Topbar widget area empty.
Bicara Soal Traveling Versi Anak Kos cover traveling Tampilan penuh

Bicara Soal Traveling Versi Anak Kos

Opini Siti Asmaul Husna

 

 

Bukan menjadi hal mustahil, jika berkeliling dunia bisa dilakukan oleh siapa saja, kegiatan traveling atau keliling dunia yang biasa dilakukan para traveler ini juga menjadi impian bagi banyak orang, di era yang serba canggih ini, semua hal bisa dilakukan manusia dengan semakin mudah dan praktis, tak heran jika impian atau hal yang bisa dibilang “impossible” jaman dulu, bisa terjadi sekarang. Nggak sedikit cerita orang pergi keluar negeri atau keliling dunia dengan persiapan maupun bekal (uang) yang tidak begitu memadai, dengan tekad yang kuat serta bantuan dari kecanggihan teknologi semacam internet, mereka bisa mewujudkan impian keliling dunia tersebut.

 

Seperti akun  @jejakpalmarjambi, Ayah dan anak asal Jambi ini berhasil sampai di Makkah, Arab Saudi hanya dengan menggunakan sepeda motor. Ayah dan anak yang sering disapa Abi dan Balda ini,  telah menempuh jarak perjalanan selama 8 bulan dan melewati 10 negara Asia yakni dari Indonesia sendiri ke Brunei, Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan,  Iran, UAE sampai tiba ditempat tujuan Arab Saudi, tidak hanya perjalanan jauh yang didapat, ternyata banyak sekali kisah tentang budaya, pelajaran, dan teman yang mereka dapat selama dalam perjalanan tersebut, lantas akan keberanian yang telah mereka lakukan, ayah dan anak ini sempat diundang keberbagai acara tivi, radio, kajian dsb. Kegigihan yang mereka lakukan ternyata dipersembahkan untuk sang Istri tercinta, hal ini sejalan dengan impian mereka, ternyata setelah menyelesaikan perjalanannya, istri dan ibunya juga mendapat undangan untuk menunaikan ibadah haji di Mekkah.

 

Tidak bisa dipungkiri, jika banyak sekali orang yang menjadikan traveling ke banyak negara sebagai impian mereka, begitu banyak blogger, influencer maupun youtuber yang membuat keindahan tempat yang mereka kunjungi semakin mudah terekspose dan tersebar ke berbagai media. Untuk mahasiswa kos-an kayak saya ini, otomatis masih harus ngempet dulu deh buat ngerealisasiin mimpi yang kayak gitu, yah budget menjadi masalah utama apalagi kemampuan bahasa saya yang masih sangat minim. Tapi hal itu bukan lantas menjadikan saya untuk berhenti bermimpi untuk bisa keliling dunia, untuk itu saya memiliki beberapa kegitan yang saya rasa bisa menjadi sedikit pelipur lara meskipun belum bisa keluar negeri.

 

Kegiatan pertama yang biasa saya lakukan untuk tetap memotivasi saya mewujudkan impian saya  keluar negeri adalah dengan melihat video liburan baik dari para youtuber, influencer, artis dll, tidak sedikit dari mereka yang bukan hanya mengunjungi tempat wisata disana, tapi juga bisa memberikan tips, menjelaskan kebudayaan atau kebiasaan masyarakat setempat maupun aturan-aturan, yang mana apabila kita nanti kesana tidak begitu shock atau bingung akan keadaan tempat yang dikunjungi tersebut, hal itu  pernah saya lakukan saat melihat akun youtube salah satu acara ramadhan di negara Yunani, di video itu dijelaskan meskipun Yunani negara minoritas muslim, ternyata disalah satu kotanya di Xanthi, adzan itu masih bisa dikumandangkan, tentu ini menjadi salah satu keuntungan bagi para Muslim sendiri kalau berkunjung kesana, karena memang di mayoritas negara-negara Eropa hal kayak gitu nggak bakal bisa ditemuin karena sudah ada aturan yang harus dipatuhi umat beragama.

 

Lalu hal kedua yang biasanya saya lakukan adalah dengan cara membeli atau meminjam  buku-buku para traveler saat mengunjungi berbagai negara. Saya adalah mahasiswa Jurusan Sejarah, tapi buku-buku yang saya miliki mayoritas adalah buku para traveler bukan buku sejarah. Banyak sekali cerita yang menginspirasi saya dari perjalanan para traveler di masing-masing buku yang saya baca, dan hebatnya lagi dengan membaca buku-buku itu hal simpang siur mengenai suatu negara tertentu bisa terkonfirmasi, dan hal ini sedikit membuka hal yang “sebenarnya” ada atau tidak disuatu negara tertentu.  Selain itu tidak sedikit para traveler yang melakukan kunjungan ke tempat bersejarah diberbagai negara, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, baca buku traveler sekaligus pengetahuan sejarah tetep dapet dong.

 

Jujur saya sangat suka akan sejarah Islam diberbagai negara yang mayoritas warganya bukan Islam atau Negara non Islam, dan salah satunya saya temukan pada perjalanan traveler seorang ibu ke negara India, disitu ibu ini tengah mengikuti program fellowship sehingga memungkinkan dia untuk menetap di India selama beberapa waktu, dalam bukunya dia menceritakan jika pada masa kejayaan Islam di India terdapat suatu dinasti Islam yang dipimpin oleh seorang wanita, kalau sekarang daerah letak kerajaan itu ada di Bhopal, (jujur setelah membaca bagian ini saya jadi ingin meneliti akan dinasti dan pemimpin wanita itu).

 

Lalu saya juga membaca akan perjalanan seorang pria ke benua hitam, hal ini lumayan memberi pencerahan akan pandangan saya terhadap negeri yang mayoritas muslim di salah satu benua Afrika itu. Saat ia berada di negara itu, pria ini berkata jika terdapat begitu banyak calo maupun pekerja seperti sopir, penjual jasa bahkan pegawai hotel yang bersekongkol untuk melakukan penipuan terhadap para wisatawan dari mancanegara khususnya, tidak sedikit dari mereka yang tiba-tiba membantu namun akhirnya minta upah yang tidak sedikit pada wisatawan, dan hal ini dirasakan betul oleh pria ini. Untuk saya sendiri yang menjadi anak sejarah, negara yang dikunjungi pria itu sangat terkenal peradabannya di masa lalu, beberapa tokoh dan bangunan bersejarahnya juga tak kalah terkenal diekspose ke berbagai buku juga media, bahkan di Indonesia sendiri negara itu sangat terkenal akan tokoh-tokohnya dan juga salah satu universitasnya. jadi kalau nanti saya ada rejeki kesana (Aamiin ) saya menjadi tau tentang persiapan atau sikap yang mesti saya tunjukkan agar tidak bertemu dan dikerjai orang-orang seperti itu.

 

Langkah ketiga yang biasa saya lakukan adalah dengan menghadiri seminar, saya sangat sering melihat video atau bacaan mengenai negara lain, dan salah satu negara yang ingin saya kunjungi adalah Belanda (doakan saya bisa kesana), jadi pas waktu universitas saya mengadakan seminar beasiswa di Belanda, auto saya ikut seminar itu, karena info yang saya miliki ditambah dapat pemaparan langsung dari orang yang pernah tinggal dan belajar disana, motivasi saya untuk keluar negeri semakin bertambah, dan rasa ingin cepat kesana kadang-kadang menggebu-nggebu.

 

Dan hal terakhir yang saya lakukan agar saya terus termotivasi adalah dengan saling sharing ke teman atau kenalan yang bermimpi sama, mereka yang sefrekuensi dengan kita kemungkinan memiliki pemikiran yang tidak jauh beda dengan kita, dengan terus membicarakan impian kita, hal ini bisa memotivasi kita untuk jangan menyerah mewujudkan mimpi kita, adapun saat orang lain merasa keliling dunia itu mustahil, mereka akan terus mendukung dan memberi saran agar kita  berusaha dengan sungguh dan jangan takut untuk bermimpi.

 

Saya sering kali mendengar cerita nenek saya selama menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Timur Tengah, selama menjadi TKW, mayoritas majikan nenek saya adalah orang yang berpangkat maupun pejabat, karena hal itu selama bekerja disana nenek saya lumayan sering pergi keluar daerah maupun negara, sehingga dia juga telah terbiasa dengan kebudayaan luar dan bertemu banyak orang dari latar yang berbeda-beda. Hal ini menjadi salah satu pemicu saya untuk bisa mewujudkan cita-cita saya berkeliling dunia. Saya sering berpikir, mbahku yang dulu hanya bisa baca tulis dan dengan teknologi yang sangat minim, juga belum canggih saja bisa ke luar negeri, aku juga harus bisa dong. Jadi menurut saya motivasi dari diri sendiri juga perlu agar semangat untuk mewujudkan  impian  kita keliling dunia terus membara sampai kita benar-benar bisa mewujudkannya.

 

Selain lebih mengenal budaya luar, kegiatan traveling memang memiliki banyak manfaat, selain sebagai bukti akan kuasa tuhan, kita juga akan semakin tau jika banyak kekayaan alam yang tersebar di seluruh dunia, traveling juga membuka kebenaran akan keadaan yang sebenarnya ada terhadap suatu wilayah maupun negara,  kita bisa tau jika kita ini memiliki kelebihan dalam hal yang berbeda-beda dan karena itu dunia menjadi lebih berwarna, banyak sekali keindahan yang tersembunyi dan kita baru bisa merasakan nikmatnya kalau kita mau mengunjungi tempat-tempat tersebut, what a wonderful world.

 

Siti Asmaul Husna, mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam di salah satu PTKIN di Surabaya. Aktif dalam berbagai organisasi. Hobby bermain game sepak bola dan membaca disamping kesukaan saya dalam menulis. Sangat ingin menjadi jurnalis.

 

Foto cover oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: