Topbar widget area empty.
Terkenang Kampung cover puisi mhd irfan Tampilan penuh

Terkenang Kampung

Puisi Mhd. Irfan

 

Pulang kampung bukanlah pulang kita yang sesungguhnya, sayang

 

 

Corona II

Oleh: Mhd. Irfan

 

Malam tak sepanjang hari-hari sebelumnya
sunyi menyelimuti gelapnya
tak sedingin embun yang kini enggan turun
mengembangkan sayap-sayapnya

Kampung bak rasa tak berpenghuni
tak terdengar kendaraan melintas di jalan
tak terdengar lolongan anjing melihat orang berjalan
bahkan tak terdengar lapau-lapau pada perdebatan

Sejak corona memimpin dunia
pada kesakitan tak semestinya
kita urut panjang dada
dengan zikir beruntai ketabahan

Meski usia tak dapat diterka
di antara masa-masa yang sengsara
kita membatu di rumah saja
selain itu sia-sia

Jam terus berdetak
hari kian berganti
kupegang teguh menunggu waktunya tiba
dari pahlawan-pahlawan yang berada di garda depan

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Menjumpaimu Saat Corona

Oleh: Mhd. Irfan

 

Banyak yang berkata: tak satu jalan ke Roma
berkerikil tajam di situ
berlumpur hitam di sini
berhutan lebat di sana
berjalan datar mulus di lain

Tetapi hanya satu jalan ke cinta, kataku
tempat darah-darah rindu mengalir
ruang-ruang hampa menyudut lalu pergi
nestapa enggan bertemu lagi
adalah engkau yang tersenyum lebar saat kubayangkan

Di telapak kaki darah mengering memijaki kerikil-kerikil tajam
setubuhi lumpur hitam berbau sepi lalu
melajangi hutan lebat naiknya pendakian tajam, turunnya curam bebas
hingga keberadaanmu kujumpa jua
meski bentukku menjadi naas
setidaknya cinta yang kugenggam tak tergilas kehilangan

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Corona III

Oleh: Mhd. Irfan

 

Di bagasi rumah pagarnya dibuka
saat fajar menaik menampakkan cahayanya
anak-anak telah siap mengenakan seragam sekolah

Fajar kian meninggi, bapak memanaskan mesin mobil
nenek memindahkan sepedanya, matanya menatap sepeda tua
tak terpakai lagi, cucu-cucunya menaiki mobil yang bertuliskan corona di bagian belakangnya

 

Pariaman, 2020

  

 

 

  

Nestapa Bumi

Oleh: Mhd. Irfan

 

Duka seperti apa kau janjikan kepada kami
sehingga duri bersulaman di bibir
dan kau tiupkan racun angin ke lempam tubuh bumi?

Tawa seperti apa kau jalarkan kepada kami
sehingga subuh begitu rapuh
menjalar pada fajar?

Pada kalender merah apel yang rengkah
oleh pisau bermata dua, serta kurma
dan anggur adalah senandung dendang yang terbuang dini hari.

Kutatap putih mata tanah, melipat kaki
di atas tuba dengan bentangan hening yang tak terbilang tempuhnya
kilat menggunting rambut awan, agar hujan turun sebagai pelengkap nestapa.

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Terkenang Kampung

“Pulang kampung bukanlah pulang kita yang sesungguhnya, sayang.”

Oleh: Mhd. Irfan

 

Kudekap erat tubuhmu yang gigil
mengenang kampung halaman jauh di seberang
di sini ada ketakutan bersarang
kabar-kabar pulang bergentayangan

Kupejamkan mata yang bergetar
melihat kematian kian bertambah
diri terasa lemah bingkai
mendekapmu adalah berani yang dusta

Mata air di matamu
kusumbat dengan kecupan tabah
meski kita adalah kaki-kaki yang patah
namun lumpuh bukanlah hakikat hati

Kampung halaman hanyalah rantau
jua perantauan
rumah kita bukanlah dunia
melainkan akhirat yang menanti pulang seutuhnya

 

Pariaman, 2020

 

 

 

 

Pengasingan Diri

Oleh: Mhd. Irfan

 

Kututup rapat pintu rumah
agar tak ada tamu yang datang
meski tetangga sekalipun
atau saudara berlain rumah adalah siasat buruk hari ini

Tak sekalipun ada kabar baik dikabarkan
apalagi kabar buruk dihimbaukan
tergamang sendiri pada pengasingan
bara api menyala ganas di kepala

Kupelihara jua lahir dan batin
pada bimbang yang mengalir
menemui hulu yang bersih
agar bermuara di jiwa

Tak ada luka yang koyak
jika tak disayatkan
tak ada selamat yang tampak
jika tak kepada tuhan dipercayakan

 

Pariaman, 2020

 

 

Mhd. Irfan lahir di Pariaman, 26 September. Sedang menamatkan studi di jurusan Sastra Indonesia Unand. Aktif menulis puisi, cerpen, dan esai. Buku tunggal berjudul Lelaki Pencari Jalan Pulang (2018). Bergiat di Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM), Labor Penulisan Kreatif (LPK), dan Lab. Pauh9. Email: irfanjelah@gmail.com. Sosmed: @muhamad_irfan2.

 

Ilustrasi foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*