Topbar widget area empty.
14 Hari Puisi Religi: Kawula-Gusti Cover Kawula-Gusti Tampilan penuh

14 Hari Puisi Religi: Kawula-Gusti

Puisi Religi Gunoto Saparie dan Alvin M Iqbal

 

 

 


GERIMIS PUN MENANGIS

Oleh: Gunoto Saparie

 

gerimis pun menangis di malam ramadan

dan desau dedaunan rawan di pepohonan

ada elegi menyayat di tengah wabah corona

suaramu membaca quran tersendat dalam dada

 

jalanan sunyi dan lengang tak seperti biasanya

lampu-lampu memudar menciptakan bayang-bayang

salawat tarhim menggema ditingkah doa penuh duka

lewat tengah malam jasad siapakah terbaring?

 

gerimis pun menangis di malam ramadan

turun sepanjang jalan dan trotoar jadi basah

menangisi seseorang yang hari ini berpisah

dengan keluarga, tetangga, dan handai tolan

 

manusia datang dan pergi menemu takdir

suka dan duka pun hadir silih berganti

selalu ada yang mati, o, ada pula yang lahir

estafet antargenerasi tak terelakkan harus terjadi

 

gerimis pun menangis di malam ramadan

ketika tarawih dan doa pun lengkap sudah

kesedihan begitu dalam berlarat-larat

tapi bukankah kita harus berpacu dengan sejarah?

 

Semarang, 2020

 

 

KAWULA-GUSTI

Oleh: Gunoto Saparie

 

ketika malam pun lingsir

aku terjerambab di sajadah

mengendapkan segala resah

seusai sujud terakhir salat witir

 

ketika malam pun susut

aku tenggelam dalam doa

tak bisa lagi berkata-kata

rumah tuhan diliput kabut

 

ketika malam pun jauh

aku menyerahkan jiwa papa

dalam lengang sebelum subuh

kawula-gusti menyatu jua

 

Semarang, 2020 

 

 

 

   

ALIF BA TA

Oleh: Gunoto Saparie

 

mengeja alif ba ta

dengan gemetar suara

aku memang bukan apa-apa

wajah pias karena puasa

 

sampai tahun-tahun lewat

dan usia terus saja merambat

aku ternyata masih seperti dulu

kanak-kanak yang lucu

 

sesobek kertas dari kiai

tergeletak begitu saja di meja

bertuliskan mantra sakti

tapi aku masih mengeja alif ba ta

 

Semarang, 2020

 

 

Gunoto Saparie. Lahir di Kendal, Jawa Tengah, 22 Desember 1955. Alumnus Akademi Uang dan Bank Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Semarang. Kumpulan puisinya Melancholia (Damad, Semarang, 1979), Solitaire (Indragiri, Semarang, 1981), Malam Pertama (Mimbar, Semarang, 1996), Penyair Kamar (Forum Komunikasi Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Semarang, 2018), dan Mendung, Kabut, dan Lain-lain (Cerah Budaya Indonesia, Jakarta, 2019). Kumpulan esai tunggalnya Islam dalam Kesusastraan Indonesia (Yayasan Arus, Jakarta, 1986). Kumpulan cerita rakyatnya Ki Ageng Pandanaran: Dongeng Terpilih Jawa Tengah (Pusat Bahasa, Jakarta, 2004). Ia pernah menerbitkan antologi puisi bersama Korrie Layun Rampan berjudul Putih! Putih! Putih! (Yogyakarta, 1976) dan Suara Sendawar Kendal (Karawang, 2015). Puisi-puisinya terhimpun dalam berbagai antologi bersama para penyair Indonesia lain, termasuk dalam Kidung Kelam (Seri Puisi Esai Indonesia–Provinsi Jawa Tengah, 2018). Kini menjabat Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT).  Bisa dihubungi melalui posel gunotosaparie@ymail.com.

 

 

 

Aku Rasa Ia Makin Dekat

Oleh: Alvin M Iqbal

 

aku rasa ia makin dekat

diam mencekam darahku

suatu misteri yang tertafsiri

Tangan dingin penjagal nadi

dan kelak memang sampai

hariku tiba gulita

dekap gelap menanti

ujung napas segala ada

bisaku kini hanya diam

tak hendak lari

tiada arti sembunyi

ah!

aku masih tak mengerti

bagaimana cara menyambut mati

 

Sukorejo, 2017

 

 

 

 

Persaksian

Oleh: Alvin M Iqbal

 

kami telah bersaksi

bahwa kami bukan Tuhan

kecuali Engkau!

 

Sukorejo, 2018

 

 

 

 

Hanya Engkau

Oleh: Alvin M Iqbal

 

Hanya dalam nyawaku semayam

Engkau degup hidup perlu

Yang sunyi bagai pancaran

Diam jiwaku bayang cah’yaMu

 

Sukorejo, 2019

 

 

Alvin M Iqbal merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Saat ini menjadi Mahasantri di Ma’had Aly Marhalah Ula (S.1) Salafiyah Safi’iyah Situbondo yang merupakan Ma’had Aly pertama di Nusantara, takhassus Fikih dan Usul Fikih. Bisa dihubungi melalui FB dan IG: Alvin M Iqbal.

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*