Topbar widget area empty.
14 Hari Puisi Religi: Tadarus cover kitab kuning Tampilan penuh

14 Hari Puisi Religi: Tadarus

Puisi Religi Romzul Falah HM, Aris Setiyanto, Elman Syahreza, dan Ardi Hamonangan Siregar

 

 

 

Tadarus

Oleh: Romzul Falah HM

 

dibacalah sepatah demi sepatah

hijaiah yang lillah tanda ibadah

 

menjadi instrumentalia puasa

di udara, di sudut-sudut dada

 

pahala-pahala jatuh tanpa upacara

merawat dahaga menyepuh luka

 

dikhatamkan selembar demi selembar

sebuah kitab tempat bersandar

 

Karangduak, 2020

 

 

 

 

Ritual

Oleh: Romzul Falah HM

 

di serambi, kita telah memulai

satu demi satu ritual santri

 

menadam imriti, me-muroja’ah

hafalan Quran mini

 

masjid adalah tempat bermunajat

wajah-wajah sesepuh berkiblat

 

kita memahami dialog waktu

mematankan diri dengan duru

 

Karangduak, 2020

 

 

 

 

Adakah

Oleh: Romzul Falah HM

 

adakah yang membaca berzanji

ketika di hati sepi meninggi

 

adakah yang membasuh pintu

ketika subuh datang dari hulu

 

adakah yang meniatkan semadi

sebagai peraduan jiwa yang nisbi

 

adakah yang selalu mengaji

hingga orkestra usia berhenti

 

Karangduak, 2020

 

Romzul Falah HM, lahir di Sumenep, Juni 2000. alumni pondok pesantren Aqidah Usymuni, Terate, Sumenep. Puisi-puisinya dimuat beberapa media, di antaranya: Radar Madura, Radar Banyuwangi, Radar Mojokerto, Cakra Bangsa, Kabar Priangan, Riau Pos, Solopos, Bangka pos, Bali Post, Suara NTB, Tribun Bali, Rakya Sultra, Minggu Pagi, Tempo, dll. Juga dalam antologi puisi bersama di antaranya Pucuk-Pucuk Ilalang (FAM Indonesia, 2018), Negeri Sawit (Malam Puisi Rantauprapat, 2019), Pesisiran (DNP 9, 2019), Mahligai Penyair Titipayung (Antologi Mengenang Damiri Mahmud, 2020), dll. Sekarang menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Wiraraja Madura. Bergiat di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon SOSPOL, Pabengkon Sastra dan Kelas Puisi Bekasi (KPB). Email: alfinromzulfalah@gmail.com Alamat: Kantor Redaksi PortalMadura.com, Jl. Belimbing, Karangduak, Sumenep.

 

 

 

 

 

Selembar Kitab Kuning

Oleh: Aris Setiyanto

 

memutar sandal

bapak kiai

 

gerbang surau

senantiasa kehijauan

 

ketika tanganku bersua tanah

kau dapati aku

 

tersenyum bahwa kau-aku

kembali ke lini serupa

 

Temanggung, 10-05-2020

 

 

 

 

Menjelang

Oleh: Aris Setiyanto

 

ajal

 

wajah yang sama sekali

tak pernah kulihat

tetiba datang

ke hadapanku

rikala bersua aku

kekasih

ibu-ayah

adik-kakak

di peraduan

tubuhku gigil dan

begitu dingin

seluruhnya gelap

tangan gaib itu

sentuh nyawa aku

terbang, aku di awang

saksikan diriku sendiri

terbaring dalam tangis

 

andai aku hidup lagi

tak akan aku

siakan waktu

 

Temanggung, 10-05-2020

 

 

 

 

Tadarus

Oleh: Aris Setiyanto

 

sesiapa

lembaran usang

ayatullah mengaung

langit dukuh yang dingin

sehangat dekap

 

Temanggung, 10-05-2020

 

  

Aris Setiyanto, fan JKT48 yang hobi menulis puisi. Berdomisili di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisinya, “Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas”.

 

 

 

 

 

Mihrab Cinta

Oleh: Elman Syahreza

 

malam begitu pekat

desah angin menyusup lekat

derai air mata bersimbah peluh

dalam lirih membasahi tubuh

 

jerit terbungkam

seakan patah dihiruk-pikuk perjalanan

bersimpuh tunduk dalam penghambaan

munajat cinta tulus dipersembahkan

 

duhai Sang Maha Cinta

izinkan aku menabur rindu

menepis segala ragu yang terbelenggu

di ruang mihrab kutasbihkan asma-Mu

 

 

 

 

Membaca Tanah

Oleh: Elman Syahreza

 

Kau yang lahir dari tanah

Bermula dari tiada

Kelak dihisap tanah

Kembali ke tiada

 

Kau yang lahir dari tanah

Berakhir atas kehendak Allah

Kelak menanggung sepi

Di bawah akar pohon dan rumpun padi

 

Kini kita sampai kepada-Nya

Kepada yang pernah disuburkan

Dan kemudian dikuburkan

Kepada yang pernah dimuliakan

Dan kemudian dibinasakan

 

Elman Syahreza adalah nama pena dari Sulaiman. Penulis yang tinggal di Tembilahan ini adalah penggila buku dan makanan. Insomnia berat yang membuatnya selalu kesulitan tidur di malam hari justru membuatnya produktif menulis dan membaca banyak buku. Buku kesukaannya adalah motivasi, puisi dan novel. Penyuka warna biru lagu R & B dan touring ini bisa dihubungi. Email: rahman.rr6688@gmail.com.

 

 

 

 

 

Doa

Oleh: Ardi Hamonangan Siregar

 

Tuhanku dalam tunduk

Aku mengucap syukur

Pada rezeki yang Kau beri

 

Tuhanku dalam tarikan nafasku

Aku merapal banyak semoga padaMu

Semoga hidupku tetap pada jalan lurusMu

 

Tuhanku dalam sunyi

Aku membaca kisah kasihMu

Pada kekasihMu

 

Lalu dalam doa aku berucap

Akankah aku layak disisiMu

 

Padang, 2020

 

 

 

 

Doa II

Oleh: Ardi Hamonangan Siregar

 

Tuhanku

Tubuhku dilumuri dosa-dosa duniawi

Yang kucipta dan kucinta

Apakah Engkau cemburu?

 

Tuhanku

Pikiranku dikotori sampah-sampah dunia maya

Tubuhku kumuh dan bau saban hari bercengkrama pada maksiat

Apakah Engkau mau memelukku ?

 

Tuhanku

Dusta-dusta adalah sarapanku

Dan caci maki minumanku

Akankah Engkau beri keberkahan untukku?

 

Tuhanku

Aku mengetuk-ngetuk pintu rumahMu

Dengan sungguh dan malu

Akankah Engkau menjamuku?

 

Padang,2020

 

 

 

 

Doa III

Oleh: Ardi Hamonangan Siregar

 

Tuhanku

Dalam tunduk yang keberapa lagi

Aku dapat menjumpaiMu?

 

Tuhanku

Dengan kata-kata apalagi

Aku dapat menyentuhMu

 

Tuhanku

Berapa puluh kali lagi

Asma-asmaMu kusebut kulagukan

agar aku dapat segera memelukMu

 

Padang, 2020

 

Ardi Hamonangan Siregar lahir di Lubuk Linggau pada bulan November, saat ini tengah menyelesaikan studinya di jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas. Ia aktif berkegiatan di UKMF Labor Penulisan Kreatif (LPK).

 

Photo by Pok Rie from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: