Topbar widget area empty.

Rumah

Puisi Lisna Pandiangan

 

 

DUKAKU

 

Lampu merah menjadi candu

Menjajah koran pada setiap pengendara yang berhenti melaju

Ceriaku saat koran berpindah tangan walau hanya bergaji lima ribu

Ketika di depan mata para penimba ilmu berlabuh

Senyum itu berubah seketika menyentak jiwaku

 

Saat duka mereka uang terlalu sedikit di dalam saku

Aku dengan segala letih merintih ingin mengecap baca tulis selalu

Tolong beritahu bagaimana cara baca buku

Tak peduli jika sesuap nasi berkurang untuk perutku

Asal nikmat yang selama ini dinanti terbayar penuh

 

Bintang Kompak, 10 Juni 2020

  

 

 

 

RUMAH

 

Hujan turun membasahi bumi

Air bening bersinggah di atas dedaunan padi

Dari gubuk reot asap api unggun melambung tinggi

Ubi bakar nikmat lahap di pagi hari

Sesederhana itu, namun membawa sukacita di hati

Tawa dan canda memberikan kehangatan di dinginnya malam

Meski harus melewati bukit dan hutan rindang

Aku tetap tak sabar untuk kembali

 

Bintang Kompak, 18 Juni 2020 

 

 

 

  

HILANG PERLAHAN

 

Katamu “esokkan masih ada, tak perlu terburu-buru.”

“Simpan saja rindumu, aku masih menunggu.”

Seolah menenangkan hati yang semakin gusar ingin bertemu

Aku terbuai kata manismu

 

Nyatanya semua hanya alibi

Agar bisa mempermainkan hati

Semakin lama semakin sepi

Kau pergi tanpa meninggalkan jejak kaki

Hilang entah kemana tak bisa ku cari

 

Bintang Kompak, 24 Juni 2020

 

  

 

 

BAYANG MALAM

 

Perasaan tak karuan mencabik malamku

Sang sunyi seakan memeluk sembari membelenggu

Temani aku, kesendirian membuatku semakin membisu

Sungguh aku menyesal, masih adakah ruang di hatimu?

Aku ingin kau pulang, maafkan segala luka membuat berhenti berjuang

 

Bintang Kompak, 29 Juni 2020

 

Lisna Kristina Eka Pandiangan, mempunyai hobi membaca dan menulis. Aku sangat suka membaca komik, novel dan puisi. Sekarang aku menempuh pendidikan di Universitas Prima Indonesia di kota Medan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris. Saat ini aku bergabung di salah satu komunitas bernama KOMPAK.

 

Photo by Kenneth Carpina from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: