Fitri Faujiah Sang Pengibar Bendera Pusaka 20988493_1981394678761952_30619195435702349_o - Terkait Tampilan penuh

Fitri Faujiah Sang Pengibar Bendera Pusaka

Negeri kita yang tercinta akan merayakan ulang tahun yang ke-73. Beragam cara dan acara digelar untuk merayakannya, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Puncak dari semua itu adalah Upacara Hari Kemerdekaan yang ditandai oleh Pengibaran Sang Saka Merah Putih dan Pembacaan Teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 2018.

 

 

Apajake akan mengangkat seorang profil anak muda yang pernah terpilih dan mendapat kehormatan menjadi 68 orang petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2016. Dia adalah Fitri Faujiah bersama pasangannya, Arsy Ardan Lubis mewakili Provinsi Sumatera Utara bersama 66 orang lainnya dari 34 Provinsi di Indonesia. Fitri Faujiah yang berasal dari SMA Negeri 2 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu bertugas di Team Arjuna pengibaran pagi Pasukan 17 serpihan kiri no 6.

 

Apajake: Bisa jelaskan bagaimana seleksinya hingga bisa terpilih saat itu?

Fitri: Saya mengitu banyak seleksi,  pertama seleksi tingkat sekolah. Kedua, tingkat kabupaten dan ketiga tingkat provinsi. Terakhir tingkat nasional.

 

Apajake: Bagaimana bentuk seleksinya.

Fitri: Di provinsi maupun di nasional seleski yang harus dilewati adalah Tes Psikologi,  Wawancara Bahasa Inggris,  Tes Samapta Jasmani,  Tes Kesehatan,  Tes Tentang Budaya Daerah masing-masing dan Tes tentang Sejarah Indonesia

 

Apajake: Berapa lama pendidikan dan latihan di tingkat nasional dan apa saja bentuknya?

Fitri: Satu bulan lebih. Kalau pagi sampai sore kami latihan di lapangan.  Setelah sholat maghrib kami diberikan materi bermacam macam. Terutama saya masih ingat sekali Bapak Menteri Pertahanan dan Keamanan Ryamizard Ryacudu memberikan materi tentang menjadi seorang pemimpin yang berkualitas. Pemateri adalah para pemimpin seperti Bapak Menpora Imam Nahrawi, dan Pimpinan DPR R. Kami juga berkunjung ke Mabes TNI dan bertemu langsung dengan Jendral TNI Gatot Nurmantyo.

 

Apajake: Bagaimana perasaan Fitri saat upacara pengibaran bendara?

Fitri: Saat pengibarannya ya saya sangat deg degan.  Takut ada kesalahan saat penaikan bendera,  takut benderanya kelipatlah,  takut gak sampailah. Campur aduklah.  Tapi setelah semua selesai saya merasa lega karena tugas kami mengibarkan bendera itu sudah selesai.

 

 

Apajake: Setelah pencapaian semua itu. Bagaimana perasaannya dan apa yang akan dilakukan sebagai alumni Paskibraka Nasional?

Fitri: Rasanya ya bangga,  bahagia dapat bersalaman dengan Presiden.  Dapat masuk ke Istana Negara dan bisa bertemu pejabat negara lainnya.  Itu suatu kebanggaan bagi saya dan keluarga. Kita kan Paskibraka,  kalau paskibraka itu ada sangkut pautnya sama negara.  Jadi kita harus wajib patuh pada aturan negara.  Kalau setiap ada upacara kita harus mengikutinya dengan benar apalagi seorang paskibra yang paling menonjol itu pasti di bagian upacara gitu. Kewajiban yang lain kalau diminta buat melatih junior, ya harus mau supaya prestasi yang kita buat itu bisa diikuti sama junior kita.

 

Apajake: Paskibraka adalah satu cara menyatukan kebhinnekaan. Bagaimana pendapat Fitri?

Fitri: Bhinneka Tunggal Ika itu berbeda-beda suku dan agama tapi tetap satu darah, tetap satu jiwa dan tetap satu ibu yaitu ibu pertiwi. Iya, saya sangat merasakannya.  Apalagi dari Papua,  Baru pertama kali saya bertemu sama orang Papua pada saat itu,  dan sekarang dia menjadi teman yang sangat dekat dengan saya.

 

Apajake: Kabarnya Fitri juga pegiat teater di SMAN 2 Rantau Selatan, bisa diceritakan tentang hobi yang satu ini?

Fitri: Hahahaha… Awalnya tuh kan  kami sering buat drama komedi.  Kalau ada acara di sekolah pasti kami buat drama komedi.  Jadi waktu itu kan ada perlombaan KIM Kabupaten Labuhanbatu,  nah disitu kepala sekolah minta Bu Tetty Herawati sebagai pembinanya buat ikut perlombaan itu.  Ikutlah kami ke dalam perlombaan itu. Sebenarnya nama teater kami itu Teater Anggrek karena waktu lomba KIM itu kami membawa banyak bunga anggrek apalagi pembina kami suka bunga anggrek, yaudah dibuat namanya teater anggrek. Saat Malam Renungan Teater Sumatera Utara 2017 barulah kami meresmikan nama teaternya menjadi Teater Creative.

 



Apajake: Pesan apa yang ingin disampaikan pada generasi muda khususnya adik adik yang masih di bangku sekolah?

Fitri: Pesannya  belajarlah sungguh sungguh jalani saja rintangan yang diberikan Allah,  karena kalau ingin sukses itu harus sakit dahulu baru akhirnya senang. Jangan lupa berdoa dan berusaha,  tanpa doa dan usaha semua akan sia-sia.**

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]