Topbar widget area empty.
Memastikan Anak Nyaman Meski Di Rumah Saja cover di rumah saja Tampilan penuh

Memastikan Anak Nyaman Meski Di Rumah Saja

Opini Umi Laila Sari

 

Tentu saja, peran orang tua dibutuhkan untuk membimbing anak. Agar kebijakan pembelajaran di rumah dapat sesuai tujuan. Pastikan anak melewati hari dengan perasaan senang. Perasaan senang mengantarkan sikap empati dan syukur yang lebih tulus.

 

Sudah hampir dua pekan anak-anak sekolah melakukan proses pembelajaran di rumah. Kebijakan pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan dan kebudayaan baik di tingkat pusat maupun daerah, tentu telah melalui berbagai pertimbangan. Termasuk konsekuensinya. Kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua akan menentukan kesuksesan proses pengalihtempatan belajar tersebut.

 

Orang tua dan anak harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Mungkin masih lebih mudah jika orang tua memang berprofesi sebagai guru. Tapi bagaimana jika orang tua bukan guru dan tidak punya kemampuan mengajar. Kendati di hari biasa, orang tua kerap mendampingi anak belajar. Namun pembelajaran sepenuhnya di rumah mau tidak mau memerlukan usaha lebih ekstra dari para orang tua dan anak. Keduanya harus saling menyesuaikan.

 

Selesai urusan adaptasi, di pekan kedua pembelajaran di rumahorang tua dan anak mulai diresahkan dengan perasaan bosan. Anak-anak sudah cukup lama tidak hadir ke sekolah. Artinya sudah cukup lama pula tidak melakukan aktivitas seputar sekolah seperti bertemu dan bermain bersama teman,  berjumpa dan ngobrol dengan guru, makan di kantin, perjalanan sepanjang pulang-pergi ke sekolah dan sebagainya.

 

Anak-anak juga harus menunda berpergian kemanapun. Bahkan ke warung dekat rumah atau pusat bermain di taman kota. Begitu pula orang tua. Baik yang sudah bekerja total di rumah atau tetap keluar rumah namun berkurang intensitasnya. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan orang bagi kondisi sosial di Indonesia adalah tantangan tersendiri. Jadi orang tua sekalipun mulai merasa bosan.

 

Semua orang sudah mulai merasa jenuh beraktivitas sebatas di rumah saja. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut akan membawa dampak psikologis yang tidak baik. Dan secara tidak langsung mempengaruhi sistem imun di dalam tubuh. Padahal, di tengah penyebaran virus covid-19, kekebalan tubuh mesti selalu dijaga.

 

Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk sesegera mungkin mengatasi perasaan jenuh, bosan, malas, dan rasa tidak nyaman lainnya pada anak serta dirinya sendiri. Beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk memastikan anak nyaman meski harus di rumah saja. Pertama, berdamai dengan perasaan negatif yang muncul. Sangat dimaklumi timbulnya berbagai perasaan tersebut. Utamanya anak usia dini hingga remaja awal (setingkat SMP). Sebab di usia mereka kebutuhan bermain, bereksplorasi serta berkumpul bersama teman adalah prioritas penting. Dan semua tidak maksimal didapatkan sejak kebijakan mengurangi aktivitas keluar rumah atau bahkan karantina.

 

Orang tua dapat berbicara dengan anak. Meminta anak mengungkapkan semua kesedihan dan perasaannya. Dengarkan dengan saksama. Berempati dan jelaskan bahwa bukan hanya anak, orang tua juga merasakan hal yang sama. Namun demikian, membatasi berpergian adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan guna mengendalikan penyebaran virus.

 

Kepatuhan untuk mengikuti anjuran tersebut adalah sikap patriot yang dapat dilakukan untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Ini sikap mulia. Dan seharusnya setiap orang mau melakukannya.

 

Kedua, memberi pemahaman atas takdir Allah SWT. Dengan bahasa yang mudah dipahami, orang tua menjelaskan bahwa yang sedang terjadi saat ini adalah memang kehendak Allah sebagai pencipta. Tentu ada hikmat yang ingin Tuhan sampaikan lewat peristiwa ini. Boleh jadi Tuhan ingin kita semua lebih dekat kepadanya dengan banyak berdoa dan beribadah. Atau Tuhan ingin menguji kesabaran kita.

 

Di balik itu semua, Allah Maha Penyayang. Ia tidak mungkin berbuat buruk untuk hambanya. Sisi religiusitas akan sangat menyentuh hati anak jika orang tua dapat menyampaikannya secara tepat. Sesuai usia anak. Momen yang juga baik untuk menanamkan akidah kepada anak.

 

Ketiga, membuat program kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Bermain, memasak, berkebun, membaca buku, membuat prakarya adalah contoh aktivitas yang dapat dilakukan bersama di rumah. Mulai dari perencanaan, anak dilibatkan untuk memilih kegiatan dan menyusunnya dalam jadwal harian.

 

Untuk anak yang sudah bersekolah dan memiliki tugas pembelajaran dari guru sekolah, jadwal harian di rumah dapat disesuaikan. Tetapi bagi anak yang sudah sekolah namun tidak mendapat panduan pembelajaran dari guru, orang tua dapat menjadikan aktivitas bersama ini sebagai bagian dari pencapaian tujuan pembelajaran.

 

Untuk sekolah yang berada di kota dan sudah bisa memaksimalkan aplikasi komunikasi di telepon pintar, sebagian besar sudah punya perencanaan pembelajaran dari guru. Namun bagi sekolah di daerah atau akses internet belum tersedia maka akan kesulitan memantau proses pembelajaran di rumah. Bahkan ada beberapa sekolah yang sama sekali tidak memberikan sosialisasi dan pedoman pelaksanaan pembelajaran di rumah.

 

Tentu saja, peran orang tua dibutuhkan untuk membimbing anak. Agar kebijakan pembelajaran di rumah dapat sesuai tujuan. Pastikan anak melewati hari dengan perasaan senang. Perasaan senang mengantarkan sikap empati dan syukur yang lebih tulus.

 

Rasa empati ditumbuhkan dengan memotivasi untuk ikut ambil bagian dalam membantu melewati musibah wabah corona. Misalnya, anak dapat ikut berdonasi. Atau kegiatan lain  sesuai kemampuan dan minatnya.

 

 

Walau situasi tidak mudah, anak diajak untuk tetap bersyukur. Bahwa ia masih bisa berkumpul bersama keluarga. Perasaan bersyukur juga mendorong pikiran optimis. Semua yang dialami akan segera berakhir. Jika situasi keluarga telah nyaman maka akan lebih mudah bagi tiap keluarga melewati masa karantina.

***

 

 

Umi Laila Sari. Pendidik PAUD yang juga aktif di Forum Lingkar Pena Sumsel. Kini tinggal di Sekip Ujung Palembang.

 

Photo by cottonbro from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: