Topbar widget area empty.
Undangan Antologi Puisi Perkawinan Anak Bukan Pilihan flyer antologi perkawinan Tampilan penuh

Undangan Antologi Puisi Perkawinan Anak Bukan Pilihan

Pendahuluan

 

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Siaran Siaran Pers Nomor: B-017/Set/Rokum/MP 01/01/2020 menyampaikan bahwa praktik perkawinan anak di Indonesia sudah mengkhawatirkan. Di ASEAN, Indonesia menempati urutan ke – 2 untuk perkawinan anak. Itu sebabnya salah satu isu prioritas Kementerian PPPA adalah pencegahan perkawinan anak. Data Badan Pusat Statistik (BPS)  2018 menunjukkan sekitar 11,2% perempuan berusia 20-24 tahun yang telah menikah, melaksanakan pernikahan pada usia anak (di bawah 18 tahun), dan 20 provinsi di Indonesia memiliki angka perkawinan yang lebih tinggi dari angka rata-rata nasional 11,2%, diantaranya Provinsi Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

 

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengatakan bahwa praktik perkawinan anak memiliki dampak jangka panjang terhadap anak, keluarga, masyarakat, dan generasi masa depan. Anak perempuan secara fisik belum siap untuk mengandung dan melahirkan, sehingga meningkatkan risiko angka kematian ibu dan anak, komplikasi kehamilan, keguguran, dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah. Ketidaksiapan mental karena usia yang masih muda juga meningkatkan risiko perceraian dan pemberian pola asuh yang tidak tepat pada anak.

 

 

Melihat kondisi tersebut, Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Labuhanbatu bekerjasama dengan apajake.id mengajak para Penyair dan Bukan Penyair untuk mencegah perkawinan anak dengan cara kreatif yakni penulisan puisi bertema “Perkawinan Anak Bukan Pilihan.”

 

 

 

Ketentuan Antologi Puisi

 

 

Ada pun ketentuan Antologi Puisi Perkawinan Anak Bukan Pilihan adalah sebagai berikut:

  1. Undangan ini berlaku bagi semua penyair maupun bukan penyair, laki-laki maupun perempuan, baik berdomisili di Indonesia maupun di luar negeri, tanpa batasan usia.
  2. Naskah puisi ditulis dalam word ukuran kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1.
  3. Panjang naskah karya puisi maksimal 30 baris, 1 (satu) halaman untuk 1 (satu) puisi.
  4. Peserta diperbolehkan mengirimkan 2 – 4 karya puisi; minimal 1 puisi bertema ‘Perkawinan Anak’ dan sisanya bertema bebas tanpa SARA & Pornografi.
  5. Di bawah naskah karya puisi dicantumkan biodata peserta dalam bentuk narasi (maksimal 10 baris) serta foto diri dengan disertai alamat domisili lengkap (untuk pengiriman buku), e-mail, akun media sosial, nomor Whatssapp, dan atau nomor telepon yang dapat dihubungi.
  6. Kirim naskah puisi ke email negerisawit@gmail.com dengan subjek: Perkawinan Anak.
  7. Naskah boleh dikirimkan sejak pengumuman ini hingga 26 Juni 2020 Pukul 23.59 WIB.
  8. Naskah akan akan dikurasi oleh Dewan Kurator yang terdiri dari
  • Veri Madewa (Ketua FK PUSPA Labuhanbatu)
  • Zen Ajrai Nasution (Penulis & Anggota FK PUSPA Labuhanbatu)
  • TH Pohan (apajake.id)
  1. Nama-nama penulis yang naskah puisinya Lolos Kurasi akan diumumkan pada tanggal 30 Juni 2020 di website apajake.id dan diberitahukan via email.
  2. Setiap nama peserta yang telah mengirimkan naskah akan dipublikasikan di Group Facebook: Apajake.
  3. Naskah terpilih akan diterbitkan secara indie/self publishing. Sedangkan biaya penerbitan, diusung bersama oleh penyair yang terpilih dengan cara membeli minimal 1 (satu) eksemplar buku seharga Rp. 50.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Ongkos kirim dihitung berdasarkan jauh-dekat tempat tinggal penyair.
  4. Setiap penulis terpilih akan mendapatkan e-sertifikat.

 

 

#stopperkawinananak #raihprestasi #keluargapeduli

Juanda Pranggana
Ditulis oleh Juanda Pranggana
( 3 Followers )
X

Follow Juanda Pranggana

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: