Sekuter Muter dan Reggae Labuhanbatu Anggota Sekuter Muter - Terkait Tampilan penuh

Sekuter Muter dan Reggae Labuhanbatu

Reggae adalah musik berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat atau sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Aliran musik yang awalnya dikembangkan di Jamaika pada akhir era 60-an. Istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan Ska dan Rocksteady.

Perbedaan utama reggae dengan Ska dan Rocksteady adalah tempo yang lebih lambat. Biasanya dalam reggae terdapat aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya “ketukan ketiga” tersebut, selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut secara terpisah.

Robert Nesta Marley “Bob” Marley yang lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 dan meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada usia yang sangat muda (36 tahun) adalah pencipta musik reggae. Di Indonesia Reggae beberapa nama yang mempopularkannya antara lain Imanez, Tony Q Rastafara, Gangstarasta, Steven & Coconut Treez, Souljah, Ras Muhammad, Joni Agung (Bali), Marapu (Yogyakarta), dan Cozy Republic (Jakarta).

Logo Sekuter Muter

Reggae saat ini berkembang hingga ke penjuru negeri, tak terkecuali Rantauprapat. Sekuter Muter adalah salah satu grup musik reggae yang ada Rantauprapat. Didirikan saat ulang tahun Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yaitu 17 Oktober 2014. Apajake berkesempatan mewawancarai Deddy Anwar Pohan (Vocalis), biasa dipanggil Jengger ditemani personil lainnya dan Zuliandi Simatupang (Manager Sekuter Muter) di sebuah kafe di bilangan Sirandorung.

Apajake: Bagaimana awal berdirinya Sekuter Muter
Deddy: Sekuter Muter berawal dari kawan-kawan bermain dan nongkrong yang kemudian melahirkan gagasan membentuk kelompok musik. Genre reggae dipilih karena di Rantauprapat belum ada. Tepatnya pernah ada namun tidak tampil. Bermaksud untuk mencoba menyajikan musik reggae ke masyarakat Labuhanbatu.

sm vocal

Apajake: Siapa saja personil Sekuter Muter
Deddy: Sekuter Muter sudah dua kali berganti Formasi. Formasi pertama Ajib (Gitar), Kris (Drum), Rahman (Bass), Ilham (Gitar), Kiki (Jimbe), Martin (Gitar) dan Jengger. (Vocal).

sm1

Formasi 2: Jengger (Vocal), Rahman (Kibordis/Saxo), Bibot (Bass), Ilham (Gitar), Kress Jenggot (Jimbe Perkusi), Juanda Pranggana (Drum/Cajon) dan Manager, Zuliandi Simatupang. Sekuter rencana akan dikembangkan dengan personil yang lebih banyak.

sm3

Apajake: Kenapa dinamakan Sekuter Muter?
Deddy: Awalnya kami bernama Sekuter Keliling. Sekuter dijadikan nama karena kecintaan yang sama pada Vespa yang sering kami lihat keliling Kota Rantauprapat. Setelah tampil di HUT Pemkab Labuhanbatu, pada suatu acara gig kami berubah nama menjadi Sekuter Muter. Nama itu kemudian dipakai hingga sekarang.

sm pr3

Apajake: Apa yang menjadi cirikhas Sekuter Muter dibanding grup reggae atau musik lainnya?
Deddy: Sekuter Muter memiliki jargon Reggae Rock Sosialita. Kami akan mendonasikan dana yang kami dapatkan dalam setiap pementasan untuk kegiatan anak yatim, panti jompo, dan kegiatan sosial lainnya. Kita juga selalu menayangkan hastag #HorasLaVista di media sosial sebagai jati diri Sekuter Muter yang warga Sumatera Utara.

Apajake: Apakah Sekuter Muter punya agenda manggung tetap
Deddy: Event tetap belum ada tetapi pernah main di Urban Gig, beberapa kafe yang ada di Rantauprapat, dan beberapa event musik lainnya di Labuhanbatu.

sm per2

Apajake: Bagaimana perkembangan reggae di Labuhanbatu?
Deddy: Penggemar reggae di Labuhanbatu semakin meningkat. Reggae menjadi hal baru dan diterima baik.

Apajake: Bagaimana Sekuter Muter mendekatkan diri dengan penggemar?
Deddy: Kita memiliki sapaan “Sekuter Rembers” bagi penggemar Sekuter Muter. Kita juga memiliki akun instagram @sekutermuter untuk sebagai media komunikasi.

Apajake: Siapa saja musisi yang menjadi referensi atau panutan bagi Sekuter Muter:
Deddy: Pastinya Bob Marley dan Alpha Blondy. Untuk musisi Indonesia ada Tony Q, Steven Jam, Imanez dan Mbah Surip.

sm perform

Apajake: Target Sekuter Muter kedepan?
Deddy: Bagi kami bermusik bukan untuk memperkaya diri. Kami ingin mendekatkan diri dengan kalangan marjinal ataupun orang-orang yang tidak tahu arah untuk dirangkul. Bersama menjadi kreatif.



Apajake: Harapan untuk Pemkab Labuhanbatu?
Deddy: Pemkab Labuhanbatu harus memperkuat local talent. Banyak potensi dan kemampuan yang ada di Labuhanbatu. Dukungan Pemkab penting dalam membuat wahana atau tempat bermusik akan sangat membantu sehingga musisi dan EO tidak repot mencari tempat. Mempromosikan local talent ke kancah nasional agar dikenal dan berkembang. Lebih jauh lagi kami berharap Rantauprapat bisa menjadi barometer musik di Sumatera Utara setelah Medan. Disini peran Pemerintah dan juga swasta serta masyarakat dibutuhkan untuk mewujudkannya.

Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]