Topbar widget area empty.
Bulan dan Kampung Halaman Bulan dan kampung halaman 2 Tampilan penuh

Bulan dan Kampung Halaman

Puisi Ana Khasanah

 

 

Ana Khasanah

CUMBU RAYU TUHAN

 

Gemercik akuarium membuat ramai subuh

pun jago-jago yang mulai saling bersahutan

anak terlihat meringkuk di bawah selimut

bergaris hitam putih yang memanjang hingga alam sadar

bersembunyi dari dingin dan segala kemungkinan

sedang sajadah basah ibu telah tergelar

sedang terjadi tawar menawar

dengan kehidupan dengan Tuhan

dengan cinta juga dengan dirinya sendiri

di gelas kaca teh tersaji dari air matanya

tungku termangu menunggu

kaleng beras yang kian kosong

sedang pagi akan terus tumbuh dan berlalu

dan subuh dini hari ia telah merayu Tuhan

dengan hati-hati berkali-kali

 

Kebumen, Maret 2020

 

 

 

 

Ana Khasanah

BIRU DAN ORANG ASING DALAM DIRIMU

: Bianca Vanda V.J

 

Balon warna-warni yang kau genggam sore itu

telah lepas dan terbang menuju langit, menuju biru

meninggalkan mata sayumu dengan diam-diam

sedang langkah-langkah kecilnya masih tak bersuara

ia tertahan oleh kerikil atau batu dalam kepalanya

menuju kesunyian ke dalam dirinya sendiri

sedang hatimu sebenarnya ingin memeluknya

lalu menggenggam jemarinya menuju dirimu

dan dia boleh menjadi biru, kuning, hijau

atau merah nyala dalam pikiranmu

tentu dia boleh menjadi apapun

maka terbangkanlah ia sekali lagi

menuju langit, menuju dunia yang luas itu

menuju hatimu dan menjadi dirimu yang satu

 

Kebumen, Juni 2020

 

 

 

 

Ana Khasanah

BULAN DAN KAMPUNG HALAMAN

: Sherly Nadia S.

 

Bulan terdengar sibuk mengetuk jendela kamarmu

sesekali biarkan ia terlelap sejenak dalam kepala

agar ia tau bahwa pikiran juga tak kalah luas

dari langit dari tanah rantau yang telah dipijaki

dan sejak kau memilih pergi beberapa waktu lalu

pagar masih berdiri rapih di halaman rumah

hanya sedikit pudar menjadi abu-abu

seolah ia tak dapat menua lalu melangkah

memandang awan, rintik dan terik

ia sibuk menata alis menata suasana yang payah

sebab menyangga segala-gala ketika kau tak ada

barangkali kau telah pergi ke stasiun dan bandara

memandang kaca dan lantai yang tak terhingga

sedang kampung halaman setia menunggumu

berharap kau kembali mengetuk pintu ibu

dan memandang bulan dari balik jendela

oh ini kampung halaman yang dirindukan

tempat menampung segala kegelisahan

 

Kebumen, Juni 2020

 

 

 

 

Ana Khasanah

MERAYAKAN KESUNYIAN

 

Lebaran lalu orang-orang sibuk di meja makan

merayakan kemenangan sembari menikmati hasil panen

padi dan aneka palawija di lahan belakang

tapi lebaran kali ini ia hanya merayakan kesunyian

sebab tak ada yang bisa dilahap selain puisi

pohon-pohon memilih tumbang memilih

menjadi kata-kata yang kemudian binasa

dan ia tak ada pilihan selain memilih lapar

tanah-tanah memilih menjadi gedung yang menjulang

padi yang menguning hanya berjajar dalam tulisan

aku dihidangkan zaman dengan ketidakwarasan

dan bertanya-tanya apakah kelak anak cucu merasakan

hari yang suci tanpa apapun kecuali kesedihan

 

Kebumen, 2020

 

Ana Khasanah, menulis cerpen dan puisi. Berdomisili di Kebumen, Jawa Tengah. Dapat ditemui di akun @_anakhasanah.

 

Photo by samer daboul from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: