Topbar widget area empty.
14 Hari Puisi Religi: Alunan Syahdu Kerinduan cover kerinduan syahdu Tampilan penuh

14 Hari Puisi Religi: Alunan Syahdu Kerinduan

Puisi Religi Rizky Endang Sugiharti dan Mhd. Irfan

 

 

 

Penanti Takjil

Oleh: Rizky Endang Sugiharti

 

Di riak jingga airmata jiwa menanti harap

memantik di dingin sunyi yang memapah deru paru

ketika senjakala menyibakkan warna

lembayung terkembang di langit jingga

gemuruh bait-bait ayat mengalir bersama airmata doa

berharap pertolongan dari kuasaNya dari segala Maha

 

Redup tubuh yang mengatup

merasa jauh lenyap bersama keluh

sementara tenggorokan begitu kerap dahaga

dari sepanjang hari yang terik

pada waktu telah merayap cepat

butiran korma

segelas teh tersedia di meja

namun diri telah tenggelam bersama gemuruh

 

ayat-ayat telah menjelma di dada

riuh kini tak lagi menemani

hanya sunyi larut ke dalam hati

mendekam dari sisa kenangan hampa

berayun dengan tenang

pada lafaz zikir bergema

 

usailah sudah elegi penantian

sebab doa doa yang bersembunyi

takkan runtuh oleh waktu

 

Deli Serdang, 15 Ramadhan 1441 H

 

 

 

 

Jalan Pulang

Oleh: Rizky Endang Sugiharti

 

Pada perjalanan pulangmu,

dari ribuan mil yang telah ditempuh

menerabas siang dan langit malam

bersama kata-kata yang bimbang hendak diucapkan

lalu perlahan menghanyutkan helaian angan

dan terpaku diam

 

Sepeninggal engkau pulang

menyisakan sejuta rindu

pada semua potret kenangan,

bayangan dan harapan yang lama terperam

bahkan seperti ada beban kau simpan

dari bertahun di dalam mulut membeku

 

Engkau telah pulang

meninggalkan senyum tipis

bersama ribuan semiotika absurd

begitu sukar dijabarkan

kini hanya rapalan doa-doa menggema

tuk kedamaian di dalam ketenanganmu

sebab gerimis tak kan lagi kulihat tanda seru

di layar bening kalbumu

 

Deli Serdang,   Mei 2020

 

 

 

 

Jalan Panjang

Oleh: Rizky Endang Sugiharti

 

Tentu pagi tak kan menyisakan kenang

pada lorong-lorong gelap

yang menyelimuti tubuh gigil

dengan andai-andai tak berujung

masihkah labirin terlukis di peta pikir

padahal malam begitu hening

memeluk doa-doa dari air mata yang tak terbendung

 

Pagi telah memuisi harapan,

di mana langkah tak lagi ragu

berjalan menuju mimpi yang begitu lama terperam

seperti barisan kata di tiap frasa-frasa,

begitu pula langit melukiskan jutaan suara manusia

tentang kepulan asap rindu,

sekerat harap,

alunan syair doa,

dan jeritan malam yang tak mampu tersekat

 

Napas tak kan berhenti

dan detak jantung masih kokoh berdegub kencang

kaki-kaki tak lagi terpasung oleh hambatan yang menjerat

lantas akankah pagi diabaikan pergi

membisu tanpa rekaman jejak yang menyejarah?

 

Deli Serdang,   Mei 2020

 

 

 

 

Alunan Syahdu Kerinduan

Oleh: Rizky Endang Sugiharti

 

Ada rindu di bawah langit mendung sore ini

seperti ada segenggam harapan

pada bait-bait cinta

di bawah naungan kubah

yang tak henti-hentinya

menyeru nama-Mu,

akankah doa-doa terus mengudara

dari kalbu yang setia menanti

pada rintik hujan yang lembut menghampiri?

 

Di sini, dari altar yang menggema sajak-sajak sepi

pada untaian rima dan irama

masih tersimpan rapi

tentang dzikir alunan syahdu kerinduan

sepotong puisi yang tak berdusta

di setiap tarikan napas

dan denyut nadi tertuju

pada sujud yang khusyuk

merendah diri dan hati

dalam mengukir indah nama-Mu

di antara seluruh keagungan-Mu

 

Deli Serdang,  Mei 2010

 

Rizky Endang Sugiharti, Ketua Forum Lingkar Pena Sumatera Utara dan mengelola Darco English Course & Maths Class. Kini menetap di Deli Serdang.

 

 

 

 

 

Merindukan Surga

Oleh: Mhd. Irfan

 

Tiada damai selain aroma subuh
kuhirup pada setiap zikirku
sesejuk jiwa yang merindukan surga
merindukan tempat yang dijanjikan olehNya

 

PerintahNya selalu dibentangkan
pada hakikat hidup kuberkaca
segala yang buruk adalah syaitan yang berkecamuk
iman kepadaMu selalu kujaga pada setiap nafas

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Aku Rindu Engkau

Oleh: Mhd. Irfan

 

Kurindukan engkau baginda
seperti ular yang hidup di gua
ribuan tahun menanti perjumpaan
untuk bersua denganmu

 

Kurindukan engkau baginda
di zaman yang penuh dengan kesesatan
para saudaraku tak lagi takut dengan dosa
menghindari pahala-pahala menuju surga

 

Setiap kubaca kisahmu
kulantunkan sholawat
setiap itu juga dadaku bergetar
tangis keluar dari mata

 

Sungguh engkaulah pilihan-pilihanNya
yang dirindukan setiap umat
tiada kesejukan selain melantunkan sholawat
saat gelap menyungkup malam pada keheningan

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Doa Dalam Puisi

Oleh: Mhd. Irfan

 

Puluhan puisi telah kutulis
namun tiada luruh hati selain menulis kebesaranMu
hati terasa rengkah
air mata tak henti-henti berjatuhan

 

Hari pembalasan yang kucemaskan
atas dosa-dosaku dan para saudaraku
aku bersimpuh pada jiwa renta
kuadukan segala yang pahit kuperbuat

 

“Aku memohon cabutlah nyawaku
sebelum aku jatuh ke jurang laranganMu
setelah kutahu makna dari kehidupan yang kekal
hanyalah akhiratMu”

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Yang Kutulis adalah air Mata

Oleh: Mhd. Irfan

 

Segala nikmatMu telah kurasa
merasuk ke dalam jiwa
namun diri tak pernah luput atas dosa
pada cobaan dan hidup sengsara

 

Tahajudku sujud di atas sajadah
melantunkan ayat-ayat suci
kutemukan kedamaian yang tiada tara
tak bisa diungkap dengan kata

 

Sesungguhnya yang kutulis bukanlah puisi
namun air mata yang selalu jatuh mengingat dosa
setiap kutulis, tanganku seketika berhenti
dadaku sabak hebat, air mata luruh begitu saja

 

Engkau yang maha melihat
tak dapat kutampik air mata ini
mengalir di seluruh tubuhku
hingga ke jemari-jemari tangan
menetes pada kertas berisikan penobatan

 

Pariaman, 2020

 

Mhd. Irfan lahir di Pariaman, 26 September. Sedang menamatkan studi di jurusan Sastra Indonesia Unand. Aktif menulis puisi, cerpen, dan esai. Tulisan pernah dimuat di beberapa media cetak dan daring. Buku tunggal berjudul Lelaki Pencari Jalan Pulang (2018). Bergiat di Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM), Labor Penulisan Kreatif (LPK), dan Lab. Pauh9. Dapat disapa di email: irfanjelah@gmail.com, dan sosmed: @muhamad_irfan2.

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: