Topbar widget area empty.
Pandemi dan Kekasihnya pandemic dan kekasihnya Tampilan penuh

Pandemi dan Kekasihnya

Puisi Mhd Ikhsan Ritonga

 

 

 

Pandemi dan Kekasihnya

Oleh: Mhd Ikhsan Ritonga

 

sejak kalian memadu kasih di batas usia

lamat-lamat buah hati menusuk ke jiwa

sesekali sukar diberi makna

selepas kalian memberi cerita di sudut kota

kehilangan arah, berjibaku dengan nelaksa

napas tak panjang, rasa menggelegar

jarak membentang, hilir-hulu serasa kotoran

wajah mulai muram, mata berlinang

sesekali rindu dihaturkan sebab keterpaksaan

pandemi dan kekasihnya, pulanglah

rumah kalian telah menunggu

 

Roncitan, 09 April 2020

 

 

 

 

Perempuan Di Perempatan

Oleh: Mhd Ikhsan Ritonga

 

hijau menyala dia menghilang

merah menyala dia datang

membaca surat dari Tuhan di perempatan

tubuhnya kumal, namun suaranya terkenang

suratnya penuh darah, ketika merah tak padam

kuning menyala, dia bersiap menghilang

meninggalkan tanda disetiap tanda penuh tanya

perempuan di perempatan

seperti kenangan yang selalu datang

 

 

 

 

Biarlah Rindu

Oleh: Mhd Ikhsan Ritonga

 

teruntuk ki,

setelah kota membuat jarak

suara gordang pun semakin mendesak

jalanan sukar diberi makna

setelah kini berada pada kota yang tak sama

biarlah rindu

mengenang

dan kita

terkenang

perihal hujan dan titah tuhan

tentang kerinduan

 

 

 

 

Filosofi Kenangan

Oleh: Mhd Ikhsan Ritonga

 

Secerca Harap Seperti Senja

Memulun kisah dalam pikiran

Lamat-lamat berdiam di pulunan

Mengeja balada  menjadi pil kerinduan

Adalah kumpulan kisah yang menjadi satu

Diantara cara Tuhan mengajarkan pengalaman

Kenangan seperti secarik kopi

Penuh dengan rasa yang harus dinikmati

Namun bukan untuk diulang kembali

 

Roncitan, 16 April 2020

 

 

 

 

Taklimat Rindu

Oleh: Mhd Ikhsan Ritonga

 

Kurasakan lagu seteguk doa

Memasuki ubun sembari menadah

Cara Tuhan menyatukan jiwa

Rasanya tak sehambar kasih sayang masa lalu

Mengeja dan memulun secercah kisah

Taklimat rindu penuh pesona

Mengekang waktu

Sebab corana

 

Roncitan, 16 April 2020

 

 

Mhd Ikhsan Ritonga lahir dan besar di Roncitan, 30 Juli 1998. Beberapa karyanya pernah di muat di media cetak dan media elektronik. Buku antologi puisi tunggalnya berjudul Setapak Jalan (guepedia, 2019). Bergiat di Forum Lingkar Pena Medan

 

Photo by Anna Shvets from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*