Topbar widget area empty.
Bisu dan Nasib Rindu dan Nasib Tampilan penuh

Bisu dan Nasib

Puisi Aang MZ

 

 

 

Hujan di balik bilik

Oleh: Aang MZ

 

Lantaran ada hujan di balik bilik

Halaman rumah basah

Di tangisi air merta jiwa

Jendela menangis sendu diranjang hujan

Aku seperti dikurung disangkar burung

Hanya berkicau diksi-imajinasi yang terjadi

Hujan masih bergelayut dengan rilis

Dingin menyambar kedalam ruang, mengepal perlahan

Pada mata yang akan menghampiri kelamunan mimpi

Tapi aku bertahan perlahan

Sebab di situ pula aku belum sempurna melihat hujan tiba

 

07-03-2020

 

 

 

 

Suasana malam

Oleh: Aang MZ

 

Kenapa hewan-hewan yang mengumpat di balik sesuatu selalu bersuara

Sedangkan pohon-pohon tak lagi bertengkaran

Apakah ini namanya suasana?

Mungkin ini sebuah perbedaan?

Di tengah ladang tersenyum

Peristiwa yang terjadi sejuk sekali

Bulan cukup sempurna

Dibawah langit aku melihat kecantikan bulan

Aku berenang kedasar masa silam

 

08-03-2020

 

 

 

 

Bisu dan nasib

Oleh: Aang MZ

 

Di dekatku seumpama ada rupa

Yang memberikan istimewa pada nafsu

Mungkin aku tak mengenal waktu

Selambaian kata jadi bisu

Manakala ada pohon yang gaduh di dekatku

Lebih-lebih kuterkam lebih petang

Meski akhirnya kumenerima sapuan dari tangkainya

 

08-03-2020

 

 

 

 

Pesantren

Oleh: Aang MZ

 

Solat ashar selesai, ngaji kitab akan dimulai

Seusai bel berbunyi bertanda terjadi

Santri beranjak ketempat ngaji

Ingin duduk di hadapan kyai

 

Kitab dibaca dan diberi arti santri menulis kembali

Apa yang sudah dibaca oleh kyai

Kyai bukan sekedar memberikan harkat dan arti

Melainkan memberikan penjelasan terhadap santri

Mengaji hingga wajah matahari mati

 

Annuqayah 2020

 

 

 

 

Aku masih mencarinya

Oleh: Aang MZ

 

Mengenai tatakrama kata-kata

Aku masih mencarinya

Lihat para penyair

Masih menggali tutup lubang

Jika ada yang mengenal tatakrama kata-kata

Mungkin ia sudah mengetahui dewasanya kata-kata

Sebab kata-kata itu masih dini

 

21-03-2020

 

Aang MZ nama dari Ach Atikul Ansori. Lahir 18-05-2001 di Pulau Gili Raja Sumenep. Alumni  Nurul Huda II, Dan Sekarang  Nyantri di PP. Annuqayah daerah  Lubangsa selatan. Antologi puisinya adalah Rahasia Rasa Publisher (2019) Janji Senja JSI, (2019), Pena Artas (2019), Jejak Rasa di Ruang Jiwa (Komonitas Antologi Sastra) 2020. Tergolong 10 Penulis Terbaik Versi NegeriKertas.com Edisi Pejuang Garda Terdepan (2020). Serta nangkring di media Nusantaranews, Takanta, Simalaba, Travesia, Apajake, Sukma. Koran pendidikan, Malangpost. Kini aktif di Sanggar Basmalah. Email; aangmz009@gmail.com.

 

Ilustrasi foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: