Topbar widget area empty.
Meneladani Cerita Anak penuh Bermakna Penghapal Alquran Tampilan penuh

Meneladani Cerita Anak penuh Bermakna

Resensi M Ivan Aulia Rokhman

 

 

Judul: Sahabat Penghafal Alquran

Penulis : Aya Shofia Nabila Ahmad, dkk

Penerbit : Indiva Media Kreasi

Cetakan : I, September 2019

Tebal : 144 Halaman

ISBN : 978-602-495-112-2

 

 

Cerita anak ini sebenarnya menajuk tentang kehidupan seharian pada anak yang dapat dijadikan pesan moral. Untuk mengungkapkan berbagai cerita yang dapat meneladani pada isi cerita. Di sisi lain isi cerita ini menekuni hidup yang lumayan dijadikan pembelajaran pada pembaca. Pertama cerita terpilih berdasarkan gaya bahasa yang menarik. Di dalamnya terdapat wanita penghafal Alquran yang bernama Shofi dan teman-teman menguji tes hafalan Alquran di hadapan ustadzah. Kemudian beristirahat sejenak sembari menunggu pengumuman. Akhirnya Fauzan dan Shofi sebagai peserta lomba yang adakan di Pondok Pesantren Darussalam. Shofi memeluk orang tua dan kakak karena jadi peserta lomba. Untuk mempersiapkan hafalan terbaik layaknya melatih bacaan dan nada hafalan agar siap laksanakan lomba pada esok hari.

 

Kesokan harinya Shofi dan keluarga melangkah ke tempat perlombaan dan ditemani oleh Fauzan. Saat perlombaan Shofi menunjukkan hafalan di hadapan penonton. Dengan sangat indah dan bacaan bagus membuat Shofi semakin percaya diri. Setelah tampil jeda sejenak dengan makan siang. Begitu pengumuman datang nama Shofi diraih sebagai pemenang juara satu lomba hafalan Alquran. Makna dari cerita Sahabat Penghafal Alquran adalah selalu mencintai dan meneladani ayat suci Alquran supaya memperoleh ganjaran dan bermanfaat. Memang berbagai cerita anak dalam buku berbagai makna yang diteladani oleh pembaca. Dari sinilah cerita ini membawa kisah bagi pembaca terkait keteladanan pada ajaran Islam.

 

Cerita kedua Step By Step menceritakan tentang Yuna sibuk belajar fisika untuk melaksanakan olimpiade fisika. Berkat keseriusan belajar ini Yuna terasa melatih kecerdasan dan ketangkasan dengan baik. Di sekolah Yuna berdiskusikan dengan teman untuk membahas seputar olimpiade fisika. Materi, dan kisi-kisi lomba akan membantu persiapan. Salah cara untuk memudahkan kelancaran lomba dengan melaksanakan shalat tahajud dan memohon kepada Allah SWT. Namun saat pengumuman datang Yuna meraih satu lomba olimpiade. Walaupun tengah cerita tak ada suasana olimpiade secara tatap muka maupun online tapi sudah menunjukkan kecerdasan hingga membawa suasana terharu. Kemenangan tidak lepas dari usaha yang ditekuni. Langkah demi langkah sebuah proses akan membawakan ke ranah kesuksesan.

 

Dari segi cerita dapat diteladani bahwa setiap usaha selalu dibekali dengan latihan serta kerja keras sehingga dapat memperoleh kemenangan dan membahagiakan pada orang tua. Oleh sebab itu cerita ini penuh menginspirasi.

 

Berikutnya cerita yang bernada media sosial. Ada akun siluman yang dijadikan bahan perbincangan warganet. Siswa kelas pada meramaikan akun siluman yang konon sering menyebutin cerita mistis. Setelah mendalami isi konten ternyata hanya semacam ejekan dan dijahilin teman. Miya sudah mengaku salah gara-gara memperlihatkan konten yang kurang baik di hadapan kakak-kakak. Inti dari cerita ini adalah jangan mempercayai konten dapat menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Pahami isi dan mengertilah terhadap konten positif.

 

Dilanjutkan cerita  Aku atau Mereka? Menceritakan tentang anak melihat beban keluarga menumpuk hingga tak sempat meluangkan waktu luang. Sayang Via berwatak ketidaksabaran dan tergesa-gesa. Meskipun gadis yang unik tapi kelakuan atau emosi tak bisa dikendalikan. Ia mencari makanan dan cemilan untuk Via. Sayang Via dan Eli bertengkar karena saling menuduh satu sama lain. Dalam pikiran Via selalu menilai sikap Ibu terlalu kurang peduli pada anak. Sebagai permohonan maaf Via memberikan bunga kepada Eli. Makna cerita ini adalah tidak ada membenci tetapi saling mengasihi ibu dan anak.

 

Banyak sekali makna cerita yang tersirat dalam buku ini. Celak menggambarkan tentang alat make up untuk memperindah mata banyak digunakan pada generasi milenial. Walau manfaat untuk gaya hidup celak tetap dikenakan pada waktu tertentu. Masih memaknai cerita yang termaktub pada buku ini. Intinya adalah cerita ini mampu mengeksplorasi kehidupan agar dijadikan sebuah pembelajaran bagi si anak.



 

M Ivan Aulia Rokhman, Anggota Divisi Karya FLP Surabaya. Lahir di Jember, 21 April 1996. Hobby menulis puisi, esai, dan resensi. Karya tulisan telah terbit di media massa serta online. Saat ini berdomisli di Surabaya. Buku telah terbit antologi puisi Sajak Poedjangga untuk Palestina. Kini kuliah di Universitas Dr Soetomo. Tinggal di Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya. FB : Kang Ivan Aulia. IG : @mivanauliarokhman. Email : rokhmansyahdika@gmail.com

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 6 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*