Topbar widget area empty.
14 Hari Puisi Religi: Jalan Menuju Surga cover puisi menuju surga Tampilan penuh

14 Hari Puisi Religi: Jalan Menuju Surga

Puisi Religi Restu Iswara dan Indarka Putra Pratama

 

 

 

 

 

Jalan Menuju Surga

Oleh: Restu Iswara

 

Telah kutanam matahari

Di hati dan kepala.

Lampu-lampu di jalan

Tak cukup sampai

Menuntun menuju surga.

 

Bogor, 04 Mei 2020.

 

 

 

  

Sujud

Oleh: Restu Iswara

 

Kucumbui bumi

Aromanya mengeluarkan air mata,

Mondar-mandir hati dan kepala

Membawa pesan :

Esok entah kapan,

Kau pun akan dipeluk bumi.

 

Bogor, 04 Mei 2020

 

 

 

 

Ziarah

Oleh: Restu Iswara

 

Serupa hujan

Doa mengalir menuju akar

Dan tempatmu bersemayam, Ayah.

Apa kau serupa bocah

Yang riang ketika hujan datang?

 

Bogor, 04 Mei 2020

 

 

 

  

Sibgah

Oleh: Restu Iswara

 

Ketika aku sedang berlayar

Samar-samar terdengar

Dari samudera itu :

Ayo berenang dan selamiku

Tanpa dunia

 

Bogor, 04 Mei 2020

 

Restu Iswara merupakan lelaki kelahiran Mei 2001. Ia menyenangi membaca, menulis, berorganisasi dan mengusili kawannya. Sekedar info saja ia sebentar lagi akan menggenapkan usia menjadi 19 tahun. Ia belajar puisi di Asqalan Path Poems dan tunak di Competer Indonesia. Bila ingin berjabat tangan virtual silakan hubungi Ig; restu.iswara14.

 

 

 

 

Pukul Dua Belas Siang

Oleh: Indarka Putra Pratama

 

Terik menjambak ubun-ubun

Rupanya matahari vertikal lurus di atas rambut

Meraung, mangap.

 

Aku tak tahan dan merunduk di bawah gubuk

Meneguk ketel tersedak-sedak

Lalu kugelar anyaman daun kelapa

Bersuci dengan tiga gayung air

Memulai salat Zuhur dengan takbir.

 

Sukoharjo, 2020.

 

 

 

 

Langgar yang Merindu

Oleh: Indarka Putra Pratama

 

Syiir pujian kepadaMu, pula kepada kekasihMu

Menggema, menyapa, mengudara

Lantunan itu menyanyat-nyayat

Seiring seruan salat.

 

Sajadah dikalungkan leher

Setapak-setapak, sampailah di pintu langgar

Menyapa salam

 

Tersirat kerinduannya, kepada siapa pun

Yang biasa baris berhimpun

Menggelar sajadah, bermunajah

Sebab belakangan, langgar lesu jemaah.

 

Sukoharjo, 2020.

 

Indarka Putra Pratama, lahir di Wonogiri (Jawa Tengah) 2 Oktober 1997, sedang menempuh pendidikan S1 Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, IAIN Surakarta (Smt. 8). Bergiat di Forum Sahabat Lintas Iman Solo (Salis). Beberapa tulisan termuat di Solopos, Tribun Jateng, Harakatuna.com, Geotimes.co.id, dan Takselesai.com. Saat ini menjadi ketua GenBI (Generasi Baru Indonesia) Jawa Tengah, sebuah komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia.

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: