Topbar widget area empty.
Maling Itu cover maling Tampilan penuh

Maling Itu

Cerpen Beri Hanna

 

 

Pada malam hari, Bu Tito gelisah. Tidurnya resah, kasur bagian kiri jadi basah ditindihnya. Apa karena cuaca yang terlalu panas, tapi perasaan tidak juga. Kipas sudah berputar-putar menjalankan tugasnya. Tapi, Bu Tito tetap basah dalam tidurnya, berputar kiri dan kanan sampai-sampai tidak tahan. Sedangkan Pak Tito di sebelah kanan dari tadi tidak bergerak, malah asyik dengan ngoroknya.

 

Sesekali Bu Tito buka mata, terus duduk di pinggir ranjang, terus rebahan lagi, terus menyalakan lampu tidur, terus mematikannya, terus rebahan lagi memejam mata gelisah lagi dan tidak bisa tidur. Akhirnya dia tidak tahan, karena seluruh badan sudah basah dengan keringat hasil dari ketidaktenangannya yang tidak ditanggapi Pak Tito, ia akhirnya memutuskan untuk ke dapur mengambil secangkir air. Pak Tito masih terlelap bersama ngoroknya.

 

Tidak lama setelah itu, Bu Tito membuka pintu kamar, memanggil-manggil suaminya.

 

“Pak,ssstt, Pak!”

 

Digoyang-goyangnya kaki Pak Tito.

 

“Pak, di luar ada maling!”

“Hah, maling?”

 

Pak Tito setengah sadar, ia usap-usap matanya lalu duduk dengan matanya yang dipejamkan lagi.

 

“Iya, maling.”

“Suruh tunggu, Buk.”

“Suruh tunggu bagaimana, orang ini maling. Maling Pak, maling, maling- maling yang jahat itu.”

“Oalah, maling. Ya-ya, sebentar.”

 

 

Bu Tito menampar suaminya sampai sadar.

 

“Sadar Pak.”

“Astagfirulloh!”

“Ada maling di luar!”

“Maling?”

“Iya maling.”

“Ya, diusir to!”

“ndak bisa, Pak!”

“ndak bisa bagaimana?”

“Ya ndak bisa. Kasian!”

“Kasian bagaimana?”

“Kasian saja.”

“Kok kasian?”

“Ya, kasian.”

“Kamu ini ngomong apa toh, Buk. Ha! Ada maling kasian kasian, mengganggu tidurku saja! Sudah kamu usir sendiri.”

 

Pak Tito rebahan lagi.

 

“Pak, jangan tidur. Malingnya nyari Bapak!”

“Mana ada maling nyari, Bapak!”

“Ada, itu dia.”

 

Bu Tito menunjuk maling yang mengetuk pintu kamar mereka. Maling itu tersenyum.

 

“Maaf, saya takut di luar sendirian jadi saya masuk saja ke sini.”

 

Pak Tito kaget, ia meloncat dari ranjang.

 

“Siapa kamu?”

“Saya maling, Pak.”

“Maling?”

“Iya benar, Pak saya maling.”

“Mau apa kamu?”

“Mau mencari, Pak Tito.”

“Loh, maling mau cari Pak Tito? Bukannya mau maling?”

“Bukan, saya maling yang mau cari Pak Tito.”

“Saya Tito, kenapa kamu cari saya?”

“Saya tahu, Pak. Makanya saya di sini!”

“Ya, terus kenapa kamu cari saya?”

“Bapak ingat? Kejadian dua tahun yang lalu? Persoalan tas merah yang di atas pohon mangga?”

“Masyallah! Bagaimana kamu bisa tahu tentang itu?”

“Kebetulan saya yang dulu Bapak suruh amankan. Dan saya yang manjat pohon mangga itu.”

“Masyaallah. Itu kamu?”

“Benar, Pak.”

“Ternyata kamu orang jujur! Eh, Buk. Kamu kok diam saja. Buatkan kopi sana. Kita kedatangan tamu. Ayo kita kedepan!”

 

Bu Tito berdiri dari ranjang, Maling sudah duluan ke depan. Pak Tito menahan istrinya di pintu dan ia bisikan “ini soal uang lima ratus juta yang ada di dalam tas merah. Dulu aku pernah cerita ke kamu.”

 

“Oh, yang waktu Bapak rampok rumah……”

“Sstttt. Iya, iya. Sudah jangan keras-keras.”

 

Bu Tito tersenyum genit, Pak Tito memukul pantat istrinya itu.

 

1

 

 

 

Di ruang tamu, Maling sudah duduk sendirian memandang lukisan bunga.

 

“Kamu bikin saya kaget saja.”

“Bukan maksud saya, Pak. Tapi sebagai maling professional saya memang biasanya bertamu malam-malam begini.”

“Alah, sudah lupakan, tidak masalah. Yang penting bagi saya semua jelas tujuan dan arahannya ke mana. Ha-ha-ha.”

“Benar, Pak, benar!”

“Jadi, di mana tasnya? Oh, aku belum tahu nama saudara, siapa nama kamu?”

“Maling, Pak.”

“Maling?”

“Iya.”

“Ha-ha-ha. Maaf, saya tidak sangka.”

“Tidak apa-apa, Pak.”

 

2

 

 

 

Bu Tito sudah datang dengan minuman, kemudian mereka bertiga diam- diam sejenak saling memandang.

3

 

 

 

Tiba-tiba ada suara kerasak-kerusuk di belakang. Pak Tito baru mau berdiri sudah ada orang yang muncul dari dapurnya dengan penutup kepala. Mereka berdua.

 

Pak Tito, Bu Tito, dan Maling kaget serentak.

 

“Siapa kamu?” tanya pak Tito.

“Diam! Saya maling!”

“Loh! Saya Maling! Jangan ngaku-ngaku kamu,” kata Maling.

“Diam! Saya maling, saya mau maling di rumah ini.”

“Itu urusan lain, tapi kamu jangan ngaku-ngaku Maling, aku Maling yang sebetulnya, mau buktikan dengan KTP, Passport, kartu perpustakaan, BPJS semua menerakan namaku sebagai Maling.”

“Diam, kamu tlek!”

“Tidak bisa! Kamu sudah ngaku-ngaku, siapa kamu?”

“Aku Trisno, dan sekarang aku berperan sebagai maling, puas kau?”

“Tidak bisa, Maling tidak seperti itu! kamu tidak pantas jadi maling!”

 

Maling rumah itu mengeluarkan senjata di pinggangnya.

 

Bu Tito berteriak takut, melompat dalam pelukan Pak Tito.

 

“Diam semuanya. Jangan ada yang berteriak!”

 

Pak Tito ngacir seperti roket meninggalkan rumahnya sambil mengendong istrinya. Maling berusaha melindungi diri dari Trisno—maling.

 



Beberapa meter Pak Tito berteriak, “maling, tolong! Tolong!”

 

Suara ledakan senjata api meletus-letus. Orang-orang yang mendekat memilih menjauh lagi.

4

 

 

 

Besok harinya, suara yasin yang mengiringi nama Maling.

 

Beri Hanna lahir di Bangko, Jambi. Berteater bersama Kelompokseseme & Tiliksarira. Karya teaternya antara lain; menulis & menyutradarai – “Matlumat Si Keparat” (Monolog Pejalan, Pleseran Tawamangu), menulis & menyutradarai – “Marta dan Marti Yang Berbakti” (Dies Natalis Univet), menulis & menyutradarai – “Selamat Pagi Orang Kantor” (Milad Teater Soekamto ke 9, Universitas Selamet Riyadi), menulis & berperan – “Angur di Tangan Bapak Tercinta” (Forest Art Camp, Magelang). Bermain teater by riset dengan judul “Puzzle Game” (Indonesia Corruption Watch, Jakarta.) Tiliksarira. Bermain monolog “Jangan Pergi Judi dan Pulang Dini Hari, Kalau Hasilnya Kalah Lagi!” (Tegal) Kelompokseseme. Juga belajar di Kamar Kata Karanganyar. Saat ini tinggal di Surakarta. E-mail: berihannagoejarot@gmail.com Instagram: @berihanna_

 

Photo by Anthony DeRosa from Pexels

 

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*