Topbar widget area empty.
Baris Baris Permintaan Barisan Permintaan Tampilan penuh

Baris Baris Permintaan

Puisi Rion Albukhari

 

 

Rion Albukhari

MENGETUK PINTU

 

Telah terbang sayapku ke dingin ubinmu,

tanpa kesumat ataupun belati aku datang,

izinkan kuketuk pintu kau

dengan ketukan paling intim.

Bismillah.

 

Bayang, 2020

 

 

 

 

Rion Albukhari

BUKAKAN PINTU

 

Dengan kedua tanganmu,

dengan gelegak jantungmu,

bukakan ketukan pertama

dan terakhirku ini,

pada sabda cinta kita kembali.

 

Bayang, 2020

 

 

 

 

Rion Albukhari

KASIDAH PERTANYAAN YANG SUNGSANG

 

Percayakah engkau, bahwa manusia itu

menciptakan kesepiannya sendiri?

Dan percayakah engkau, sayangku,

kesepian, duka lara, dan hari-hariku yang melompong

ditempa oleh sepasang tanganmu?

 

Kupandang jalan;

hanya dua-tiga ekor kuda besi yang terlihat,

saling melepaskan ringkik mereka yang jemawa.

 

Sungai? Tak ada lagi yang bisa dikisahkan tentangnya,

kecuali sampah dan limbah bobrok dari revolusi kita,

yang bernyanyi di antara lemah dan kuat arus.

 

Juga di dalam diriku,

segalanya adalah pusaran keguyahan,

derak tulang patah saling melantun,

penggalan kidung yang hilang,

serta tangis tak sudah-sudah.

 

Betapa muram gambaran itu, sayangku,

lantas bagaimana engkau menyangkal pertanyaan-pertanyaan?

 

Bayang, 2020

 

 

 

 

Rion Albukhari

SELAGI NAMAKU BELUM BERUBAH

 

Selagi namaku belum berubah,

katakan pada Dea,

aku akan terus mencintainya,

kabarkanlah hal ini wahai burung-burung malam

yang melaju dalam kegelapan,

yang sepasang sayapnya ditempa oleh

gerimis dan senja berkabung.

 

Jika tanganku masih ada, mata,

hatiku serta, maka itu masih untuknya,

selagi namaku belum berubah_Rion yang mencintai Dea_

dengan segenap kerapuhan jiwanya,

yang menyatukan kami, sangat dekat,

bagai kancing melekat pada bajunya,

kabarkanlah hal ini wahai kuda-kuda

yang kehilangan ringkik,

dan menemukan lari di luar gelanggang.

 

Bayang, 2020

 

 

 

 

Rion Albukhari

CINTA DAN AMARAH

 

Dengan seluruh dalam selku,

aku akan mencintaimu.

Dengan buih yang meluap

dari pangkal jantung,

sehingga ia menjelma sungai deras,

tak ada arus lemah padanya

ketika pergi menuju laut.

 

Saat kecewa dan berduka atas kebutaan cinta,

aku akan melemparkan segala amarah

yang demikian hebat pula padamu,

bagai anjing rakus,

yang hanya meninggalkan belulang

mangsanya, tanpa balutan daging

sedikitpun.

 

Setidaknya sampai kau paham;

bahwa amarah yang besar

juga merupakan bukti cinta yang teramat.

 

Bayang, 2020

 

 

 

 

Rion Albukhari

DARI PANTAI KITA AKAN MEMULAI

 

Ke timur orang-orang pergi,

mengangkut berpuluh-puluh nasib,

menyerahkan bayangan mereka pada matahari.

 

Dari barat orang-orang itu kembali,

memulangkan segala keluh,

kepada air yang menaungi pantai,

kepada alunan hari yang menyanyi sansai.

 

Dan dengan suara paling dangkal,

aku mengajakmu ke selatan,

ke mulut angin yang menyalak,

buat mencari sebuah baju

untuk dikenakan oleh anak-anak kita kelak.

 

Bayang, 2020

 

 

 

 

Rion Albukhari

BARIS-BARIS PERMINTAAN

                                                        

Datanglah padaku,

limau muda yang memaparkan wangi dan jerit,

dengan kandungan air yang menusukkan

mabuk pada seekor burung kenari,

sebab pada napasmu,

pada napasmu aku mampu melahirkan

tawa-tawa kebahagiaan,

mencipta ruang-ruang sunyi.

 

Dan matamu, matamu sayangku adalah kilau gemintang ,

yang menunggangi semua warna malam,

dan di situ kapal-kapal begitu lekas menjadi silam,

bagaimana mungkin aku bisa melepaskan diri dari jerat maut itu?

 

Maka datanglah padaku,

walau siang putih pucat,

walau malam tak selalu janjikan hal-hal baik.

 

Bayang, 2020

 

Rion Albukhari, lahir di Limau-Limau (Bayang Utara), Pantai Barat Sumatera. Sekarang adalah mahasiswa sejarah Unand. Menulis esai dan puisi di media. Bergiat di organisasi Cendekia dan rumah baca Pelopor 19.

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: