Topbar widget area empty.
Prau cover Prau Tampilan penuh

Prau

Puisi Adien Tsaqif Wardhana

 

 

 

Pohon Yang Tumbuh Di Hatiku

;Rina

Oleh: Adien Tsaqif Wardhana

 

Aku ingat saat kau menanam bibit pohon di hatiku, Rin

kau rawat, kau pupuk, kau siram

hingga pohon itu tumbuh besar

akarnya menjalar ke sudut-sudut hati

 

karena kau bosan

akhirnya kau tinggalkan pohon itu

dan kau memilih menanam bibit pohon ke tempat lain

 

taukah engkau Rin?

semenjak kau tinggalkan pohon itu

pohon itu malah semakin tumbuh besar

urat akarnya memenuhi hatiku

sebab pohon itu mendapat nutrisi kasih yang berlimpah

sampai- sampai, ketika orang lain mencoba menanam bibit pohon di aku

pohon itu tidak bisa tumbuh

sebab hatiku sudah dipenuhi akar dari pohonmu

 

aku coba tebang, cabut akarnya, bakar

tapi selalu gagal

mungkin hanya kau satu-satunya

yang bisa mencabut pohon itu, Rin

 

atau jika engkau ingin merawatnya lagi

dengan sangat ku persilahkan

 

Jogja, 2020

 

 

 

 

Kledung

Oleh: Adien Tsaqif Wardhana

 

Awal perjumpaan kita

wajahmu dipenuhi kabut putih bersahabat

menyelimuti para petani

agar terhindar dari sengatan matahari

 

dadamu ditumbuhi pohon-pohon cemara

yang hijau di mata

 

matamu mengalir sungai-sungai kecil

airnya bening, sebening langit di selatan sana

 

mulutmu meniupkan angin yang dipandu dingin

tetapi badanku tidak menggigil

 

orang-orang yang tinggal di tubuhmu

berbeda dengan yang lainya

omongan mereka penuh makna

bukan omong kosong belaka

 

mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan

yang sanggup merawatmu, menjagamu

dan tidak akan pernah menyakitimu

 

suatu saat jika aku pantas menjagamu

akan kuajak ibutinggal bersamamu

 

Temanggung, 2020

 

 

 

 

Merbabu

Oleh: Adien Tsaqif Wardhana

 

Aku terbangun di antara pohon-pohon akasia

tubuhku masih kosong, hampa

dingin memandu angin

taburan bintang di langit melukiskan wajahmu

orang-orang sudah terlelap di tenda-tenda

tapi aku masih terjaga

 

kenangan bersamamu menemani perjalananku, sunyi

menyusuri sungai kecil yang bermuara di hati

puncak kenteng songo mengisyaratkan

hari esok akan biru

 

2017

 

 

 

    

Prau

Oleh: Adien Tsaqif Wardhana

 

Aku termangu di pangkal pagi

yang dingin tapi kering

cahaya fajar hinggap di Sindoro Sumbing

kabut dari utara singgah di kalbu

tenda-tenda kehilangan tuan

jarak sunyi semakin jauh

hatiku pecah menggemuruh, luruh

 

2019

 

 

Adien Tsaqif Wardhana. Alamat: Kenteng Paseban, Bayat, Klaten. Pernah belajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan sekarang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret. Suka menulis puisi, opini, dan esai.

 

Photo by Capung Purnomo from Pexels

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*