Topbar widget area empty.
Tenang di Rumah Saja Sunyi se rumah Tampilan penuh

Tenang di Rumah Saja

Puisi Firman Wally

 

 

DI KOTA SUNYI

Oleh: Firman Wally

 

Di sini, di  kota sunyi ada rindu

yang semakin bergemuruh

Tentang kita, tentang masa lalu

 

Di kota sunyi

Rumah-rumah terkunci

Bagai tak berpenghuni

 

Di kota sunyi

Aku sendiri

Berpelukan dalam sepi

 

Hila, 25 Mei 2020

 

 

 

 

TENANG SAJA DI RUMAH

Oleh: Firman Wally

 

Tenang saja di rumah

Duhai siswa dan siswi senusantara

Masuk sekolah

Sudah bisa kau terima ijazah

 

Teruntuk guru, tenang saja di rumah

akhir bulan tetap kau terima jatah sebagai pekerja

Lupakan saja anak-anak yang bergantung

di pundakmu yang melupa

bila nanti mereka berkeluh-kesah

tentang kebodohan yang mencekam

ikat saja mereka dengan tali penyesalan

 

Hila, 25 Mei 2020

 

 

 

 

RINDU SELUAS LAUT BIRU

Oleh: Firman Wally

 

kuberkaca pada pagi yang buta

Sebelum ayam menyanyikan lagu-lagu

Menjelang fajar menjalar di waktu itu

Tentang kita, tentang rindu yang tak ingin berlalu

 

Begitu tergambar jelas tentang kita yang terlepas

Janji sehidup semati

Pergi tinggalkan semua mimpi

Demi berpelukan pada hal yang tak pasti

Kemudian saling rindu seluas laut biru

 

Jendela di pagi itu menjadi beranda

Terukir getir-getir yang mampir

Dengan rapinya terukir seiring air mata mengalir

Entah kapan berakhir

 

Getir rindu tentang kita

yang sudah menjelma luka

Membekas mendalam di dalam dada

 

Hila, 26 Mei 2020 

 

 

 

 

DUKA SERUMAH

Oleh: Firman Wally

 

Siang itu lelaki separuh baya

Menjahit lukanya di tengah-tengah sawah

Saat matahari membakar padi

Juga membakar kulitnya hingga kusut dan keriput

hingga darahnya hampir kering di nadi

 

Posisi matahari sudah mulai miring

Bayangannya memanjang

Ia pun pulang tinggalkan sawah menuju rumah

Tangisan anaknya pecah

Istrinya marah-marah

Beras di karung kering

asin air mata dan keringat telah serupah

Terkepunglah duka dalam serumah

 

Hila, 26 Mei 2020

 

Firman Wally. Nama pena firmanwally02. Pria kelahiran Tahoku 03 April 1995, lulusan UNPATTI  jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Ia merupakan alumnus SD Inpres Hila, SMP N 1 Leihitu dan SMA N 1 Leihitu.  Puisi-puisinya sudah termuat di berbagai antologi  bersama,  seperti Kutulis Namamu di Batu, Puisi Negeri Sawit, Gus Punk, Sajak-Sajak Pahlawan, Bulan-Bulan Dalam Sajak, Kita Adalah Indonesia Seri 2, Dongeng Nusantara Dalam Puisi, Menenun Rinai Hujan Bersama Eyang Sapardi, Tanah Bari, Pasaman, Pendemi Puisi yang di selenggarakan oleh DAPUR SASTRA JAKARTA,  Corona mencatat peristiwa negeri bersama LUBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA VIII, dan sebagai pemenang kedua dalam lomba menulis puisi yang diselenggarakan oleh PAPARISA SASTRA NUSA INA. Kini aktifitasnya sehari-sehari hanyalah menulis.  ig: firmanwally02

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*