Topbar widget area empty.
Haholongan Haholongan Tampilan penuh

Haholongan

Oleh: Mhd Ikhsan Ritonga

 

 

Haholongan

 

Bulan tula masih sepi

Di antara cahaya rindu

Ingin menyatu

Enggan menerobos norma

Haholongan

Bulan tula menjadi pemisah

Sebab cahaya bersinar tak seindah norma

 

Haholongan : Panggilan sayang dalam Bahasa Mandailing

 

 

 

Kita Adalah Kesepian

 

Diantara cahaya yang amat terang

Ibarat purnama di malam kenangan

Kita adalah kesepian

Sebab cinta kita seperti kuburan

 

 

 

Cerita Asmarandana

 

Kasih bukan sekedar cinta yang kita temui

Dedaunan jatuh dengan cerita yang indah

Diiringi hujan layaknya asmarandana

Sementara hujan menjadi kekasih puisi

 

Kasih bukan sekedar jiwa yang kesepian

Namun dia adalah kisah yang diperjuangkan

Pada ayat-ayat di sepertiga malam

kita menjadi asmaranda dalam rayuan

 

Cerita asmarandana seperti prosa dengan alur nan apik

Membawa bayu dengan senyum abadi

pada tetesan hujan yang pecah seketika

Asmaradana di tanah angkola



 

 

Mhd Ikhsan Ritonga. lahir dan besar di Roncitan, 30 Juli 1998. Beberapa karyanya pernah di muat di media cetak dan media elektronik. Buku antologi puisi tunggalnya berjudul Setapak Jalan (guepedia, 2019).

 

Photo by Rakicevic Nenad from Pexels

Ditulis oleh Sawaluddin Sembiring

Lelaki berdarah Karo-Aceh ini begitu tergila-gilanya akan laut, Kota tua, juga hujan. Bergiat di Forum Lingkar Pena Medan dan mendirikan BRAYANBENGKELFILMS untuk mengajak anak muda berkarya positif dengan kamera ponsel.