Topbar widget area empty.
Stasiun Terakhir cover stasiun terakhir Tampilan penuh

Stasiun Terakhir

Puisi Nurul Mahabbah

 

 

Bilik Rindu

Karya : Nurul Mahabbah

 

Pada akhirnya jarak adalah sumbu
yang menyalakan asa dalam temu
Pandemik yang telah mendedahkan titik jemu
bukanlah prahara yang terus mematikan rasa
hingga tiada lagi lentera dalam pekat
Menuntun kita berjalan
Mencari cahaya
Meneguhkan juang
dengan segenap kesungguhan
Masih ada… denyut kehidupan
yang kita dengar lima kali sehari
penuh isak dan tak sanggup mendekat

Pada akhirnya seruan itu
meminta kita untuk menanam rindu
lebih dalam lebih pilu
Tuhan tak pernah menjauh
Tuhan tak pernah pergi
Mengapa kita mencari-cari
yang selalu ada
lebih dekat dari urat nadi

Tumpahkan saja lara
yang membenamkan senyum
dari rembulan yang menemukan kita
Nestapa sirna dibasuh air mata
Dan kita didekap kasih
hingga memanen rindu
tanpa jeda tanpa akhirnya

Cirebon, 9 April 2020

 

 

 

 

 

Surga Untukmu

Karya : Nurul Mahabbah

 

Tuan, Puan, ini kali tentang cinta
yang kau dedikasikan pada surga kita
tentang peluh dan air mata
yang menawarkan madu
menetes di secangkir duka
Bertaruh nyawa di selembar riwayat
bangsal kematian

O, wira lautan nyawa
Surga telah meminangmu
membawa lentera menuju baka
Izrail menyertai malam dan siangmu
Mendedahkan harap dan takut
di balik tirai alienasi
Tuhan merengkuh sepenuh kasih
tak ada benang jarak yang memisahkan
cinta dan Sang Pencinta
Gelombang kematian berpesta
Namun tak sejengkal pun kau beranjak
dari mihrab suci yang mengabadikan
jua melanggengkan kudus hatimu
di jantung pertiwi

 

Cirebon, 2 April 2020

 

 

 

Kehendak

Karya : Nurul Mahabbah

 

Puisi, senja, dan segelas rindu
berseteru mencari seorang kawan
Rupanya ini hari tak bertandang ke gua
Di mana kau
Perlahan menepi dari balik mulut
untuk kemudian ramuan tandas
dan mereka kehausan dalam tapa
seumpama Fragmen Pencarian
yang beku tak jua temu
Tanggal-tanggal menggelundung
Bulan telah beranjak
Jua kau melambai
dari deras yang berganti kemarau
Namun tidak dengan karsa
dalam lafaz doa

Cirebon, 1 April 2020

 

 

 

 

Stasiun Terakhir

Karya : Nurul Mahabbah

 

Rel itu panjang dan berkelok
Setiap jam, menit, detik, memperjalankan kerinduan yang hendak menjemput kekasih
Tak terbilang, perpisahan kerap memporakporandakan para penumpang yang bersikukuh menanti atau justru memaksa pergi dari stasiun yang menyimpan naskah sejarah di bentala kenangan
Untuk ke sekian kali, aku memamah takdir dalam gerbong yang berjubel manusia
Membaca kembali rute perjalanan; memastikan tak ada yang tertinggal selain nama dalam batu nisan.
Kelokan tajam atau getaran sepanjang jalan menarik nyali agar hidup menghidupkan.
Begitulah adanya, naik turun insan-insan sekejap saja memenuhi kursi-kursi kosong.
Lantas, melenggang pergi untuk kembali susuri jalan yang tak berujung.
Mawar atau benalukah yang berdesak-desakkan
Tak ada kepastian selain memeluknya sebagai riwayat yang kukemas dalam kopor
Dan kenang sebagai buah tangan yang tertuang dalam tembang syair malam panjang

Cirebon, 8 November 2019

 

 

 

 

Tetesaan Purnama

Karya : Nurul Mahabbah

Malam selalu tak sama
Setiap senja yang melipat denyar cahaya
Setiap kali itu kuhimpun sajaksajak yang berceloteh sepuasnya di samudra
Sepertinya tlah kehilangan lelah hingga takluk pada rantai aksara yang berenang sukasuka

Telah kupintal rindu sejak pertama mengeja temu
Kumulai mendengar debur yang menghulu

Guruh yang mendenging
Desau yang membelai
Jinggakah atau gumpalan pekat yang hendak menenggelamkan wajah dari sajak yang kubuai

Tak akan kutuntaskan sepi tanpa membawa pulang suara yang kuendapkan dalam secangkir puisi
Kuremas kata
Lalu mengubahnya dalam setetes doa yang merembes ke dinding kornea
Lebur di secarik kertas lusuh
Hanya setetes
Biarlah derasnya kita rayakan di hamparan kebahagiaan seusai kisah yang kita mainkan

Kulanggengkan dua sajak malam ini
Sebagai buah tangan yang kupersembahkan saat purnama
Lalu malaikat menyampaikannya diamdiam
Dalam derasnya kekata yang terekam jernih
Yang kemudian ia pertemukan dua suara paling sepi

Cirebon, 21 Agustus 2019

 

Penulis bernama lengkap Nur Zulfiani Imamah yang memiliki nama pena Nurul Mahabbah. Ia merupakan anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Cirebon. Aktivitasnya sekarang menjadi guru bahasa Indonesia di SMP IT Al-Muqoddas Sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pembaca dapat mengontak penulis di sur-el: nurzulfiani.imamah@gmail.com, Facebook Nur Zulfiani Imamah, dan Instagram @nurzulfiani.imamah

 

Foto oleh TH Pohan.

 

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*