Topbar widget area empty.
  • Beranda  /
  • Festival   /
  • 111 Puisi Terpilih Antologi Perkawinan Anak Bukan Pilihan
111 Puisi Terpilih Antologi Perkawinan Anak Bukan Pilihan flyer antologi perkawinan 2 Tampilan penuh

111 Puisi Terpilih Antologi Perkawinan Anak Bukan Pilihan

Antologi Puisi Perkawinan Anak Bukan Pilihan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Labuhanbatu bekerjasama dengan apajake.id akhirnya mendapatkan 111 Puisi Terpilih dari berbagai daerah di Indonesia dan Negeri Jiran, Malaysia dan Singapura.

 

Berikut daftar penulis dan puisi hasil kurasi Veri Madewa dan TH Pohan:

  1. Andi Jamaluddin AR AK, Kab. Tanah Bambu: Melayarkan Biduk, Di Pelaminan Nanti.
  2. Indarka Putra Pratama, Kab. Sukoharjo: Sidang Pengadilan, Cerai Talak.
  3. Firman Wally, Kab. Maluku Tengah: Selamat Menempuh Hidup Baru, Puisi Ini Dariku Untukmu.
  4. Suhartini, Kab. Enrekang: Balada Ana, Pohon Jambu Di Belakang Madrasah.
  5. Riki Utomi, Kab. Kepulauan Meranti: Penjara Impian, Mencermati Pelangi.
  6. M. Shafwy HS, Kab. Sumenep: Mengaji Kasih, Rimba Doa
  7. Supianoor, Kab. Tanah Bambu: Mendayung Bahtera di Usia Muda, Ziarahku Tanpa Bunga Warna Warni.
  8. Arnita, Bandung: Bukan Siti Nurbaya, Perempuan Berparas Sendu.
  9. Abdul Aziz HM. El-Basyro, Kab. Indramayu: Jejak Jejak Daun Kering, Sekolah Alam Semesta.
  10. Amjun, Kab. Sumenep: Negara Jangan Abai, Taburan Pasir.
  11. Ilham Wahyudi Silaen, Labuhanbatu Utara: Demi Ananda.
  12. Surya Ningsih Ambarita, Kota Subulussalam: Malam Masih Menunggu, Sungkan.
  13. Seriana, Kota Subulussalam: Cerita Kita, Kasih.
  14. Nayrus El Rayyan, Kab. Bangka Barat: Aku Memilih, Jangan Memaksa.
  15. Sujarno, Kab. Langkat: Menikah Bukanlah Pintu Yang Harus Kauketuk, Mati Menjalar-Jalar Di Nadiku.
  16. Muslikun Mashadi, Kab. Wonosobo: Adalah Mbak Sakinah, Jatuh Cinta Dengan Cinta Itu Berbeda
  17. I Made Kridalaksana: Nak 1, Nak 2
  18. Alfiah Ariswati, Kab. Karanganyar: Aku Bukan Boneka, Bahagia Itu Milikmu
  19. Gilang Teguh Pambudi, Kab. Sukabumi: Senyum Kenangan, Menikah yang Menikam.
  20. M. Johansyah, Kab. Tanah Bambu: Membentang Masa Depan, Kelak Wangipun Pulang.
  21. Nuriman N. Bayan, Morotai: Pagi Ini Tak Ada Doa, Sedangkan Selain Itu
  22. Amaq Alifa, Kab. Sumbawa Barat: Nasihat untuk Ananda, Harapan.
  23. Irha Nirwana Mukhtar, Kab. Bone: Minati, Kuingin Menua Denganmu.
  24. Hafiz Idris Ritonga, Kab. Labuhanbatu: Meminang Usia Muda.
  25. Aris Setiyanto, Kab. Temanggung: Dunia Pernikahan, Sungai.
  26. Yenni Reslaini, Kab. Labuhanbatu Utara: Bukan Roman Picisan, Sosok Senja.
  27. Hendri Efenidi, Bukit Tinggi : Sebelum Pulang, Di Batas Kota.
  28. Hj. Sri Sunarti, M.Pd, Kab. Indramayu: Tidak Menikah Dini, Merindu-Mu.
  29. Rasuna, Kab. Hulu Sungai Selatan: Nasihat Untuk Anakku 1, Nasihat Untuk Anakku 2.
  30. Fian Jampong, Kab. Ende: Bunga yang Gugur Sebelum Waktu Menuai Tiba, Jalan Menuju Kenangan.
  31. Roymon Lemosol, Kab. Seram Bagian Barat: Dahulu Sekarang dan Di Kemudian Hari, Kesaksian Seorang Gadis Desa.
  32. Sri Wahyuni Utami, Mojokerto: Tolak Dini, Angin.
  33. Chie Setiawati, Singapura: Terpaksa Aku Rela, Menjagamu Dari Jauh.
  34. Alifah NH, Mojokerto: Dini, Ibu.
  35. Gunoto Saparie, Semarang: Pengantin Kecil, Tadarus.
  36. Mohd Rosli Bakir, Malaysia: Peterana Restu, Kota Kebahagiaan.
  37. Nurmansyah Triagus Maulana, Pemalang: Mimpiku Di Batas Cakrawala, Surat Setelah Perkawinan Anak Gadisnya.
  38. Ahmad Kohawan, Kab. Pare Pare: Seorang Muda dan Buku Tuanya, Nasihat Ayah.
  39. Muhamad Nadzir, Kab. Muna: Kepada Andai, Tangis Tersimpul.
  40. Ramadhan Abdullah, Hoelea-NTT: Jerit Tak Menentu, Teras Kehidupan.
  41. Enda Utami, Kab. Labuhanbatu: Putri Malu, Abstrak.
  42. Lilis Irayani M.Pd, Binjai: Pesan Ibu, Dalam Diamku.
  43. Adhiet’s Ritonga, Tanjung Balai: Simandulang Pagi Hari, Suling Bambu.
  44. Raja Cinta, Kab. Muara Bungo: Menyesal Menikah Diusia Dini, Seduhan Manis.
  45. En. Aang MZ, Kab. Sumenep: Menyimpan Air Mata Sepanjang Masa, Tak Sepihak Dengan Sejarah.
  46. Putri Bungsu, Kab. Karanganyar: Nota Untuk Anakku, Penantian Panjang.
  47. Budi Wasasih, Kab. Tuban: Mengapa Musti Tergesa, Gerhana Gerhana.
  48. Hamzah Hamdan, Malaysia: Rindu Di Perjalanan Kasih, Payung Kesetiaan Seorang Istri.
  49. Dewi Ratna Sari, Kab. Nganjuk: Wejangan Emak.
  50. Dewi Puspa, Yogyakarta: Gusar, Memandangmu.
  51. Ernawati S.Pd, Kab. Polewali Mandar: Karena Cinta, Inginku.
  52. Arie Siregar, Kab. Labuhanbatu: Sesal Dalam Bidukku, Di Beranda.
  53. Almira Siwa, Tanjungbalai: Kidung Putri Kumala, Elegi Pesisir Tepian Pantai Selat Malaka.
  54. Desi Futriana S.Pd, Lubuk Linggau: Cermin, Jerit Jiwa.
  55. Naim Irmayani, Polewali Mandar: Sejengkal Jarak, Hari Ini Aku Sungai.
  56. Mashudi Bahari, Malaysia: Ombak Tak Selalu Berlabuh, Bunga Bunga Cinta.
  57. S. Ratman Suras, Deli Serdang: Balada Menik Gadis Kampung Daun, Empat Puluh Tahun Dalam Dekapan Rindu.

 

Selamat kepada para penulis terpilih dan selanjutnya harap melengkapi seluruh persyararatan serta melakukan konfirmasi ke surel; negerisawit@gmail.com

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*