Topbar widget area empty.
Dalam Lorong Besi Si Anak Pintar cover Tampilan penuh

Dalam Lorong Besi

Oleh: Yusuf Abdurrahman

 

Judul buku                          : Si Anak Pintar

Penulis                                 : Tere Liye

Penerbit                              : Republika Penerbit

Tahun Terbit                      : Cetakan 6, Desember 2018

Jumlah Halaman               : 345 halaman

Harga                                    : Rp 70.000

ISBN                                      : 978-602-5734-50-2

 

 

Kau bukan Pukat si anak yang pintar… kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius.

 

 

Buku ini tentang Pukat, si anak paling pintar dalam keluarga. Masa kecilnya dipenuhi petualangan seru dan kejadian kocak—serta jangan lupakan pertengkaran dengan kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat itu, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

 

Buku ini merupakan buku ketiga dari serial anak nusantara yaitu si anak kuat,si anak spesial, si anak pintar, si anak pemberani, si anak cahaya, dan si anak badai. Buku ini cocok untuk semua kalangan dimana buku ini akan membawa kita ke tahun 1970 sampai 1980.

 

Pukat, anak laki laki tertua dari dari mamak dan bapak merupakan karakter seorang anak kecil yang pintar dan suka membantu memecahkan masalah orang lain dengan kepintarannya.



 

Cerita ini dimulai pada saat pukat pertama kalinya menaiki ular besi atau kereta api Bersama bapaknya dan burlian adiknya. Dimana adiknya kehilangan karcis hingga terjadinya peristiwa perampokan berkelompok di kereta tersebut.

 

Novel karangan Tere Liye ini menceritakan tentang kesederhanaan dan kejujuran dalam kehidupan. Yang memberi pemahaman kepada pembaca bahwa kesederhanaan itu bukanlah halangan untuk untuk mencapai sesuatu namun menjadi tantangan dalam mewujudkannya.

 

Novel ini mampu menyampaikan pesan yang dimaksud oleh penulis dengan baik dan juga penulisan peristiwa yang sangat detail sehingga pembaca dapat mengimajinasikan apa yang terjadi dalam cerita tersebut. Ini juga dilengkapi dengan rangkaian kata kata indah yang memotivasi seperti:

 

“Kalau kalian ingin menjadi penulis yang baik, maka caranya sederhana saja, mulailah ditulis, ditulis dan ditulis. Kalian tidak akan pernah menjadi penulis yang hebat hanya dengan tahu caranya menulis, tahu teori-teorinya, tapi kalian tidak pernah melakukannya. Itulah bedanya belajar ber-bahasa Indonesia yang baik dengan sekedar punya nilai bahasa sepuluh di raport. Kita mempraktekan langsung keterampilan berbahasa.” (Halaman 48).

 

“Kitalah yang paling tahu seperti apa kita, sepanjang kita jujur terhadap diri sendiri. Sepanjang kita terbuka dengan pendapat orang lain, mau mendengarkan masukan dan punya sedikit selera humor, mentertawakan diri sendiri. Dengan itu semua kita bisa memperbaiki perangai.” (Halaman 94)

 

Namun, di dalam buku tersebut terdapat beberapa kata yang berasal dari Bahasa belanda yang tidak disertai artinya sehingga saya menjadi bingung sehingga ada beberapa bagian cerita yang tidak dimengerti.

 

Buku ini sangat direkomendasikan untuk para orang tua yang ingin bernostalgia pada zamannya ataupun para remaja dan anak anak yang ingin tau kehidupan pada sekitar tahun 1970-1980.

 

Yusuf Abdurrahman, lahir pada tanggal 2 Oktober 2003 yang besar dan tinggal di Bogor, Jawa Barat. Saat ini sedang menempuh Pendidikan di Sekolah Menengah Atas Islam Insantama Bogor.

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: