Topbar widget area empty.
Tanggal Merah Tanggal Merah Tampilan penuh

Tanggal Merah

Puisi Sitti Nurhotimah

 

 

 

Semesta Mengeluh

Oleh: Sitti Nurhotimah

 

Di belakang bilik tangis berteduh

mendengar cuaca yang berlompat-lompat

ke berbagai negeri.

anak manusia risau

berjingrak seolah melihat neraka.

 

Kota yang bising menjadi sepi,

rumah-rumah gelap

kelambunya tertutup.

petani menangis kelaparan,

pengusaha sesak nafas,

wakil rakyat kebingungan,

dan surat kabar menyaksikan

bahwa semesta mengeluh.

 

Pamekasan, 2020

  

 

  

 

Hantu Masa Lalu

Oleh: Sitti Nurhotimah

 

 

Di bawah bintang yang suram

aku membaca kisah hujan dan terang

di tahun yang hilang.

gelombang air mata

gelombang air mata rindang di wajahku.

 

Apakah masih mengingat

pelukan yang berulang-ulang

menanam hangat di tubuhku.

dan memukau kesedihan

di oktober yang patah.

 

Betapa ingin kuceritakan

akar luka yang tumbuh di jantungku

tapi malam tak ingin mendengar kabar pecah

yang mengintai hari tanpa tujuan.

 

Pamekasan, 2020

 

 

 

  

Tanggal Merah

Oleh: Sitti Nurhotimah

 

Tutuplah kelambu

Di jendela banyak kenangan

Berlagak semu dalam ingatanmu.

 

Lengkuas luka mencabik

Kelopak matamu,

Dan tubuhmu merintih kesakitan.

 

Langit menatap kepedihan

Diwajahmu,

Dan berbisik pada senja

Selamat tiinggal angin maret.

 

Kau telah melirik

Bulan baru, penuh tanggal merah

Yang kau lingkari dengan keheningan

 

Kau telah singgah

Di pelabuhan,

Menghirup udara malam dikotamu.

 

Lampu sudah nyala,

Lihatlah sinar  rindu

Yang melepas penderitaan didadamu.

 

Pamekasan, 2020

 

 

Sitti Nur Hotimah, Saat ini menjadi mahasiswa di IAIN Madura, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Aktif di UKM Teater Fataria dan Komunitas Toilet. IG/FB: iink_S Nurhotimah, -No WA : 082335628522)

 

Photo by Bich Tran from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: