Topbar widget area empty.
Perang Sunyi Perang Sunyi Tampilan penuh

Perang Sunyi

Puisi Mohammad Latif

 

 

Definisi

Oleh: Mohammad Latif

 

Cinta adalah air yang mengalir

Kita kenang lorong menuju kemah laut

Menuju kepulangan tanpa pendar cahaya

 

Kerumunan doa dibalik sajadah membungkus jarak paling dekat

Menimbun segala deru bagi cinta yang membiru

 

Cinta adalah denyut nadi para petani

Yang melipat pagi dan siang di rerumputan

Yang menjala keinginan pada tanah

Yang berkabung pada takdirnya sendiri

 

Cinta adalah bumi

Altar siap saji

Rakus kerapkali berburu disini

 

2020

 

 

 

 

Lanskap Pagi

Oleh: Mohammad Latif

 

Terlepas dari jeratan matamu yang memotong matahari sebelum terbit

Hari-hari yang telah lalu memutar kembali ingatan paling purba

Pagi begitu merah menerka siapa yang paling liar

 

Dihadapanmu aku sebongkah batu

Mari selesaikan perseteruan dengan bingkai senyum

Kau boleh menyusun kenangmu disini

Diantara batas kerinduanku padamu

 

2020

 

 

 

 

Berkawan Malam

Oleh: Mohammad Latif

 

I

Kita selalu mencurigai celah jendela dan ketuk pintu

Jika yang datang adalah penjemput ajal

Dan kita masih belum siap menerima

Kembalilah kebelakang pada balik kesedihan

Dan ucapkan selamat tinggal

 

II

Malam-malam yang kita tulis tanpa pesan

Mungkin hanya ketakutan yang menjamur di dada

Seperti kenangan yang telah lalu

Terbebani jeritan yang menghembus pada riuh jalan kota

 

III

Malam-malam yang gigil sesekali memintal paruhya yang bengkok

Keinginan kita masih sama

Kebahagiaan dalam kedinginan serta kesedihan dalam kehangatan

 

IIII

Hujan dingin di tengah malam, waktu keluar dali balik baju

Kemudian berkata

“telah kupenggal wajah malam”

 

2020

 

 

 

 

Perang Sunyi

Oleh: Mohammad Latif

 

Ada nyala di dada, meretas segala keinginan

Jiwa-jiwa bergemuruh menyanyikan segala lupa

 

Kepastian terbakar

Orang-orang meronta dalam takdirnya sendiri

Ekonomi, ekologi, agrarian

Membias dalam segenap peristiwa

 

Tak ada bunyi mesiu

Tapi semua orang berlari mencari tempat untuk sembunyi

 

2020

 

 

 

 

Enigma

Oleh: Mohammad Latif

 

Tubuhmu adalah kata yang belum tuntas di tafsir

Melegam dalam kepala, mengalahkan segala doa, melepuhkan cuaca jiwa

Seperti kerinduan yang sebentar menjelma rimbun

Kelak bila lupa mulai turun untuk mengemas segala kenang

Tubuhmu hanyalah tanah yang ranggas

Tak bisa ditanami cinta

Tak bisa disirami rindu

 

Tubuhmu adalah kata yang belum tuntas ditafsir

Ruas-ruas dadamu kota tak tersentuh

Waktu yang terlampau fana

Hujan yang senyap

sesekali kilat mengkilap tanpa bunyi

 

tubuhmu adalah kata yang belum tuntas ditafsir

dan tidak akan

 

2020

 

Mohammad Latif, lahir di Sumenep 28 Desember 1998 pernah aktif di Taneyan Kesenian Bluto, Forum Belajar Sastra, Sanggar Asap, dan sekarang masih berproses di UKM Teater Fataria IAIN MADURA. Fb: Latif.

 

Foto sampul oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*