Topbar widget area empty.
Novel Pendakian dengan Kearifan Lokal Cover altitude Tampilan penuh

Novel Pendakian dengan Kearifan Lokal

Oleh: Umi Laila Sari

 

 

Judul Buku          : Altitude 5139; Miquelii

Penulis                 : Azzura Dayana

Penerbit              : Indiva Media Kreasi

Terbit                    : September 2019

ISBN                      : 978-602-495-252-5

Tebal                     : 287 hlm.

 

 

Altitude 5139; Miquelii adalah novel ketiga karya Azzura Dayana yang bertema pendakian. Sebelumnya ada novel Altitude 3676 Tahta Mahameru (2012) dan Rengganis; Altitude 3088 (2014). Di novel ini, penulis mengambil beberapa setting tempat seperti Gunung Prau di dataran tinggi Dieng, Gunung Patuha di Ciwidey dan istana Pagaruyung di Tanah Datar. Namun latar tempat didomimasi di Gunung Dempo kota Pagaralam.

 

Melalui dua tokoh utamanya, Rahilda Maharani atau Hilda dan Fathan, alur cerita dibuat secara maju-mundur. Hilda merupakan anak tunggal dari keluarga berkecukupan secara materi. Namun tidak cukup waktu untuk menemani hari-harinya. Sementara Fathan, teman masa kecil Hilda telah menjelma menjadi laki-laki berkarir cemerlang. Bukan lagi anak kudel yang menunggak uang SPP sekolah beberapa bulan.

 

Konflik memuncak saat Fathan menyadari bahwa ada yang terlewatkan dalam hidupnya. Ada janji masa kecil yang lalai ia penuhi. Harusnya ia bisa dengan segera memperbaiki semua. Tapi nyatanya semua tidak lagi sama.

 

“Maaf, Aku sudah katakan aku tak ingin ditemui, kan? Sudah terlalu lama kita tidak bertemu, Fathan. Kalau tiba-tiba bertemu, apa yang bisa kita bicarakan?” (hlm. 17)

 

Selain konflik antar tokoh, pembaca juga disuguhi keindahan alam khas pegunungan. Dengan ketinggian 3159 mdpl, gunung Dempo merupakan gunung tertinggi kedua di pulau Sumatera dan berada di gugusan Bukit Barisan. Medan pendakian gunung Dempo cukup menjadi favorit di kalangan pendaki. Tidak heran, gunung dengan dua puncak ini menjadi salah satu tujuan pendakian sekaligus wisata.

 

Jika di tahun 90-an, sandiwara radio Misteri Gunung Merapi punya banyak penggemar. Maka bagi penduduk sekitar ada keyakinan bahwa gunung Dempo memiliki sejarah yang berhubungan dengan kisah tersebut. Misalnya saja tokoh Datuk Panglima Kumbang yang memiliki ilmu Selimut Kabut. Kabut yang sama yang selalu berada di puncak merapi gunung Dempo. Juga beberapa mitos yang berkembang turut memperkaya kisah.

 

Perkebunan teh dan kopi adalah hal yang juga identik dengan gunung Dempo. Dengan luas sekitar 1300 hektar, menjadikan kaki gunung Dempo berselimut hijau daun teh. Untuk komoditas kopi, Pagaralam punya kopi khas berjenis robusta. Menariknya, di novel setebal 287 halaman ini diungkap tentang terapi kecanduan narkoba dengan konsumsi kopi khususnya kopi herbal.

 

“Jadi, dari narkoba ke kopi robusta itu statusnya menukar. Dia sudah berhasil ditakar menjadi penikmat robusta. Dari robusta ke kopi herbal statusnya mengubah. Fungsinya menyembuhkan. Sebab kopi herbal satu itu tidak memiliki efek candu.” (hlm.172)

 

Unsur kearifan lokal inilah yang menurut saya menjadi keistimewaan Altitude 31589; Miquelii. Bahwa pembaca  dibawa tidak hanya melihat sisi fisik latar novel tetapi juga memahami makna filosofisnya.

 

Termasuk pesan moral yang ingin disampaikan. Mungkin terlihat sederhana namun punya pengaruh dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Seperti tidak meninggalkan sampah ketika pendakian. Percaya bahwa ada mahluk gaib yang mendiami gunung, namun tidak perlu mengusik keberadaan mereka. Pun menghargai pelbagai mitos yang ada.

 

Tentu saja dengan keistimewaan tersebut, karya penulis kelahiran Palembang ini bisa mewakili jati diri masyarakat sekitar gunung Dempo, jeme Pagaralam. Termasuk menjadi bagian promosi wisata daerah berjulukan kota bunga itu.

 

Dari semua karya Azzura Dayana, pilihan judul novelnya hampir bisa dipastikan mengambil satu atau dua kata unik. Seperti kali ini, ada dua kata yakni altitude dan miquelii. Altitude juga dipakai pada dua novel sebelumnya sebagai penanda ketinggian sebuah gunung. Sementara kata miquelii diambil dari sejenis tanamam pegunungan. Tumbuhan ini lebih dikenal sebagai kayu panjang umur.

 



Secara keseluruhan novel ini enak dinikmati. Meski ada beberapa kata dan kalimat yang sepertinya terlewat diedit. Cukup banyak dan harus jadi prioritas perbaikan jika novel bercover putih biru ini akan dicetak ulang. Bagi yang pernah mendaki Dempo, kisah sepanjang trek pendakian menjadi semacam reuni. Tapi buat yang belum pernah mendaki, tidak perlu ragu membaca kisah Hilda. Bertebaran istilah dan peralatan pendakian juga disertai penjelasannya. Terakhir, apresiasi untuk Altitude 3159. Selamat membaca!

***

 

Umi Laila Sari, Bookstagram dan pengelola Rumah Baca Al-Ghazi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*