Topbar widget area empty.
Pelangi Pada Bibir Tebing yang Sumbing Tebing Cinta Tampilan penuh

Pelangi Pada Bibir Tebing yang Sumbing

Puisi Gilang Kurniadi

 

 

PELANGI PADA BIBIR TEBING YANG SUMBING

 

Seringkali tangis datang tanpa mengucapkan salam

Hingga tubuh lengam ini dibuat tidak lagi karuan

Laksana pelangi sehabis hujan pada bibir tebing yang sumbing

Kau sunguhkan aku seperangkat cinta dan bahagia

Agar hidup seimbang dengan duka lara di hari sebelumnya

 

Batu Palano, 2020

 

 

 

 

KISRUH-KISRUH DI HARI KEMERDEKAAN

 

Tepat setelah subuh yang rabun

Silsilah baru ditulis oleh sukacita

Sebagai tanda masyarakat yang merdeka

Tak ada lagi tangis akibat pemerkosa

tak ada lagi tangis akibat kerja paksa

 

Namun, setelah berberapa dekade terlewatkan

Terpampang jelas dihadapan teras kisruh-kisruh

perpecahan hadir sebagai tuan di hari kemerdekaan

Siapa yang harus bertanggung jawab?

Apakah mereka yang telah nyaman di alam baka atau kita sebagai generasi muda?

 

Batu Palano, 2020

 

 

 

 

PENGAKUAN DOSA

 

Malam membangunkan dengan suara samar saat lelap sudah menjadi milikku

Embun masuk menyusuri ventilasi lantas menghadirkan suasana mencekam

 

Selepas lantunan ayat-ayat suci terdengar sayu di dendangkan oleh toa hati ini dibuatnya tambah rancu

Mungkin sudah saat aku melakukan pengakuan dosa dan kembali pada jalan sebenarnya

 

Batu Palano, 2020

 

 

Gilang Kurniadi lahir di Pringsewu, 10 September. Sedang menempuh pendidikan di jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

 

Photo by Jayant Kulkarni from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: