Topbar widget area empty.
Surga Mati di Bumi cover surga tak di bumi Tampilan penuh

Surga Mati di Bumi

Puisi Gusfahri

 

 

 

Lagu Koruptor

Oleh: Gusfahri

 

“Indonesia tanah airku

Tanah tumpah uangku

Disanalah aku sembunyi

Dari jas, dasi, dan peci.

Indonesia kebanggaanku

Bangsa yang penuh ambigu

Aku kan terus berseru

Uang rakyat di perutku.

Hiduplah hidupku

Matilah rakyatku

Jasadmu perihmu

Ku tinggal selalu.

Buanglah segala

Suara tuntutanmu

Uangku mentakdirkan palu.”

 

Selagi merdeka mati

Sajak ini akan abadi

Sebelum aku benar-benar MATI.

 

2019 M

 

 

 

 

Ujian Kejujuran

Oleh: Gusfahri

 

Saat guru menebar soal dan lembar jawaban,

Diwaktu bersamaan

Tuhan serta setan berebut menjadi teman.

 

Mata Pena, 2020 M

 

 

 

 

Lima sajak tentang ibu

Oleh: Gusfahri

 

1)

Tiada selimut terhangat

Sehangat pelukan ibu:

Membasmi kedinginan

Ketika malam adalah raja.

 

2)

Tiada sungai terderas

Sederas keringat ibu:

Tak menjumpai hilir

Mengaliri langkah ini.

 

3)

Tiada cinta yang nyata

Kecuali kemarahan ibu:

Mendidik buah hati

Tetap seperti manusia.

 

4)

Tiada surga terindah

Seindah senyuman ibu:

Nikmat tersaji saban waktu

Suka atau luka.

 

5)

Tiada doa bertuah

Seperti keramat lisan ibu:

Telah menjadi surga

Untuk kita semua.

 

Mata Pena, 2020

 

 

 

 

Surga mati di bumi

Oleh: Gusfahri

 

Masihkah senyum dapat kucitrakan di puisi ini

Senyampang dunia kerap laksa air mata.

Kota besar serempak mati

Saban jejak merenggut korban dan nyawa.

Kini pelajar menggergaji bangku mereka

Menyelimuti tugas pada smartphone

Di tiap-tiap bilik.

Rumah ibadah di blokade

Kita tak bisa memujuk doa

Menunggu tuhan di rumah saja.

 

Layaknya cita-cita di ambang mimpi

Kecerlangan bumi telah ayal

Surga adalah hayal yang mencekal.

Ketakutan menangis, mencari tuhan:

Lawan, tidak, lawan, tidak

Semua bermunajat

 

Mata Pena, 2020

 

 

Gusfahri (Gusti Fahriansyah). Berasal dari Desa Torbang Batuan Sumenep yang bermigrasi ke Annuqayah dan mengeram di Majelis Sastra Mata Pena, SMA Annuqayah, Persatuan Santri Lenteng (Persal), komunitas Tumpah Pena, serta Sanggar Gemilang. Karyanya pernah dimuat di beberapa media seperti Takanta, Kawaca, Jawa post, dan lainnya. Surel: gustifahriansyah501@gmail.com

 

Photo by Pixabay

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*