Topbar widget area empty.
Separuh Aku Hilang Separuh aku hilang Tampilan penuh

Separuh Aku Hilang

Puisi Lisna Pandiangan

 

Tinggal Cerita

Oleh: Lisna Pandiangan

 

Mencari keseluruh arah

Asap mengepul sampai ke angkasa

Di mana katanya bumi indah ?

Gumpalan hitam mencekik rongga dada

 

Pohon rekayasa di mana-mana

Semua hanya lukisan di dinding saja

Tidak ada yang benar-benar nyata

Rasanya buyutku berbohong

Tentang Pohon besar dan ikan warna-warni

 

Bintang Kompak, 01 Mei 2020

 

 

 

 

Aku Hancur

Oleh: Lisna Pandiangan

 

Air mata memaksa keluar dari sarangnya

Tubuh gagah ini sia-sia

Bagaimana jika berpasrah saja

Bisik hati yang semakin lelah

 

Sungguh mata ini tak bisa berdusta

Aku hancur

Perginya istri dan buah hati untuk selamanya

Tuhanku, hambaMu penuh duka

 

Bintang Kompak 06 Mei 2020

 

 

 

  

Senyap

Oleh: Lisna Pandiangan

 

Hari ini akan menjadi cerita

Orang-orang harus menahan ego yang sering meraja

Lapangan hijau di depan rumah sungguh senyap

Teriakan anak-anak tak terdengar

 

Tak ada lagi ibu-ibu bercerita di depan gerobak sayur

Kedai kopi terlihat semakin gelap tanpa tawa

Dunia sedang bergejolak

Manusia kini terlihat sangat lemah

 

Bintang Kompak, 10 Mei 2020

 

 

 

 

Sesalku

Oleh: Lisna Pandiangan

 

Pagi itu mentari menyapa hangat

Angin sayup-sayup menari bersama dedaunan pohon

Ada tawa di balik dinding batu bata

Semua tampak biasa saja

 

Hingga dering bel mengubah segalanya

Kabar duka perginya seorang wanita

Sungguh tak terduga

Tanpa pertanda, kau pergi begitu saja

 

Tak sempat kukatakan maaf

Atas luka yang tak sengaja kubuat

Jika kita bertemu di dimensi berbeda

Tolong terima maaf dariku

 

Bintang Kompak, 16 Mei 2020

 

 

 

 

Separuh Aku Hilang

Oleh: Lisna Pandiangan

 

Air mata tak berhenti membanjiri pipi

Degub jantung semakin lemah

Semua pertanda rapuhnya manusia menghampiri

Sesal semakin menyiksa raga

 

Pergi mu sangat memukul jiwa

Jujur tidak siap akan semua

Anak yang malang, berharap dukanya tidak nyata

Ibu telah pergi untuk selamanya

 

Bintang Kompang 20 Mei 2020

 

 

 

 

Doa yang Dilangitkan

Oleh: Lisna Pandiangan

 

Cahaya matahari pagi menembus kaca

Membangunkan aku dari tidur  pulas

Pagi ini ada banyak anugerah menghampiri

Tentang naik jabatan dan tentang cinta yang semakin erat

 

Ada doa yang tidak pernah putus

Terus-menerus melangitkan doa

Hari ini rasanya mengingatkan kembali cerita lalu

Di pagi dan malamnya namaku selalu disebut dalam doa

 

Bintang Kompak, 27 Mei 2020

 

Lisna Kristina Eka Pandiangan. Lahir di Kabanjahe, 13 Januari 1997. Mempunyai hobi membaca dan menulis. Aku sangat suka membaca komik, novel dan puisi. Sekarang menempuh pendidikan di Universitas Prima Indonesia di kota Medan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris. Bergabung di salah satu komunitas bernama KOMPAK. Kini Tinggal di Jalan Notes Medan.

 

Photo by Amine M’Siouri from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*