Sebait Tanya
Puisi puisi TM Reza Fahlevi dan Rahmat Akbar
SEBAIT TANYA
Oleh: TM Reza Fahlevi
Ini bukan semata-mata tentang rindu
namun sebersit kelabu dibalik randu
kala rapalan do’a yang menjadi maklumat pilu
debit air pun surut di relung kalbu
ini sebuah kisah, perjalanan berdarah
legitimasi sumpah memupuk hikmah
ianya mafhum akan perangai punai
sebab itu benih mula di semai
gemericik air menyadarkannya akan fana
embun menyublim di ceruk landai
fatamorgana di gurun sahara
ia terus mencari, jawab akan tanya
kemana aku kembali, apakah aku kan mati?
Malam nan syahdu di pesisir Medan, 20 Februari 2019
SEPI, KU INGIN KEMBALI
Oleh: TM Reza Fahlevi
Malam senyap, aku berlari
harap sejumput pinta Kau penuhi
sebercak noda tlah tersemai
harap terhapus luruhnya rinai
Dalam rindu ku berpeluh
dalam sepi ku mengaduh
dalam tasbih ku terenyuh
dalam dzikir ku berlabuh
ini aku ingin kembali
takut waktuku tlah bertepi
terimah simpuhku duhai Rabbi
sebab sepi, ku ingin kembali
Medan, 21 November 2019
MELATI DI TAMAN HARAPAN
Oleh: TM Reza Fahlevi
Debar dada rasa menghentak
dikejauhan bayangmu sekilas tampak
perlahan langkahku bersijingkat
dengan matamu tak ingin ku bersitatap
bila jauh terhalang randu
dalam hati mendendam rindu
bila dekat tak ingin bertemu
apa tlah jadi aku tak tahu
pabila malam telah bertamu
aku bersimpuh di haribaan-Mu
mengharap sembari menanak pinta pada-Mu
agar kiranya kita bertemu
tak lama, tlah tiba masa
aku dan engkau tlah jadi kita
dalam sebuah tanda ikatan
do’a kita diperkenankan
Kota rambutan, medio oktober 2017
TM Reza Fahlevi, Lahir di Tanjung pura, Langkat. Tinggal di Binjai tahun 2011 hingga 2017. Aktif di FLP Medan dan berguru puisi di komunitas Liksitera (Bilik Puisi Sumatera) binaan kang Irfan hidayatullah (Bandung) dan Bang Ahmad Ijazi (Riau).puisinya di muat di situs sastra apajake.id dan buku kumpulan Antologi puisi Sajak Cindo besutan FLP Sumatera Selatan tahun 2018. Penulis bisa di hubungi di pos-el: [email protected]
KEPADA AYAH
Karya: Rahmat Akbar
Yah, selusin kasih
Selaksa tangan mengepal
Merapal menapal memintal
Ikal wajahmu berserakan di mata sakral
Yah, sore ini senja datang
Mengenang berlinang berenang
Ke masa-masa kita berganden tangan
Sekarang keriput menggeliat
Sembari di intip tanah liat
Membuka lubang lekat
Memutus tali bahagia, mengulum maut
Yang pasti di situ ada jarak
Jarak, sulit untuk kita berbicara walau sejenak
Kepada ayah
Jendela cinta telah pergi
Di dalam kain kafan terbungkus rapi
Salam terakhir akan pergi
Zuriat terperanjat hingga tetes keringat
Tertegun; sebab seret air mata jatuh ke selah pipi. Beku.
Yah, selasar matamu memejam
Maka pecah segala tangis.
Kotabaru, Januari 2019
AKU JULI
Karya: Rahmat Akbar
Batas-batas meremah
Aku Juli keluar
Menjelang subuh
Bahagia tertakar
Dari ruang teriak menggelar
Aku Juli
Merapal mimpi
Dari sunyi
Menggelar diksi
Dengan sendiri
Tanpa terkontaminasi
Hal berbau politisasasi
Aku juli
Bangun pagi
Menyematkan diri
Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa sejati
Aku Juli yang gigil
Seperempat hidupku
Kini memegang spidol
Membawa buku
Mengurai kata
Menggiring pemuda
Kegenerasi emas 45
Kotabaru, Januari 2019
SENJA DI KOTABARU
Karya: Rahmar Akbar
Senja di Kotabaru
Kulihat jendela laut
Yang mengambang di antara peradaban
Kelender wisata terbuka
Ramai mereka di darat
Sepi terlahap di laut
Senja di Kotaku
Siring Laut melepas penat
Senyum getir dilemparkan orang-orang
Ikan Todak berpasangan
Pertanda Tuhan yang telah menyatukan
Alam dan manusia, dalam suatu kejadian
Tersenyumlah dalam waktu
Pada basah lelautan
Raut wajah bertautan
Rindu di pucuk-pucuk senja
Tentang kisah kasih anak nelayan
Senja di kotaku
Ada dua penantian
Senja yang diinginkan semua orang
Dan senja yang dinantikan keluarga nelayan
Siring Laut, Februari 2019
Rahmat Akbar, kelahiran Kotabaru 04 Juli 1993 Kalimantan Selatan. Puisinya mengisi beberapa media massa daearah dan nasional. Puisinya di antologi “Maumang Makna di Huma Aksara” ASKS ke 14, antologi puisi “Pesan Wakil” Puputan Melawan Korupsi Bali, antologi puisi “Hutan Hujan Tropis”, antologi puisi “Negeri Seribu Wajah” Indonesia Lucu Jilid VI 2018, “Sepanjang Jalan Tanjung Serdang” Tifa Nusantara 4, “Lari-larian, Lerek-Lerekan” GSSL Sebelum Keindahan Ini Karam di Lautan, Rain Day 2 Banjarbaru 2018 dan sejumlah antologi bersama. Mengabdikan diri di sekolah SMA Garuda Kotabaru dan pendiri sekaligus pembina siswa-siswanya di Komunitas Taman Sastra SMA Garuda Kotabaru. Akbar bisa disapa melalui email [email protected], fb: Kai.akbar.
Foto: TH Pohan