Topbar widget area empty.
Kisah di Gunung yang Berkabut rame menuju Tampilan penuh

Kisah di Gunung yang Berkabut

Sabtu pagi tanggal 26 Oktober 2019 saya dan kawan-kawan Padma Cycling Club (PCC) gowes bareng ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.  Makam ini berjarak 17 km dari titik 0 km Yogyakarta. Perjalanan ini cukup menantang karena cukup jauh dan menanjak.

Di tengah perjalan, kami ber 9 orang beristirahat sejenak di Stadion Sultan Agung Bantul. Pagi itu stadion cukup ramai karena ada acara senam massal SKJ terbaru ditambah lagi masyarakat yang berlari pagi mengitari stadion. Stadion ini adalah stadion kebanggaan masyarakat Bantul dan menjadi home base Klub Persiba Bantul yang berjuluk Laskar Sutan Agung.
Setelah rehat beberapa menit kami melanjutkan perjalanan ke jalan Imogiri. Suasana jalan cukup lengang dan udara yang segar membuat perjalanan menyenangkan. Tak terasa kami telah memasuki komplek parkir Makam Imogiri. Seperti biasa kami langsung menyerbu warung makan bubur yang terletak di pojok lapangan parkir. Di warung ini tidak hanya ada bubur namun juga nasi dengan menu tradisional yang nikmat.
Usai sarapan kami melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. Perjalanan mendaki dengan sepeda menuju komplek Makam Raja Raja Mataram. Benar saja, tak jauh dari lapangan parkir kami dipaksa mengayuh sepeda dengan putaran kecil. Beberapa kali kami harus turun untuk menarik napas lalu melanjutkan dan terkadang menuntun sepeda.
Beberapa kawan yang sudah sampai di puncak bukit terlihat senang dan berfoto sambil menunggu. Yah, selalu ada suka setelah duka.
Akhirnya kami sampai juga di makam yang dirancang oleh Kyai Tumenggung Citrokusumo dengan perpaduan unsur Jawa (Hindu) dan Islam,
Area pemakaman ini sangat besar dan dibagi menjadi tiga wilayah utama, yaitu Astana Kasultan Agung, Wilayah Makam Raja-raja Surakarta, dan Wilayah Makam Raja-raja Yogyakarta. Namun, karena bebera diantara kami harus berangkat kerja dan agenda lainnya kami hanya sampai di depan makam Sri Susuhunan Pakubuwono X.
Selain Makam Imogiri, Raja-Raja Mataram dimakamkam di Makam Kotagede seperti raja pertama Mataram Islam Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati dan Raja kedua, yakni Mas Jolang atau Panembahan Hanyakrawati serta ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan. Mungkin ini bisa menjadi destinasi wisata kamu selanjutnya.

 

 

 

Desa Wisata Sriharjo

 

Imogiri (bahasa Jawa: Imagiri) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Dalam bahasa Jawa, Imogiri berarti “gunung yang berkabut”.  Imogiri kini tidak hanya dikenal dengan Makam Raja Raja Mataram namun juga sejumlah wisata alam yang tidak kalah menarik. Salah satunya Desa Wisata Sriharjo yang menjadi tujuan kami selanjutnya yang berjarak 24 km dari titik 0 km. Sebelum mencapai Desa Sriharjo, kami melewati Desa Kebonagung dan beristirahat sejenak di tugu desa tersebut.

 

 

Objek wisata Desa Sriharjo yang kami tuju adalah Jembatan Gantung Kedungmiri atau Jembatan Gantung Selopamioro yaitu jembatan yang menghubungkan  menghubungkan Sriharjo dan Selopamioro. Pada tahun 2008 kawasan ini dijadikan program Wisata Srikeminut, yang berasal dari singkatan nama beberapa dusun di tempat itu yaitu, Sriharjo, Kedungmiri, dan Wunut. Jembatan Selopamioro berada di Dusun Wunut. Jembatan yang terletak di atas Kali Oyo ini sangat terkenal dan sering dijadikan tempat berfoto dan shooting FTV serta iklan. Namun, jembatan ini putus diterjang banjir besar akhir tahun 2017.

 

 

Dikarenakan kondisi jembatan yang putus maka penduduk disekitar harus memutar atau menyeberangi sungai. Saat itu air cukup surut dan terlihat beberapa pesepeda menyeberangi sungai menuju Selopamioro. Kami memilih tetap di Sriharjo dan menikmati sejuknya sungai untuk mencuci dan istirahat.

 

 

 

 

Bila Anda akan gowes ke Sriharjo dalam beberapa bulan kedepan akan dapat melewati jembatan baru yaitu Jembatan Gantung Karangkulon Sungapan Sriharjo Imogiri yang tengah dibangun. (sumber ig: @seputar_sriharjo).

 

 

Di Sriharjo Anda dapat menikmati sarapan di tepi sungai dan juga berperahu karet mengarungi Kali Oyo.

 

 

 

Sebagaimana namanya, bukit yang berkabut, di Desa Sriharjo Imogiri kalian akan menyaksikan deretan bukit yang menawan. Bila kamu ingin mendaki deretan bukit bukit tersebut, kini tersedia paket wisata untuk itu (info di ig: @seputar_sriharjo). Kami hanya sempat mengabadikan dari kejauhan dan berharap dapat kembali dan mendakinya.

 



 

 

Photo by TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 6 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*