Topbar widget area empty.
Kota Asu cover kota asu Tampilan penuh

Kota Asu

Puisi Budi Setiawan

 

 

Kota  Asu (1)

Oleh: Budi  Setiawan

 

Kota ini terbuat dari seekor asu

yang tinggal di sepanjang ladang di lereng tubuhku

dan kau adalah tangan-tangan hujan itu

saban malam

Khusyuk memetik bulan yang

Tumbuh hijau di kampung halaman.

 

Kedu, 2019 

 

 

 

 

Kota Asu (2)

Oleh: Budi  Setiawan

 

Kota ini terbuat dari tulang-belulangmu

yang kurangkai dengan kata-kata cinta dan rindu

tempat seekor asu terus menyalak

Meminta susu yang aku minum waktu bayi dulu

 

Kedu, 2019

 

 

 

 

Kota Asu (3)

Oleh: Budi  Setiawan

 

Kota ini terbuat dari air liurmu

yang aku teguk hampir setiap pagi

matahari meletek di ujung timur bibirku

menyunggingkan senyum malu sambil berbisik:

Hei, kau apa kabarmu?

 

Kedu, 2019

 

 

 

 

Kota Asu (4)

Oleh: Budi  Setiawan

 

Kota ini terbuat dari salak dan taringmu

yang tak letih-letih terus mengasah dan mengayuh gobangku

saban malam bulan di mataku khusyuk bergadang

di hadapan

secangkir kopi robusta-arabika dan lintingan tembakau srintil

yang selalu khusyuk menemanimu

 

Kedu, 2019

 

 

 

 

Kota Asu (5)

Oleh: Budi  Setiawan

 

Kota ini terbuat dari bulu najismu

yang meringkuk di lekuk tubuhku

semakin dingin dipeluk angin gunung

Sumbing-Sindoro itu

Bagai seorang ayah dan ibu

Tanpa pamrih

merawat daun-daun hijau dan sepasang burung yang sedang berkicau

Dalam kepalaku

 

Kedu, 2019

 

Budi  Setiawan, tinggal di temanggung Jawa tengah buku puisinya  berjudul surat cinta kepada rindu. Email:  budi199207@yahoo.com

 

Photo by Chris F from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*