Topbar widget area empty.
Syukuran Milad 2 Tahun Kosambi: Bahasa Ibu Merawat Jati Diri Anak Bangsa IMG-20210215-WA0029 Tampilan penuh

Syukuran Milad 2 Tahun Kosambi: Bahasa Ibu Merawat Jati Diri Anak Bangsa

     Komunitas Sastra Masyarakat Binjai (KOSAMBI) akan menggelar Syukuran Milad Kosambi ke-2 pada Sabtu, 20 Februari 2021, pukul: 09.00-12.00 Wib di Studio Kosambi, Jalan Palembang No.16, Rambung Timur, Binjai. Perhelatan ini menghadirkan Musikalisasi Puisi, Baca Puisi, Penayangan Testimoni para Tokoh dan Sahabat Kosambi, Anugerah Sastra Kosambi, Pertunjukan Teater Anak menampilkan Teras Budaya dengan judul Hikayat Datuk Landak (diangkat dari Cerita Rakyat Bohorok).
     Kosambi dicetuskan pada 16 Februari 2019 dan disahkan pada 28 Februari 2019. Lalu kenapa Syukuran Milad Kosambi ke-2 ini digelar pada 20 Februari 2021? Ada alasan penting yang menyebabkan tanggal ini dipilih. Pada tanggal 21 Februari adalah Hari Bahasa Ibu Internasional. Ini menunjukkan Hari Lahir Kosambi berdekatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional. Di sini kita bisa mengeksplorasi kearifan lokal yang terdapat di sekitar wilayah Binjai-Langkat, sekaligus merawat jati diri anak bangsa.
     “Pada Syukuran Milad ini kami akan menampilkan sesuatu yang berbeda. Tetap pada tujuan Kosambi hadir, yaitu menggali dan menumbuhkembangkan potensi sastra generasi muda Binjai. Karena itu kami akan menampilkan pertunjukan Teater Anak yang berangkat dari cerita rakyat Bohorok, Hikayat Datuk Landak. Tujuannya juga untuk memberikan pendidikan karakter ke anak untuk mencintai bahasa daerah, merawat lingkungan, sopan santun dan beriman pada Tuhan,” ungkap Agus Susilo, Pimpinan Produksi kegiatan Syukuran Milad Kosambi yang kedua ini.
     Tercatat juga, sejak 2019 hingga kini, Kosambilah satu-satunya komunitas sastra di Indonesia yang konsisten memberikan anugerah pada para pegiat seni. Bukan hanya sastra, tapi berbagai disiplin seni lainnya. Ada 20 pegiat seni yang sudah teruji kompetensi dan kapabilitasnya untuk memajukan dan mengembangkan sastra di Sumatera Utara. Anugerah sastra ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi Kosambi pada seniman Sumatera Utara.
     “Saya sedih ketika melihat seniman tidak dihargai dan dipedulikan. Mereka telah berkarya tanpa kenal lelah, bahkan dengan nada minim. Salah satu lahirnya Kosambi adalah untuk memberikan perhatian dan kepeduliannya pada seniman-seniman di Sumatera Utara,” lanjut Tsi Taura menjelaskan alasan untuk konsisten memberi Anugerah Sastra.
     Beragam kegiatan yang selalu variatif dalam pelaksanaannya membuat pengurus harus terus kreatif menemukan pola-pola baru dalam mengeksekusi program menjadi satu sajian karya sastra yang mampu menyentuh hati publik. Apalagi sejak 2020 yang lalu, pandemi coronavirus telah membuat seluruh aktifitas kreatif terhenti untuk bertatap mula langsung dengan publik. Berbagai upaya kreatif pun dilakukan salah satunya membangun Studio Kosambi, sebagai cara untuk mengoptimalkan dunia virtual dalam berkarya.
     Kosambi masih sangat muda untuk diterpa wabah yang efeknya dapat mengunci seluruh aktifitas seni karena mampu menciptakan kerumunan. Hal ini menjadi keistimewaan tersendiri bagi perjalanan kreatif Kosambi. Bila kita sering mengamati aktifitas Kosambi yang tersiar lewat media-media sosial, kita akan berdecak kagum. Tiap bulan, bahkan kadang seminggu sekali Kosambi selalu melahirkan kegiatan-kegiatan sastra yang menginspirasi.
     “Dua Tahun sudah kami membangun Kosambi. Banyak warna warni dalam perjalanannya, terutama di Sumatera Utara. Terpenting kami hadir dan ada bukan sekedar untuk meranaikan, lebih dari itu Kosambi memiliki visi yang mulia. Kami bercita-cita hendak menjadikan Binjai sebagai salah satu episentrum sastra di Indonesia, menumbuhkembangkan potensi sastra generasi muda Sumatera Utara, memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada pegiat seni dan karya yang dihasilkan. Terakhir Kosambi dapat dikelola menjadi ruang penataan ekosistem sastra yang kokoh.” Demikianlah Tsi Taura, Pendiri dan Penasihat Kosambi memberikan penjelasan.
     Selain Anugerah Sastra Kosambi, selama dua tahun ini juga menciptakan berbagai kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu publik sastra, yaitu: Gaung Sastra Kosambi, Studio Kosambi sebagai ruang pertunjukan seni, Anugerah Sastra, Penerbita Buku Sastra, Diskusi dan Lokakarya, Peduli Kemanusiaan. Semua kegiatan itu bertujuan menciptakan berbagai aktifitas sastra di Sumatera Utara dan selanjutnya proses kreatif semua kegiatan itu akan dimatangkan.
     “Kosambi tidak akan pernah diam. Pada 2021 ini, setelah Syukuran Milad kami akan meluncurkan satu kegiatan terbaru, Pusat Arsip dan Dokumentasi. Kegiatan ini akan difokuskan di Perpustakaan Kosambi yang kini telah mengoleksi 30.000 jenis buku. Dari sini nanti akan lahir Kelas Baca, Kelas Menulis, Kelas Workshop, dan Kelas Diskusi,” sambung Saripuddin Lubis, Ketua Kosambi.
     Kosambi memang komunitas sastra yang sangat menginspirasi. Di tengah pandemi yang belum tahu kapan berakhirnya, Kosambi malah semakin kreatif menciptakan hal-hal baru. Ini adalah salah satu contoh komunutas sastra yang tidak pernah mengeluh ataupun berharap pada proyek-proyek pemerintah, mereka yang menciptakan proyek kegiatan sastra sendiri.
     “Terpenting yang harus dirawat itu disiplin, kebersamaan, dan silaturahmi. Tigal hal ini yang menjadi jiwa suatu komunitas. Bila tiga hal ini tumbuh subur, komunitas itu akan mampu berkembang dan maju,” lanjut Tsi Taura sekaligus mengakhiri obrolan kami.
     Selamat ulang tahun Kosambi. Semoga makin menginspirasi dan sukses mewujudkan cita-cita mulia yang dipersembahkan untuk masyarakat Sumatera Utara, yaitu Binjai sebagai episentrum Sastra di Indonesia.
     (Sumber & Foto: Kosambi)
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: