Log masuk

15 − empatbelas =

  • Beranda  /
  • Profil   /
  • Difadila: Duta Bahasa Favorit Sumatera Utara 2018
Difadila: Duta Bahasa Favorit Sumatera Utara 2018 Difa - Terkait Tampilan penuh

Difadila: Duta Bahasa Favorit Sumatera Utara 2018

Difadila Malindo dan Hamsa Aulia Pohan dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Sumatera Utara 2018 pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Sumatera Utara tahun 2018 yang dihelat Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) di Hotel Polonia Medan, Sabtu, 5 Mei 2018. Apajake berkesempatan mengenal lebih lanjut Difa panggilan akrab mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara dan alumnus SMA Negeri 1 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu yang mempunyai membaca, menulis, travelling dan menonton dengan sejumlah prestasi akademik dan seni budaya. Berikut petikan wawancaranya.

 

Apajake : Kenapa tertarik ikut kegiatan Duta Bahasa Sumut 2018?

Difa: Saya tertarik ikut duta bahasa Sumatera Utara karena saya punya ide untuk melestarikan bahasa Batak di Sumatera Utara dan saya berharap saat saya menjadi bagian dari keluarga BBSU ide saya bisa terwujud. Berdasarkan data bahasa Batak menempati bahasa daerah yang paling banyak digunakan, sekitar 9,2% dari penduduk Indonesia. Tapi di sisi lain saya melihat banyak teman-teman saya yang bermarga/suku Batak tapi tidak bisa bahasa batak. Saat itu saya miris dan berfikir kira kira bagaimana agar bahasa batak tetap eksis dan tidak tergerus.

 

Apajake: Kekhawatiran dari seorang Difa yang bukan bersuku Batak bisa dijelaskan lanjut?

Difa: Karena Difa tinggal di daerah batak mungkin ya. Banyak bahasa daerah di Indonesia yang bahasa daerahnya udah punah dan hampir punah, jadi Difa khawatir dengan kondisi generasi muda yang tidak bisa berbahasa Batak. Jangan sampai bahasa Batak dalam 10-20 tahun ke depan sudah dalam kondisi yang hampir punah atau punah.

 

Apajake: Bagaimana proses seleksi Duta Bahasa Sumut 2018?

Difa: Pertama Seleksi Administrasi yaitu seleksi berkas pendaftaran diikuti sekitar 200-an lebih pendaftar se Sumatera Utara. Kemudian diambil 199 orang untuk wawancara, Presentase Esai dan Tes Bahasa (Indonesia, Daerah dan Inggris). Setelah itu diambil 20 orang finalis yang akan dikarantina selama 3 hari hingga malam puncak. Dipilih 4 orang putra dan 4 orang putri untuk malam puncak. Selanjutnya terpilihlah Duta Bahasa Sumatera Utara, Wakil Duta Bahasa 1 dan 2 dan Duta Bahasa Favorit. Tahun ini ada perbedaan dengan Penobatan Duta Bahasa Sosial Media berdasarkan jumlah like di akun instagram Duta Bahasa Sumut (@dubas.sumut) dan Duta Bahasa Berbakat yang kesemuanya dapat anugerah.

 

Apajake: Kegiatan selama karantina seperti apa?

Difa: Hari 1: Materi tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik  dan benar, peraturan perundang-undangan tentang bahasa Indonesia. Setiap sore usai Asar hingga jam 7-8 latihan koreografi untuk malam puncak. Hari 2: Sedikit materi di pagi. lalu penilain kemampuan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa Inggris serta wawasan ke-Sumatera Utaraan. siang penampilan bakat dan lanjut latihan koreografi. Hari 3:  Materi dari sponsor (Pegadaian) lalu presentase kegiatan sosial yang dilakukan. Sebelum masuk karantina semua peserta dibagi dalam kelompok dan diberikan pasangan untuk melakukan bakti sosial terkait literasi dan bahasa Indonesia, Di hari ke-3 seluruh kegiatan tersebut dipresentasikan lalu lanjut latihan koreografi.

 

 

Apajake: Lalu bagaimana bisa terpilih sebagai Duta Bahasa Favorit?

Difa: Penilaian oleh Juri dan Panitia berdasarkan Kepribadian, Pengetahuan, Kemampuan berbahasa, presentase daerah sumatera utara. Jujur dari awal Difa tidak berekspektasi banyak. Masuk 20 besar saja sudah bersyukur dan tidak berharap harus jadi ini atau itu. Dari karantina Difa banyak belajar. Difa juga ngak tahu kenapa terpilih. Pokoknya dijalani aja sesuai dengan kemampuan kita, tampilkan yang terbaik, tetap rendah hati, tetap memberikan yang terbaik dari kita, tidak asal-asalan, dan semua dikembalikan pada Tuhan apa yang terbaik.

 

Apajake: Lalu apa tugas selanjutnya para Duta Bahasa Sumut 2018 ini?

Difa: Berpartisipasi dan berkontribusi di Balai Bahasa Sumatera Utara, menjalankan program-program kebahasaan dari Balai Bahasa Sumut serta agenda-agenda dari Balai Bahasa Sumatera Utara yang membutuhkan Duta Bahasa.

 

Apajake: Kira kira kontribusi apa yang bisa Difa berikan untuk Sumatera Utara dan Labuhanbatu secara khusus?

Difa: Wah, pertanyaannya berat ya hahaha. Mikir keras nih difa. Kontribusi yang bisa Difa lakukan kalau hanya seorang diri dengan predikat duta bahasa mungkin hanya sebatas pemikiran dan konsep untuk Sumatera Utara dan Labuhanbatu. Namun, Difa percaya sumatera utara dan Labuhanbatu akan kuat dengan kontribusi bukan hanya dari Duta Bahasa tapi dari seluruh pemuda pemudinya. Bersama-sama kita pemuda-pemudi mampu membuat kontribusi besar, baik dalam bentuk kegiatan, peran serta, pemikiran, konsep, dan lain-lain untuk Sumatera Utara dan Labuhanbatu.

 

Apajake: Harapan khusus terkait tema Bahasa Kita Cerminan Bangsa

 

Difa: Mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan ramah serta santun dalam berbahasa. Bahasa yang Baik, Sopan dan Santun itulah cerminan bangsa kita,

 

 

Hasil pemilihan Duta Bahasa Sumatera Utara 2018:

Duta Bahasa Sumut               : Patrial Olivert Zega dan Friska Situmorang

Wakil I Dubas Sumut              : Muhammad Iqbal Al Fahri dan Mila Khairani.

Wakil II Dubas Sumut             : Hartarto dan Adinda Isna Batubara

Dubas Sumut Favorit              : Hamsa Aulia Pohan dan Difadila Malindo

Dubas Sumut Medsos            : Satria Luki Amor Girsang



Dubas Sumut Berbakat          : Hamsa Aulia Pohan

 

Red/TP

Photo: Difa & BBSU

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*