujuan dari acara ini adalah Selamatkan Generasi dengan Menanam Pohon dan Memperingati 71 Tahun Indonesia dan 17 Tahun Ormas Oi. Oi merangkul berbagai komunitas seperti President Shout Community, Akber Labuhanbatu, SK8 Rantauprapat, DKC Pramuka Labuhanbatu, Raphopo, Rimost, BMC, MCR, Swallow Community, Boboboi, Kelompok-kelompok Oi (Suara Hati, Degradasi Moral, Lingkaran, Nocturno, ROP, dan  Cikal), CAMAR, Matic Anak Rantauprapat, Stand Up Indo Rantauprapat, Mapala ULB, Amstipala dan Pramuka penggalang SMPN 3 Rantau Utara.

oi4

Zuliandi Simatupang, SH selaku Ketua BPK Oi Labuhanbatu mengucapkan terimakasih kepada semua komunitas yang terlibat. HUT Oi ke-17 kali memiliki harapan untuk sama-sama menjaga warisan kejuangan. Oi berharap kepada Pemda Labuhanbatu agar luasan kawasan Tugu Juang 45 dapat dikembalikan, ditata dan dihijaukan. Lebih lanjut diharapkan Tugu Juang 45 menjadi Kawasan Wisata Kejuangan sebagaimana harapan Angkatan 45 mengingat bangunan ini sangat bersejarah atas kemerdekaan RI khususnya wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya. Kegiatan ini tidak akan berhenti sampai disini serta akan menaman dan merawat pohon.

oi3

Syam Hasri SH, Sekretaris DHC Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 dalam Refleksi Kemerdekaan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta penghijauan untuk menjadi Ahli Waris Nilai-nilai kejuangan 45 bukan generasi penerus karena generasi di atasmu sudah terkontaminasi mental koruptor sehingga tak perlu diteruskan. Beliau juga meminta Pemkab Labuhanbatu menjadikan Rumah Dinas PLN simpang Skip menjadi Museum Perjuangan Labuhanbatu karena di rumah itulah Pemerintahan pertama Labuhanbatu terbentuk.

oi6

Kurnia Sani, salah seorang peserta dari Amstipala mengatakan bahwa acara ini perlu diapresiasi, dilestarikan dan diperjuangkan karena terdapat nilai-nilai perjuangan. Perjuangan mengembalikan kehijauan Labuhanbatu dan melestarikan perjuangan sejarah. Ia berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan gagasan-gagasan yang baru, pedoman-pedoman yang baru serta dapat lebih banyak merangkul masyarakat.

oi8

(Foto: Jumain, Deddy AP, TP)

Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*