Topbar widget area empty.
Catatan Rumah catatan rumah Tampilan penuh

Catatan Rumah

Puisi Rendra Al Murtadho

 

 

Antara Nyala

Oleh: Rendra Al Murtadho

 

/1/

jarak tumbuh subur di antara kita. dipupuk oleh bisik orang kampung dan omelan seisi rumah.

/2/

merah bibir kita dan bunyi dentingnya telah dibikin derau bisik dan omelan.

/3/

tangan kita sudah tak bisa saling menjamah tubuh. dua meter atau enam meter telah membuat kita kalah.

/4/

sedang bola mata kaca kita masih saling menatap dalam, meski beringsut samar-samar.

/5/

kini kita hanya punya kata dan doa. melimpah dan bernyala-nyala.

 

Kerinci, 2020

 

 

 

 

Catatan Rumah

—bagian belakang rumah, tak ada yang hidup. semua mati

telah lama sekali, mati!—

Oleh: Rendra Al Murtadho

 

ibu duduk murung menunggu di ruang

keluarga, memotong bawang untuk makan

sementara di halaman rumah, anak bermain

mengejar bayang-bayang, atau melompat

menangkap bulan. dan bapak terus mencari

jalan, sedang matahari hampir tenggelam.

tenggelam dan kelam.

 

Padang, 2019

 

 

 

 

Kembali Menyemai Orang Rumah

Oleh: Rendra Al Murtadho

 

kasih, kita saling menyemai sepanjang

tatapan khawatir ibu-ayah, menabur

doa untuk orang rumah. memetik

bunga dari celah yang malu-malu.

 

tapi badai tak henti memberantakkan halaman

rumah, membikin kita menyemai lagi.

apakah tuhan tidak jatuh cinta, atau

cinta tuhan amat mekarnya, kasih?

 

Padang, 2019

 

 

 

 

Rumah Tua

Oleh: Rendra Al Murtadho

 

di sini. nasib sudah tua, kerap

berbenturan dengan jiwa yang menua.

tiap sudut rumah penuh kenangan

nan kalah. pun penghuni hilang

dalam penugguan.

 

“memancang nisan adalah jalan, nak!”

 

Padang, 2019

 

 

 

 

Jalan Ke Rumah

Oleh: Rendra Al Murtadho

 

jalan menuju pulang mulai kelam

di ujung sana, tidak terbebas benar

“bawalah kasih dan doa ke sana”

jangan berhenti, teruslah menyusuri

diam. kelam. ngeri. taburi selalu

doa-doa.

 

Padang, 2019

 

Rendra Al Murtadho. Lahir dan besar di Kerinci Sekepal Tanah Surga. Mahasiswa sastra Indonesia yang kebingungan dan ingin diwisuda sebelum ditanya mertua.

 

 

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: