Topbar widget area empty.

Semoga

Puisi Chepy Kurniawan

 

 

 

Lelaki Ngigau

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Berkelana senyap gelap malam

Lelaki suara jangkrik malam

Memuja alam hati bersemayam

Tuhan menyaksikan diam

Burung hitam siul-siul terbang malam.

 

Asap menggumpal keluar masuk kerongkongan

Sirkulasi suhu tubuh membeku

Imaji berlayar ke entah

Pengakuan lelaki terhadap dosa-dosa.

 

Kursi bambu dan puisi berkata :

“ia lah malam, malam penuh bualan keabadian, bulan kuasa angkasa”

Lelaki memeluk tubuh bulan

Angin prasangka kedamaian.

 

Padang, September 2019

 

 

 

  

Semoga

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Gerhana sebentar lagi datang

Bayangmu yang selalu ku tunggu tak kunjung datang

Daun telah mulai menggugurkan dirinya

Musim telah berganti

dan kau masih tak ada disini.

 

Wahai kau yang selalu ku puja dambanya

Kehadiran kau yang masih menjadi tanda tanya ?

 

Memilikimu adalah salah satu ekspetasi yang selalu ingin aku realitakan

Bersamamu adalah angan yang ingin ku impikan.

 

Pekanbaru, Oktober 2018

 

 

 

  

Semoga ll

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Malam jadilah malam yang tenang

Jangan ribut

Jangan ganggu.

 

Malam jadilah malam yang hangat

Jangan berangin

Jangan hujan.

 

Malam jaganlah menarik selimut tidur sayangku.

 

Padang, September 2019

 

 

 

 

Puisi Untuk Kau Sayang

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Hari ini aku tulis puisi untukmu

Tak jauh dari

Cinta

Alam

dan kau

 

Cinta terhadap suka duka

Alam bawah sadarku menyelami inti jiwamu

dan kau adalah puisi ini.

 

Padang, 2020

 

 

 

 

Tidur Untuk Selamanya

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Aku memasuki alam bawah sadarku

Menyelami bunga tidurku

Seolah aku tak ingin bangun kembali

Membuka mata melihat dunia yang penuh fatamorgana

Dunia yang penuh dusta

Keangkuhan

Kelicikan

Kejam dan mematikan

 

Sedang mimpi-mimpi membawaku berada di dunia yang penuh kedamaian

Kekerasan tak ada terjadi

Menciptakan kehidupan yang sungguh abadi

 

Aku tersentak

Tersadar dan membuka mata

yang terjadi dunia begitu damai setelah ku membuka mata

Tak ada lagi fatamorgana

Dusta-dusta

Keangkuhan

Kelicikan

Kejam dan mematikan

 

Tapi sayang aku bangun dari tidurku Selama-lamanya.

 

Pekanbaru, 2020

 

 

 

 

Sebelum Aku Hidup Sajakku Fiksi

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Hidup ini kematian

Aku mati

Kau mati

Semuanya mati

Bahkan dunia mati

Kita mati di kehidupan nyata.

 

Padang, Februari 2020

 

 

 

 

Hukum Tuhan

Oleh: Chepy Kurniawan

 

Aku sepi yang kau singgahi

Aku lebur yang kau perbaiki

Aku luka yang kau sembuhi.

 

Terima kasih kekasih

Begitu yang mampu ku ucapkan.

 

Hujan telah ku senangi

Malam dan sepi telah ku lalui

dan kau kini telah pergi

Kepangkuan Ilahi.

 

Padang, September 2019

 

 

Chepy Kurniawan adalah seorang anak yang di berikan nama dar ikedua orang tuanya. Pertama kali berada di bumi pada tanggal 15 januari 2001 dan sampai saat ini alhamdulillah masih di bumi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas.

 

Photo oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*