Topbar widget area empty.
Koperasi Penyelamat Ekonomi Rakyat cover penyelamat ekonomi rakyat Tampilan penuh

Koperasi Penyelamat Ekonomi Rakyat

Esai Elvitrianim Purba

 

 

Latar Belakang Masalah

 

Koperasi didirikan dengan berlandaskan pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Artinya, dalam menjalankan usahanya koperasi harus tunduk pada aturan dalam Pancasila dan UUD tahun 1945. Koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan. Artinya, koperasi tidak bertujuan untuk menguntungkan satu orang saja, tetapi mencapai keuntungan bersama. Hal ini membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya.

 

Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan persoalan yang bersifat ekonomi, mengharuskannya memikirkan dan membuat keputusan tentang cara yang terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Individu, perusahaan dan masyarakat perlu memikirkan cara yang terbaik untuk melakukan kegiatan ekonomi. Menurut ahli-ahli ekonomi bahwa masalah kelangkaan atau kekurangan yang berlaku sebagai akibat dari ketidak-seimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan factor faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat. Ketidak-seimbangan baik berupa kekurangan permintaan maupun kelebihan permintaan tidak memuaskan, dimana kekurangan permintaan memberi kecenderungan kearah pengangguran sumber-sumber yaitu tenaga kerja, modal, dan tanah. Sedangkan kelebihan permintaan dibandingkan dengan persediaan barang-barang dan jasa akan memberikan kecenderungan inflatoir. Walaupun ternyata bahwa tujuan yang ideal tidak dapat dicapai secara sempurna atau selengkapnya.

 

Pasca krisis ekonomi perekonomian Indonesia menunjukkan ironisnya, yaitu liberalisasi total yang hendak ditempuh Indonesia justru banyak pihak di dalam masyarakat kapitalis sendiri merasa prihatin atas praktek liberal yang berlaku dewasa ini. Indonesia telah memberlakukan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat. Dengan disahkannya undang-undang ini, pemerintah memiliki komitmen yang kuat guna menciptakan lingkungan usaha yang kompetitif untuk semua badan usaha, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2004:28). Sejarah telah membuktikan betapa hampir semua bentuk monopoli merugikan rakyat dan perekonomian. Praktik monopoli menjadi benalu yang turut memberikan sumbangan bagi krisis ekonomi dewasa ini. Rakyat dirugikan karena membeli dengan harga mahal dan perekonomian menderita karena terjadi pemborosan dalam penggunaan sumber daya.

 

Prinsip dasar yang harus dipegang teguh dalam menyikapi monopoli adalah pada dasarnya semua monopoli dan praktik lain yang sejenis harus dihilangkan, kecuali untuk kasus-kasus tertentu yang sangat khusus saja. Bentuk monopoli yang pada umumnya di banyak negara diberi toleransi adalah monopoli alamiah, lazimnya bentuk monopoli demikian terjadi pada usaha infrastruktur seperti listrik, air bersih, dan telepon. Monopoli alamiah muncul sebagai konsekuensi dari tuntutan skala produksi yang amat besar untuk mencapai biaya produksi rata-rata yang serendah-rendahnya. Dalam kasus yang ekstrem inipun, pemerintah harus menegakkan aturan main yang tegas, khususnya dalam penentuan harga agar pemonopoli tidak bertindak semena-mena demi memperoleh laba ”berlebihan” dan menghambur-hamburkan sumber daya ekonomi. Langkah pertama adalah dengan membuka akses kesempatan yang seluas-luasnya bagi semua pihak pada setiap jenis usaha yang mendorong bagi peningkatan kompetensi dan daya saing (Basri,2002;29–35).

 

Jika pada akhirnya pemberdayaan pasar tersebut menghasilkan kekuatan monopoli pada suatu industri, maka kewajiban pemerintah untuk membuat jaring-jaring pengaman dengan memberlakukan undang-undang antimonopoli. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal amandemen IV 33 ayat (1) diamanatkan bahwa ”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Dalam penjelasan pasal 33 tercantum dasar demokrasi, ekonomi produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Badan perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi.

 

 

Tujuan Koperasi

 

Koperasi berasal dari kata-kata ”ko”, yang artinya ”bersama” dan ”operasi”, yaitu ”bekerja”. Jadi kooperasi artinya sama-sama bekerja. Perkumpulan yang diberi nama Kooperasi ialah perkumpulan kerja sama dalam mencapai sesuatu tujuan. Dalam kooperasi tak ada sebagian anggota bekerja sebagian memeluk tangan. Semuanya sama-sama bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Perkembangan kooperasi di Indonesia dibedakan antara kooperasi sosial dan kooperasi ekonomi. Kedua-duanya terdapat dalam masyarakat Indonesia (Hatta, 1987; 157). Tujuan koperasi berdasarkan Pasal 3 UndangUndang RI Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian adalah memajukan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka memujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian,

 

Fungsi dan peran koperasi adalah:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

 

Dua macam fungsi dan peran koperasi ini disebut efek koperasi dari kegiatan usaha koperasi yang tidak terdapat dalam perusahaan bukan koperasi. Bidang kegiatan usaha koperasi tergantung pada tujuan koperasi tersebut didirikan. Tujuan koperasi tergantung pada kebutuhan anggota-anggotanya. Oleh karena kebutuhan anggota sebagai manusia beraneka ragam, maka bidang kegiatan koperasipun beraneka ragam pula.

 

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dalam penjelasan pasal 16, jenis koperasi antara lain:

  1. Koperasi simpan pinjam
  2. Koperasi konsumen
  3. Koperasi produsen
  4. Koperasi pemasaran
  5. Koperasi jasa.

 

Tujuan koperasi khususnya koperasi ekonomi adalah memperbaiki nasib orang-orang yang lemah ekonominya dengan jalan kerjasama. Koperasi adalah perikatan golongan yang lemah ekonominya, untuk merupakan suatu badan yang kuat. Kerjasama adalah dasar koperasi ekonomi, sebab itu harus terbangun rasa solidaritas di antara para anggotanya. Kalau koperasi sosial dilakukan menurut kebiasaan, sebagai pembawaan hidup bersama semata-semata, koperasi ekonomi sengaja diadakan dengan keinsyafan yang nyata, untuk memperbaiki dasar keperluan hidup bersama. Koperasi ekonomi menghendaki individualitas kesadaran akan harga diri sendiri pada anggota-anggotanya.

 

 

Koperasi sebagai Sarana Pendidikan

 

Berdasarkan posisi koperasi tersebut dijadikan koperasi harus sebagai bagian dari pendidikan rakyat, untuk memperkuat ekonomi dan moral. Koperasi dapat mendidik keinsafan ekonomi dan moral karena koperasi berdasar atas dua sendi yang satu sama lain saling memperkuat. Sendi yang mendasari moral adalah solidaritas setia kawan, dan individualitas keinsafan akan harga diri sendiri. Koperasi untuk memperkuat moral berdasarkan dua sendi solidaritas dan individualitas, sebaliknya kedua sendi bertambah kuat karena senantiasa dipupuk didalam pergaulan koperasi. Hanya di dalam koperasi, sendi solidaritas dan sendi individualitas dapat berkembang dalam hubungan yang harmonis. Dengan menghidupkan dan memupuk kedua sendi tersebut, yaitu solidaritas dan individualitas, maka koperasi senantiasa mendidik dalam rasa tanggung jawab sosial.

 

Solidaritas sudah ada dalam jiwa rakyat Indonesia, rasa saling tolong menolong, sifat gotong royong yang sudah mengakar di kehidupan masyarakat Indonesia terutama di pedesaan-pedesaan Indonesia. Solidaritas ini memang akan mampu memelihara persekutuan dalam masyarakat yang relatif statis, jadi hanya dengan solidaritas kurang dapat mendorong kemajuan ke arah yang lebih optimal. Oleh karenanya kalau solidaritas saja, hanya dapat memelihara koperasi sosial, tetapi tidak dapat menghidupkan koperasi ekonomi untuk mempertinggi derajat penghidupan dan kemakmuran. Oleh karena itu koperasi ekonomi memerlukan individualitas selain solidaritas tersebut. Sendi individualitas ini tidak dapat timbul dengan sendirinya, melainkan harus dipupuk lewat jalur pendidikan dan asuhan. Pola pendidikan dan asuhan ini dilakukan sehari-hari dalam koperasi, yang memerlukan waktu yang lama.

 

Individualitas tidak sama dengan individualisme. Faham individualisme adalah faham atau filsafat hidup yang mendahulukan kepentingan orang per orang dibanding masyarakat. Individualitas adalah sifat pada seseorang yang insaf akan harga dirinya, yang percaya kepada dirinya sendiri. Kepercayaan kepada diri sendiri ini penting karena akan menimbulkan keyakinan dan perasaan sanggup untuk memperbaiki nasib sendiri dengan usaha dan kekuatan sendiri. Individualitas menjadikan seorang anggota koperasi sebagai pejuang yang ulet dan pembela yang gigih untuk koperasinya. Dengan koperasinya yang maju, maka akan berdampak terhadap kenaikan dan kemajuan dirinya.

 

Jadi koperasi tergabung solidaritas dan individualitas sebagai dua sendi yang saling memperkuat, saling mengisi, dan saling mengawasi agar selalu dalam jalur tujuan koperasi. Koperasi mendidik seseorang mengemukakan kepentingan bersama dalam mengejar kepentingan sendiri, mendidik seseorang bekerja untuk kepentingan bersama, dengan tidak menekan kepentingan individu sekedar menjadi alat dari organisasi koperasi semata-mata. Oleh karenanya koperasi tidak saja tidak mendahulukan kepentingan perorangan, tetapi juga tidak mengejar kepentingan organisasi koperasi. Jadi koperasi walaupun merupakan suatu organisasi untuk membela anggota-anggotanya, juga untuk kepentingan umum.

 

 

Koperasi sebagai Soko Guru

 

Perekonomian Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33, memandang koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia. Dalam pasal 33 terkandung adanya dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk kepentingan semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggotaanggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang dipentingkan, bukan kemakmuran orang seorang. Oleh sebab itu perekonomian diatur sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Bangun badan usaha yang sesuai dengan itu ialah koperasi. Koperasi sebagai organisasi ekonomi dengan watak sosial harus selalu mengutamakan melayani kebutuhan anggota dan masyarakat dari pada mengejar keuntungan belaka. Perekonomian rakyat yang kecil-kecil terutama di pedesaan hendaklah mengambil bentuk koperasi dan Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia mulai mengupayakan usaha yang kecil-kecil terlebih dahulu. Saat ini bentuk koperasi yang dibangun di desa dikenal Koperasi Unit Desa (KUD). Kerjasama dan tolong menolong yang menjadi pembawaan koperasi akan memberikan jaminan bagi kedudukan dan perkembangan koperasi. Dari bentuk koperasi yang kecil tersebut, yang masing-masing dilaksanakan dengan usaha yang teratur dan solidaritas perekonomian yang tinggi, maka usaha koperasi yang kecil-kecil tersebut akan meningkat berangsur-angsur memasuki medan perekonomian pertengahan.

 

 

Usaha Koperasi dan Penurunan Penduduk Miskin

 

Inflasi adalah persentase tingkat kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi rumah tangga. Tujuan penyusunan inflasi adalah untuk memperoleh indikator yang menggambarkan kecenderungan umum tentang perkembangan harga. Tujuan tersebut penting dicapai karena indikator tersebut dapat dipakai sebagai informasi dasar untuk pengambilan keputusan baik tingkat ekonomi mikro atau makro, baik fiskal maupun moneter. Pada tingkat mikro, rumah tangga/masyarakat misalnya, dapat memanfaatkan angka inflasi untuk dasar penyesuaian nilai pengeluaran kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan mereka yang relatif tetap  Pola inflasi yang selama ini terjadi di Indonesia ditandai oleh inflasi makanan yang hampir selalu lebih tinggi dari inflasi umum. Dengan alasan tersebut, maka inflasi pangan digunakan sebagai acuan, karena menghasilkan perhitungan yang cermat dalam memperkirakan dampaknya terhadap peningkatan jumlah penduduk miskin Jadi koperasi yang bergerak usahanya di bidang konsumsi khususnya komoditi yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi umum, akan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat. Dengan menekan atau mengendalikan komoditi yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi umum tersebut, maka akibatnya akan terjadi penurunan inflasi umum. Turunnya inflasi umum akan membuat rumah tangga/masyarakat, dapat memanfaatkan angka inflasi tersebut untuk dasar penyesuaian nilai pengeluaran kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan mereka yang relatif tetap. Akibatnya masyarakat akan mampu memperbaiki kondisi ekonominya.

 

Selanjutnya koperasi yang dikelola oleh masyarakat di desa maupun oleh masyarakat di kantong-kantong kemiskinan kota dapat dikembangkan kearah penganeka ragaman usaha yang akan memperbaiki perekonomiannya. Komoditas yang dapat disediakan oleh koperasi, baik Koperasi Unit Desa atau koperasi di kota dilingkungan menengah ke bawah adalah meliputi kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau, beras, bawang merah, ikan segar, dan telur ayam ras, maka peranan koperasi ini akan mampu mengurangi angka kemiskinan baik di desa maupun dikota. Khususnya koperasi di kota akan mampu mengembangkan koperasinya dengan menjembatani daerah belakangnya dengan menyerap/memasarkan produksi daerah pedalaman dan sekaligus memenuhi kebutuhan daerah pedalaman yang berarti tempat pemasaran untuk produk yang dihasilkan di perkotaan (Tarigan, 2004: 150). Jadi koperasi di pedesaan dan koperasi yang di perkotaan dapat bekerjasama dan bersifat saling manguntungkan atau saling mengembangkan. Oleh karenanya perwujudan perekonomian kerakyatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia adalah dengan mengembangkan bangun badan usaha koperasi yang juga telah diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945 pasal 33.

 

 

Kesimpulan

 

  1. Koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia berdasarkan azas kekeluargaan, dan posisi koperasi sebagai bagian untuk pendidikan rakyat akan memperkuat ekonomi dan moral rakyat, khususnya bidang konsumsi sebagai salah satu kegiatan usahanya.
  2. Inflasi yang selama ini terjadi di Indonesia ditandai oleh inflasi bahan makanan dan makanan jadi yang hampir selalu lebih tinggi dari inflasi umum.
  3. Dengan mendirikan Koperasi Unit Desa disemua desa, yang bergerak usahanya pada usaha bidang konsumsi, akan mampu menekan inflasi pangan yang berdampak terhadap inflasi umum, dan dampak selanjutnya diharapkan jumlah orang miskin akan tetap.
  4. Kalau inflasi umum telah dapat dikendalikan dan masyarakat mampu menata dirinya dalam mengelola perekonomian rumah tangganya, diharapkan koperasi yang dikelolanya dapat dikembangkan ke usaha yang lebih produktif, akibatnya jumlah orang miskin akhirnya dapat menurun.
  5. Koperasi merupakan bangun badan usaha yang sesuai untuk mengimplementasikan ekonomi kerakyatan, karena dapat mengatasi kebutuhan dasar dari masyarakat lapisan bawah, bahkan menyentuh perekonomian rumah tangga.

 

Elvitrianim Purba, Tempat Tanggal Lahir:Sidikalang, 11 September 1975, Tinggal di Rantauprapat, Sumatera Utara. Email: elvitrianim40@gmail.com, Pemenang menulis esai Dekopinda Labuhanbatu tahun 2017.

 

(Serial Esai Koperasi dan Ekonomi Rakyat Dekopinda Labuhanbatu)

 

Photo by Tom Fisk from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: