Topbar widget area empty.
Rumah Senyap Cover Rumah Sepi Tampilan penuh

Rumah Senyap

Oleh: Eko Setyawan

 

 

Remah Senyap

: Susianti Tinulele

 

 

1.

kuraba sebuah ingatan yang bergegas pergi.

wajahku, berisi kesedihan, terbuat dari

perona yang kausapukan saban hari.

 

2.

pernah kau catat pelan pelarian pembunuh.

ketika di altar, rapalan doa sedang

ditebar dan menggema di udara.

 

3.

seorang perempuan berhak menanggalkan harga diri.

saat bahasa tak mampu menyelamatkannya

dari mesiu yang dimuntahkan.

 

4.

matilah ia. seperti misal, rempah yang diangkut

dari Maluku ke Den Haag. untuk menyenangkan

lidah yang sering kali menyakiti.

 

Karanganyar, 2019.

 

 

 

Mengunjungi Nun

: Habibie & Ainun

 

cahaya larut dalam sedihmu. ketika,

 

Nun, yang mekar dalam hati,

layu dan menggugurkan diri.

 

ia mengunjungi Gusti, yang barangkali

memanggilnya untuk pulang lebih cepat.

agar kau tahu, kehilangan adalah cara paling

sederhana menggenapkan kasih sayang.

 

cinta ada di dalam kepala dan hati.

kepala adalah jalan yang sewaktu-waktu

kau susuri ulang ketika kangen― ingatan lebih tepatnya―

pada sebenar-benar tempat yang kau tuju.

: pada Nun.

 

hati menyediakan segala yang kau perlu.

termasuk cinta yang sulit dipahami oleh yang lain.

 

“aku telah menyusulmu, Nun.

kedatanganku, tak lain untuk berbahagia. denganmu.”

 

terbanglah ia, menyusul dirinya yang lain.

menemui Nun. menuju Firdaus.

mengunjungi Gusti Allah. ketika langit

tak mampu berwarna apa-apa

: selain berwarna kesedihan.

 

Karanganyar, 2019.

 

 

 

Tugur

 

sebelum ke langit.

kenakan sayap yang kau rajut.

setangkup doa,

mengantar menuju langit paling tinggi.

 

di sana, barangkali, Ia yang mencipta tugur

dan menunggu kedatangan dengan cara paling sederhana.

: duduk bersila, meneguk kopi, mendengar Amigdala.

adakah yang pantas dijemput di langit?



surga― antara ada dan tiada.

jika surga benar-benar tiada.

masihkah kau merajut sayap dan berkunjung ke langit?

 

Karanganyar, 2019.

 

Eko Setyawan, lahir di Karanganyar, 22 September 1996. Alumni Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Surakarta. Bergiat di Komunitas Kamar Kata Karanganyar. Kumpulan puisinya berjudul Merindukan Kepulangan (2017). Karya-karyanya tersiar di media lokal dan nasional. Menerima penghargaan sebagai Insan Sastra UNS tahun 2018. Juara harapan 1 penulisan puisi Festival Sastra Jawa Tengah 2019, Surel: esetyawan450@gmail.com, No. HP/WA. 089673384146. IG. @setyawan721

 

Photo by Ekrulila from Pexels
Ditulis oleh Sawaluddin Sembiring

Lelaki berdarah Karo-Aceh ini begitu tergila-gilanya akan laut, Kota tua, juga hujan. Bergiat di Forum Lingkar Pena Medan dan mendirikan BRAYANBENGKELFILMS untuk mengajak anak muda berkarya positif dengan kamera ponsel.