Topbar widget area empty.

Di Halaman Skripsi Nomor Dua Puluh Empat

Puisi Barokatus Jeh

 

 

Di Halaman Skripsi Nomor Dua Puluh Empat

 

aku membelah langit skripsi ternyata hanya ada suara desauan burung cicit menari-nari. apa salah singgah sebentar sekadar melepas lelah di halaman pertama yang merumitkan perjalanan kita. di latar belakang masalahmu, kau menumpahkan segala resah dan cemas menjadi satu, kubaca saja perjalanan itu tanpa henti. banyak koma dan titik yang tidak bisa kujabarkan maksudnya. apalagi perihal tanda tanya dan tanda petik dua. entah kau mau membahas perihal apa.

 

kubuka halaman pertama bab satu, aku masuk dalam duniamu yang penuh dengan enjambemen dan tanda seru. banyak yang abu-abu dalam halaman itu. sungguh halaman pertama itu membuatku ambigu dan penasaran apa yang ingin kau jelaskan sebenarnya. rasa penasaran itu hancur ketika ternyata ada pembatasan masalah pada cerita itu. Huh kataku.

 

pada bab dua kau mengajak untuk lebih bereksplorasi dengan banyak kalimat yang wah. lebih tertata dan menarik. dan aku suka pada sepasang tanganmu yang lihai perihal perjalanan cerita itu. aku menggambar segala bentuk rupamu dalam khayalku. dan tak pernah kubatasi apa pun khayalan itu. mengalirlah kataku.

 

aku harus terjeda panjang di halaman dua puluh empat. sebab tiba-tiba waktu tak mendukungku membaca pose perjalananmu. sekali lagi hanya sebuah perjalanan. yang barangkali meninggalkan jejak rindu yang berumur berminggu-minggu. entah kapan lagi aku akan melihat dan membuka halaman itu. bunyi bel mengalun merdu di sudut pojok kamarku. selamat hari rabu, kataku padamu.

 

Ponorogo, Juli 2020

 

 

 

 

Jatuh Cinta Pada Sepuluh Jari

 

selamat datang di dunia dongeng, gadisku. pelan-pelan saja kau baca ceritaku. jangan lupa bawa cemilan dan duduklah santai membacanya. sudahkah kamu menuntaskan banyak perih(al) dalam hidupmu?

 

kamu sudah di bagian pertama. siap-siaplah menyiapkan tisu. sebab banyak adegan-adegan yang membuatmu mudah terharu. sebab aku tahu hatimu seputih susu dan seringkali tergores halu. tuntaskanlah tangismu yang menyesakkan dadamu akhir-akhir ini.

 

terima kasih katamu dengan emoticon lucu. pesan itu biasa saja. tapi membuat degup jantungku tak menentu, gadisku. apakah aku telah mencintai sepuluh jari yang mengetik balasan itu?

 

hahahahaha apakah sepuluh jari ikut menuntaskan kata-kata itu. entahlah.

 

Ponorogo, Juli 2020

 

 

 

 

Jurnal Cintamu

 

kau menyodorkanku tumpukan buku. kupilih yang paling tipis sekali. hanya ada dua lembar. tapi isinya membuatku mekar, melar, nesu, cemburu, bingung, menangis, melotot dan kata sifat lainnya.

 

sebab di sana kau mengendingkan kisah dengan tanpa ragu. lebih kepada sadis dan sarkatis. ah kenapa judulnya cengeng sekali. jurnal cintamu. kau hanya menjulurkan lidah padaku danmengeong pelan.

 

Ponorogo, Juli 2020

 

 

 

 

Jalan Rindu di Jam Tiga Sore

  

kuketuk rindu di segala penjuru kamar. tak ada sapaan dan bunyi jawaban. hanya ada denting jam ragu yang mengalun merdu di jam tiga sore. mengembalikan dan menunjukkan jalan pulang rindu.

barangkali matamu.

 

Ponorogo, Juli 2020

 

 

 

 

Cuitan Twitter

 

bunyi cuitan menyiratkan tanda tanya. semua perihal pertanyaan-pertanyaan ganjil. misalnya sudahkah kau membahagiakan dirimu sendiri?

 

Ponorogo, Juli 2020

 

Barokatus Jeh atau biasa dipanggil Barjeh adalah nama pena. Lahir di Indramayu 27 Nov.  Sedang menjadi musafiroh di kota Reyog. Karyanya nangkring di Antologi bersama puisi dan cerpen CandhukBadra (2018), Jazirah 2 Segara Sakti Rantau Bertuah (2019), Mudik ke Rahim Ibu, puisi Pilihan Lomba Menulis Puisi 2019 Indramayu (2019), Lelaki yang Mendaki Langit Pasaman Rebah ke Pangkuan, Pasaman dalam Puisi Penyair Nusantara (2019). Serta tulisannya dimuat Ruangkabapesisir, Bias.puisi, Puisipedia, Purapurapenyair,  Travesia.co, linkkoemyid, Rembukan.com dan Medan Pos. Barjeh aktif di grup daring COMPETER (Community Pena Terbang) dan Kelas Puisi Bekasi (KPB).

 

Photo by Rahul Pandit from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*