Topbar widget area empty.
SECUKIL MIMPI MATI cover puisi mimpi Tampilan penuh

SECUKIL MIMPI MATI

Puisi puisi karya Agung Wicaksana dan Aang MZ

 

 

 

TATA, ANAKKU

Oleh: Agung Wicaksana

 

Ta, sebentar lagi aku sampai

pada tubuh gelepar di atas seprei kisut

Seorang perempuan habis bersalin

tak sempat mengucap ‘selamat datang di dunia’

 

Mungkin hanya itu tak henti kuingat

Seperti sekarang aku menimang bayi

yang menggigil mendengarkan

jantungku kencang berdetak di dadanya

 

Ta, sebentar lagi aku sampai

pada bibir yang mengeja aku

sebagai ibu

Seperti perlahan kau kunyah berkepal rindu

yang menggelinding dari mulut ayah

yang entah satu per satu

 

2019

 

 

 

SECUKIL MIMPI MATI

Oleh: Agung Wicaksana

 

Malam menilam geligi tubuhku.

Urat gemetar. Sebaris ingatan melata

dari kepala lalu lesap di dadaku.

 

Pengap tetap terendus

Lembab kamar dan sisa angin

seakan berderit panjang. Di luar

hingar kelelawar seolah melikatkan sayapnya

sebagai corak kepergian

 

Aku berjalan pelan

Tulang tuntas terpanggang. Siang

udara terbakar. Semacam anyir

Memangur langkahku.

 

Dua galaksi berputar. Saling

bertabrakan. Waktu menyusuri pilar-

pilar. Seseorang beranjak. Memikirkan

nama sendiri, lupa apa yang terjadi.

 

: selembar kafan terpancang

pada sebatang tiang. Bulan

mencuci sinarnya di pinggir empang.

 

2019

 

 

 

URBAN WONOKROMO

Oleh: Agung Wicaksana

 

seumpama naga api menyusuri lorong-lorong vena, adakah

denyut dada besuara notifikasi pulsa? balok-balok ruas kereta

sudah rapi disetrika ketika surat kabar bersayapmu senantiasa hinggap

menyalut gelenyar layar silsilah: kucatat! kucatat!

dengan hangus keringat ketiak.

 

namamu berganti-ganti di akta kelahiran, akta tanah,

dan patok kuburan. sesekali ajal begadang:

seansih malam, jarak serupa kimbang tuak melimbungkan.

oit, hidup mana lagi paling diidamkan?

siut ulir angin di antara kerikil, liur,

sementara ada yang mulai berdagang kering dedaunan

di lambung kota.

 

2019

 

 

Agung Wicaksana lahir di Surabaya, Jawa Timur. Sedang menempuh studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Gadjah Mada, sambil bergiat di Sanggar Lincak. Fanatorium merupakan buku puisinya yang terbit pada 2017. Puisinya sempat dimuat di Koran Tempo, Minggu Pagi, Riau Pos, Banjarmasin Post, Harian Fajar, Tribun Bali, dsb. Tinggal di Karangwuni, Caturtunggal, Sleman, DIY. Instagram: @agungwicaksanaoff. Facebook: Agung Wicaksana Djohan

 

 

 

 

DALAM RUANG

Oleh: Aang MZ

 

Dalam ruang petang

Aku tak mengenal waktu,

Hanya merunduk kapankah datang terang

Di mana petang hanya membawa firasat buruk

Dalam kehidupan

 

Matahari sudah mati pada waktunya

Terangpun tak datang-datang

Melahirkan gelisah dalam keadaan petang

Membuat karat dalam pikiran

 

Aku hanya tabah dalam keadaan petang

Dimana pekaranganku begitu hilang

Suram kelam

Hanya kata dosa terlampir dalam otak

Gara-gara petang terkunci pada ruang.

 

2019

 

 

 

MENATAP RINDU

Oleh: Aang MZ

 

Menatap rindu di detak jantung waktu

Di kala tik-tok hujan bersuara

Ke alam asmara

Kasih yang nampak pada kisah lalu

Bercanda tawa tak berjuntrungan

Bersifat mutlak pada jiwa

Kebahagiaan jadi tuhan

Tak mengenal nasib akan tiba

 

Menatap rindu hanya melahirkan nyeri

Pada dada yang mengalami mimpi

Sebuah lakon-lakon asmara pada jiwa

Yang tak semestinya berlabuh ke alam hati

Yang selalu tabah dalam gelombang.

 

2019.

 

 

  

HARAPANKU YANG HILANG

Oleh: Aang MZ

 

Aku begitu kagum padamu



Ketika batinku bersungguh-sungguh yang kerap membangun

Istana surga di palung dadamu

Entah kenapa engkau membantah dengan cara berlari

Sehingga aku tak dapat melihatmu lagi

Yang merangkul pelangi

Di tenda purnama yang kau miliki

 

Mengapa engkau menjalani perihal itu?

:biar tau penyebab kepergianmu.

 

2019.

 

Aang MZ. Lahir 18-05-2001 di pulau Gili Raja Sumenep. Alumni  Nurul Huda II. Sekarang  Nyantri Annuqayah Lubangsa Selatan. Antologi puisinya adalah Rahasia rasa Publisher(2019) janji senja JSI, (2019), Pena artas (2019), Serta nangkring di media Koran Radar Madura, Nusantaranews, Negrikertas, Simalaba, Travesia. Kini aktif di Sanggar Basmalah. Email: aangmz009@gmail.com

 

Photo by pexels.com

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 6 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*