Topbar widget area empty.
Surah Cover Surah Tampilan penuh

Surah

Puisi Rofqil Junior

 

 

Surah Penghujan

 

dalam dadaku, jarum gerimis mengasah bening

menjahit tanah retak setelah runtuh dari ranting

berderak; lama dalam rahim gemawan setengah petang

 

biru tak jatuh pada langit yang biasa memikul

matahari, bulan, ‘tang-bintang untuk kerap berputar bergantian

mendengungkan banyak perasaan.

 

hujan membeludak mematahkan sengat panas

dengan tangan sederhana dan seadanya

menjulurkan dingin, menaruh gigil

di tulang punggung

 

dengkur teratur meminta pertebal selimut

membuka jalan kepada mimpi di ujung nyenyak

 

tenanglah, tenanglah!

kubersihkan tegang sepanjang terjaga

selama kau berlindung dari kantuk

bisiknya keras semakin keras mempertegas

 

kemudian menyatulah dari tangan musim-musim

serta daun rontok dimakan usia

:selambat apapun ia tak boleh alpa

membasuh rumpang dada

 

Gapura, 2019

 

 

 

Surah Laut

 

ombak seruncing paruh waktu, melempar pandang

kepada darat dan pasir kering diredam sepi

 

camar bersayap angin mematuk kepala gelombang

melompat dari sunyi ke sunyi lainnya

yang tersisa justru kertap aneh, bunyi yang tak asing

atau asin yang menyerupai kulitku

 

maka pada setapak laut ini, kutanam bibit harapan

paling murni dari kedalaman nurani

meski kerap berduri

 

aku belajar pada musim gegas mengirim angin

mengkhidmati tiap bintang bergeser

dari tempat duduknya

 

sekali lagi nan terakhir kali

yang memecah sunyi, sepi atau sebagainya

adalah deru perahu tanpa cadik

 

meski beberapa musim ke depan

tak kujamin terus menerus membabat gelombang

 

Gapura, 2019

 

  

  

Surah Angin

 

angin sehalus bulu dadaku

menyibak belukar dengan sulur baru

musim musim menepi ke ubun ubun

mendengungkan sajak musim kuntum

meneduhkan sengau panas di punggung

 

hingga sampai pada gigil hatiku

pada nyeri yang kerap riuh

 

angin sekasar telapak tangan ayah

mendobrak tubuh tubuh daun

sedang aku, tanah yang minta

dikunjunginya tiap waktu turun

 

angin selembut dekap ibu

dengan sederhana menirukan detak gerhana

menjadi satu satunya lentera di pojok kamar

kamar yang sejak lahir dikurung gelap

 

atas nama dingin mendekapku berkali

maka sampai puisi ini pada titik paling berahi

 

Gapura, 2019

 

 

 

Surah Sungai

 

kepalamu riak air menghentak mengejar hilir

sekian anak mencuci luka di tubuhku

membasuh kuntum kuntum lara.

langit menjelang malam berubah kuning tembaga

 

dari utara dari savana savana

semilir angin tiada henti memburu delapan arah

mencium bunga bunga tanjung

sejenak luruh dari rusuk daun

 

justru di kepalaku sepi pelan terbunuh

ada riuh beranak dalam punggung batu

menemani kertap sirip ikan

yang sudah lama dieram bosan

 

di tiap lekuk dan garis tubuhku

selalu mendingin deras air

sedang hijau kemarau menyesaki

berpetak sawah dan lembah

 

maka tiada gigil yang kutangkap

selain dari tubuhku dan tubuhku

 

Gapura, 2019

 

 

  

Surah Mimpi

 

dengan tenang kutanggalakan rukam

dan menolak diam di tengah batang hari

matahari bunting yang menyusuinya

menatapku penuh api

 

mantel cemas yang sejak siang kita kenakan

kulipat. tiap diserbu kantuk tiba tiba

agar tiada kantuk terus menyerang

 

maka pada jalan yang sepinya meninggi ini



biarkan mawar hitam tumbuh

lengkap dengan duri duri lebih separuh

agar sedih dan gembira berbagi

peran yang sama

 

selebihnya aku tak bisa menaksir

batas gaib nan tiba raib ini

kadang tumbuh bunga bunga liar baru

dan tak kukenal satu satu

 

Gapura, 2019

   

Rofqil Junior lahir di Sumenep 19 mei 2002. Menulis puisi dan Cerpen di berbagi media cetak dan daring. Aktif di Kelas Puisi Bekasi dan Komunitas ASAP. Puisinya juga termaktub dalam antologi Surat Berdarah di Antara Gelas Retak (2019), Dari Negeri Poci 9; Pesisiran (KKK; 2019), Bulu Waktu (Sastra Reboan; 2018), Antologi Dwibahasa Banjarbaru Festival Literary (2019), Sua Raya (Malam Puisi Ponorogo; 2019), Dongeng Nusantara Dalam Puisi (2019), Bandara dan Laba-laba (Dinas Kebudayaan Provinsi Bali). Tahun ini menghadiri Seminar Internasional Sastra Indonesia (SISI) di Provinsi Bali.

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*