Topbar widget area empty.
Sengaja Kubiarkan Sengaja Kubiarkan Tampilan penuh

Sengaja Kubiarkan

Puisi Yohan Fikri Mu’tashim

 

 

Yohan Fikri Mu’tashim

MELANKOLIA DI SEPOTONG KEMEJA BERMOTIF BUNGA-BUNGA

 

Masih kupandangi saja,

sepotong kemeja bermotif bunga-bunga

yang kini tercantel di balik pintu.

Ah, aku jadi teringat padamu,

kau senang memujiku tampan

setiap kemeja itu aku kenakan.

 

Masih kupandangi saja sepotong kemeja itu.

Bunga-bunga motifnya tampak kering dan layu.

Berguguran ke lantai, berserakan di pikiran.

Aku beranjak dan meraihnya.

Kucium harum aroma parfum

dari suatu masa yang ranum:

 

masa di mana kau-aku

tak ubahnya lubang dan kancing kemeja,

membingkai kenang bersama,

menutup rapat aurat luka

agar tak sembul dari balik bilur dada.

 

Kuhirup lagi aroma melankolia,

dari sepotong kemeja bermotif bunga-bunga.

Guguran motifnya membentuk serangkai aksara,

menulis seutas nama, tak bisa kueja

kecuali dengan sesal dan derai air mata.

 

Malang, 2020

 

 

 

 

Yohan Fikri Mu’tashim

RUMIT

 

Cinta, barangkali terlalu pelik

untuk dijangkau pikiran kita yang dangkal.

Ia, barangkali lebih rumit daripada matrik,

himpunan angka yang dinotasikan dalam kurung kurawal.

 

Malang, 2020

 

 

 

 

Yohan Fikri Mu’tashim

PERTANYAAN SEORANG PEREMPUAN PADA KEKASIHNYA YANG PENYAIR

 

“Andai kata, puisi-puisi itu menjelma perempuan

dan ia mencintaimu, akankah kau akan mencintainya

melebihi cintamu padaku?” seorang perempuan

melempar sepenggal pertanyaan pada kekasihnya yang penyair.

 

Semula, penyair itu sempat menduga kekasihnya datang bulan.

Tetapi, dugaan itu buru-buru ia tepis,

mengingat belum genap sepekan,

‘bulan’ baru saja ‘datang’ pada kekasihnya.

 

Sadar akan suatu hal yang muhal,

segera ia enyahkan dugaannya yang ganjal.

Waktu sempat beku barang berapa detik

sampai pertanyaan kekasihnya

kembali datang menghardik.

 

“Andai kata, puisi-puisi itu menjelma perempuan

dan ia mencintaimu, akankah kau akan mencintainya

melebihi cintamu padaku?!”

Sorot mata kekasihnya menebar ancaman

bagai moncong senapan yang ditodongkan aparat

pada mulut-mulut penggugat.

 

“Puisi-puisi itu telah menjelma perempuan yang paling sajak,

dan di tiap kali kupandang ia, hatiku tak hentinya berdecak.”

“Aku?!” perempuan itu menyelidik.

“Kau!” penyair itu menghardik.

 

Malang, 2019

 

 

 

 

Yohan Fikri Mu’tashim

SENGAJA KUBIARKAN

—buat Adilah Pratiwi

 

/1/

Sengaja kubiarkan hatiku berlubang.

Semata agar dapat kau isi dengan senyummu,

bunga purba yang tak lekang digerus waktu,

memutikkan sari-sari rindu.

 

/2/

Sengaja kubiarkan tubuhku kuyup.

Semata agar aku tetap jadi gigil

yang dapat berdiang di pelukmu,

api unggun yang memberangus dingin gigih

yang hendak mencabik ringkih tubuhku.

 

/3/

Sengaja kubiarkan ubun-ubunku mendidih.

Semata agar aku tetap jadi panas-perih

yang dapat berteduh di rindang matamu,

gumuk rimbun yang melerai terik cuaca

dari cerlang warna langit tirta yang bisu,

yang merahasiakan segala sakitku.

 

Malang, 2019

 

  

Yohan Fikri Mu’tashim, lahir di Ponorogo, 01 November 1998. Penulis merupakan alumnus Pondok Pesantren HM Putra Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri, yang sekarang tercatat sebagai mahasiswa aktif di Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Universitas Negeri Malang, serta santri di Ponpes Miftahul Huda Gading, Malang. Aktif menulis puisi dan sesekali cerpen. Bergiat di Komunitas Sastra Langit Malam. Pernah mendapat juara 2 dalam Lomba Cipta Puisi “Santri” dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional 2019 yang diselenggakan oleh Pilihanrakyat.id dan Penerbit Sulur, Juara 1 Lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional BATCH 2 yang diselenggarakan oleh Ruang Kreasi tahun 2020, dan Juara 1 Lomba Cipta Puisi Nasional 2020 yang diselenggarakan oleh KORPS HMI-Wati Cabang Cirebon. Puisi-puisinya termuat di beberapa media daring dalam beberapa antologi bersama. Penulis mengunakan akun Intagram sebagai @yohan_fvckry.

 

Photo by Hernan Pauccara from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*