Topbar widget area empty.

Rindu

Puisi Ana Khasanah

 

 

 

Perkara Rindu

Oleh: Ana Khasanah

 

Rindu adalah pagi buta

orang-orang bangun dengan isi kepala yang nyata

sibuk menanak nasi sembari menyesap

teh panas tuk menghangatkan raga

mengusir dingin pada dada, telapak tangan,

lantai kamar mandi, dinding kamar, penyangga

jendela juga mereka menyebutnya

dengan nama kenangan;

rupanya ia yang paling beku

dan dirindu diantara semua

 

Bantul, 2020

 

 

 

 

Tuhan Rindu Denganku

Oleh: Ana Khasanah

 

Pada detak jarum jam

dan detik kedua kelopak mata

yang dibangunkan Tuhan dengan enggan

Ia rindu denganku

bersimpuh tanpa malu-malu

dan pada arah siku-siku

di hadapan sajadah aku merayu

mengulur seluruh waktu

Ia rindu denganku

membasahi bumi juga kedua pipi

tuk merapal doa diujung pagi

 

Bantul, 2020

 

 

 

 

Memasak sebuah Rindu

Oleh: Ana Khasanah

 

Pagi ini aku memasak sup

lengkap dengan kata-kata cinta

yang ia baca di belakang meja

siangnya aku membuat brownis

yang tak kalah manis dengan rayuannya

sepasang mata menyala-nyala

sorenya aku pergi dengan sahabatku, Arin

bertukar buku baru dan buku lama

bercerita dan mengantar langit yang tak lagi jingga

lantas memilih pulang dengan kereta

malamnya aku membaca puisi

bait tiap bait mengundang air mata

nyatanya seharian ini hanya menghibur diri

bahwa sup, brownis dan juga kereta

adalah bagian menghadirkan dia

atas puisi ini

 

Bantul, 2020

 

 

 

 

Rindu dan Kereta Hari Ini

Oleh: Ana Khasanah

 

Aku menemuimu dengan mata yang jingga

binar dengan beribu harapan

tapi yang datang hanya bayangan

dimana aku tak mengenal

kita berjanji pada hati masing-masing

tentang pagi dan masa depan

tentang senja dan kepulangan

tetapi kereta hari ini siap mengantar

pada perjalanan sunyi dan terjal

tanpa pelukan

 

Bantul, 2020

 

 

 

 

Langit Sore Februari

Oleh: Ana Khasanah

 

Rindu menjelma langit sore februari

dengan warna yang kian gelap dan kelabu

sedang kata-kata kian gagap dan membeku

engkau mengantarku dua bulan lalu tepat hari ini

dan apakah engkau tau

bahwa seluruh isi ruanganku telah meluruh

tetapi dadaku masih saja bergemuruh

dan aku menggigil seorang diri

menatap bayangmu yang tak ada lagi

 

Bantul, 2020

 

Ana Khasanah, perempuan yang lahir di Kebumen 22 tahun yang lalu. Saat ini tinggal di Bantul, Yogyakarta. Suka membaca dan memasak. Dapat ditemui di akun @_anakhasanah dan khasanah.anaa@gmail.com.

 

Photo by Pedro Figueras from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*